Tampilkan postingan dengan label Meracau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meracau. Tampilkan semua postingan

Kepingan puzle yang terserak

Minggu, 05 Februari 2017

| | | 0 komentar
Gambar : acara walimah ursy Irma & Febrian 05-02-2017


Aku menunggumu
Disuatu tempat rahasia
Yang disebut masa depan
Untuk kembali hangat bercengkrama
Memutar ulang kisah kita 
seperti saat ini disini

Hai kawan, lama nian tak pernah bertemu, tetapi tepat pada hari ini Sang Penguasa Takdir tampaknya ingin mengumpulkan kita lagi. Benar, kita yang saat ini bagaikan kepingan puzle yang terserak.

Ingatkah kalian hampir 1,5 dekade lalu kita berkumpul dalam ruang berdinding papan yang pinggir-pinggirannya hampir lapuk dimakan rayap, namun suara-suara kalian yang sangat bersemangat melafalkan tashrif   fa'ala - yaf'ulu - fa'lan - fahuwa faailun sepertinya lebih membuat dinding-dinding papan itu bergetar hebat, saking kencangnya suara kalian haha. 

Atau bercerita tentang anime naruto yang kemarin diputar hingga tak sadar kalau Tuan Guru sudah mendekat sambil mengetuk-ngetuk meja dan seketika langsung saja kita mannequin challenge dengan pose membaca Aqidatul 'Awwam. 

Atau surat di bawah laci meja itu haha. Itu bagian yang pastinya akan sangat kuingat bagaimana tidak, bisa-bisanya kita menjadi perantara 2 sahabat yang bertengkar dengan cara konyol seperti itu.

Baiklah cukup sudah untuk mengenang kenakalan-kenakalan kita dimasa lalu pada saat Diniyah itu. hari ini hari spesialmu kawan, kami sengaja berkumpul memasang kembali puzle-puzle yang terserak untuk turut mendo'akan dan menjadi saksi atas janji sucimu dengan pemuda Banjar itu. 

Namun ternyata kau tetaplah lucu dan menggemaskan seperti 1,5 dekade yang lalu, haha lepas tawaku saat kau meminta izin kepada suamimu untuk menjauh sejenak agar kepingan-kepingan puzle ini kembali menyatu dan diabadikan dalam sebuah foto, hingga pada akhirnya tercerai kembali. entah kapan lagi akan menyatu seperti saat ini. semoga kembali disempatkan takdir. sebelumnya tak lupa kami panjatkan do'a : Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair ila irma wa febrian



hadiah - hadiah

Rabu, 17 Juni 2015

| | | 0 komentar
Perasaan yang senantiasa berpadu dengan kesadaran selalu berada dalam ketaatan kepada Allah, itulah yang di sebut dengan perasaan bahagia bagi seorang muslim. 
Kebahagiaan itu bisa dihadirkan dimana saja dan kapan saja, 
Seperti halnya beramal shalih, saling berbagi, memberi hadiah dan lain sebagainya.
Beramallah kalian, karena Allah akan melihat waktu - waktu kalian pergunakan untuk apa. 
Rujukan : (QS At-Taubah : 105)

Demikian sekelumit paparan dari Ustadz Wido Supraha pada 25 April 2015 di Aula INSIST 
huwaaa aku merindukan kajian kajian di aula lantai dua di Kalibata Jakarta Selatan itu, sekarang setelah satu tahun manuver seputaran Jabodetabek aku kembali ke kampung halaman di pulau Kalimantan.

Entahlah, berkecamuk rasanya meninggalkan ibukota antara sedih dan senang. senang karena aku telah mengakhiri 8 tahun masa perantauan saatnya berbakti kepada Irang Tuan dan Mengabdi di masyarakat. sedih karena di Jakarta banyak Majelis Ilmunya dan aku harus berpisah dengan teman-teman yang baik hati saat di perjalanan. memiliki teman yang banyak itu menyenangkan, namun sedikit saja teman-teman yang tulus itu lebih menyenangkan. ada banyak hadiah yang kuterima dari mereka.



kado dari ica seorang akhwat yang mengantongi toefl dengan nilai 620 sudah mengelilingi berbagai dunia, besar di Australia, mengunjungi Thailand, Jpeang dan lain sebagainya pokonya ini anak Keren bingits.. tetangga jurusan sebenarnya sewaktu di kuliah di ITS dia Arsitektur dan aku Planologi. gak sengaja ketemu di kajian INSISTS kami duduk bersebelahan, aku datang terlambat dan langsung asyik menerima materi sewaktu sesi pertanyaan aku dan kawan di sebelahku sama-sama mengancungkan tangan dan moderator meminta menyebutkan nama. "saya Lisana" seketika aku menoleh dan bertanya dengan histeris "Icha Arsitek ya? pantesan kayaknya kenal" hahaha ternyat a dia pun sudah menyadari semenjak aku datang hanya saja katanya aku kelihatan terlalu serius menyimak materi jadi tidak enak untuk menegur. Masya Allah.. sejak saat itu kami sering berburu kajian-kajian di sekitar Jakarta Selatan. kalau nggak ke INSISTS ya biasanya kami ke AQL dibilangan Tebet. pertemuan terakhirku dengan Lisana di Museum Gedung Juang 45 kami berkeliling museum di sela acara Seminar Akbar SPI ITJ. dan Lisana memberikan aku dua buku ini. terima kasih Ica, aku pasti akan merindukan saat kita weekend berburu kajian-kajian semoga bisa bertemu kembali di Kesempatan yang lebih baik ya. tetap berjuang juga di Ibukota, Barakallah



 ahaha potonya kebalik gak papa kado dari Ayu teman di IBD mulai dari di Desa sampai kita kerja bareng di perusahaan IT  di Bekasi Barat. seperti namanya Ayu orangnya juga Ayu alias cantik dan cewek bingiitss. suka bilang "ah yani nggak peka".. ahaha kumaha yu, maapkeun.


semoga sukses ya yuu.. aamiin


ini dari uci, dialah kawanku mbolang kemana saja, mulai dari Bandung, Garut, Tasik malaya, Pangandaran, gunung Munara, hingga perbatasan Bogor, Banten dan Sukabumi . 


dia kawan di IBD juga kebanyakan teman2 IBD dah pada pulang ke kampung halaman masing-masing selesai program kemaren hanya segelintir yang masih berada di sekitaran Jabodetabek. Alhamdulillah di kasih bibit bunga matahari dan bunga Aster. aku sempat menceritakan mimpiku ke uci kalau aku ingin membuat kebun Edukasi di samping rumah bersama Ayah. sehingga sebelum pulang kemaren aku berburu biji- biji tanaman di daerah Bogor. ditemani uci berkeliling mencari biji bunga matahari gak ketemu-ketemu, ternyata uci memberikanku hadiah biji ini... aah senangnya. terima kasih uci.. barakallah untuk pengabdiannya di rumah..


Lulu, sebenarnya dia lebih suka dipanggil Fajar tapi aku terbiasa memanggilnya Lulu, adik junior sewaktu kuliah, waktu aku pulang ke kalimantan dari Surabaya dia juga sempat mengantarkan ku ke Bandara Juanda. "mbak, maaf kali ini gak bisa ngantar ke Bandara" katanya.. bandara jauh kali dari garut. gak usah repot-repot jawabku. ternyata lulu ngasih tulisan khas anak gunung. Yaah semoga suatu saat bisa ke Cikuray juga.. oh. iya selama berjuang lu.. semoga cita-citanya "itu" tercapai segera ya, dipermudah prosesnya. aamiin. 

adalagi hadiah kerudung dari teman kantor, kerudung dan rok dari bu Dede, dan kerajinan flanel dari ibu ibu di Desa.. Namun, hadiah terindah adalah dari Bu Erni istri Direktur tempatku Bekerja di Bekasi.. beliau menjelaskan Tafsir surah yusuf dari ayat 05 sampai ayat 100.. cerita tentang Nabi Yusuf. di akhir Bu Erni bertanya "ada yang aneh nggak dengan cerita ini? kalau saya dulu sudah gatel mau tanya ke guru tafsir saya. Yani merasa ada yang aneh nggak ?"
aku berpikir...........
"hmmmm.... di ayat 100 Dia menaikkan kedua orang tuanya di Singgasana. Ayahnya Nabi Yusuf Nabi Ya'Kub. Tapi ibunya nggak ada ceritanya"
"Benar Sekali Sepanjang Kisah Yusuf yang di Al Qur'an ini adalah kisah terbaik, Ibunya Kemana? Kog gak disebutkan sama sekali, Nah hikmahnya adalah Pendidikan anak-anak itu ada pada Ayah... sama seperti Kisah Keluarga Ali Imran pendidikan anak-anak itu yang bertanggung jawab adalah AYAH..."

seketika aku teringat akan ceramah Ustadz Budi Ashari
yang berjudul Ayah, Ayat Allah di muka bumi



"Naahhh... makanya nanti cari Ayah yang paham tentang masalah ini..di mulai dari memperbaiki diri sendiri dulu, yakin kalau yang baik pasti akan mendapat yang baik juga. naah itu hadiah dari saya ya, selamat berjuang di kampung halaman"
terima kasih bu Erni.... Insya Allah saya akan terus mengingat pesan itu

saatnya pulang

Rabu, 08 April 2015

| | | 2 komentar
ahad, 5 april 2015

entah kenapa hape ramai sekali hari ini, mungkin karena aku telah keluar dari area desa. bertabur sinyal saat diajak mengikuti bazaar produk olahan desa di acara mucab pks dibilangan Kemang.
beberapa telpon dari teman lama, menayakan kabar. dan yang teristimewa adalah telpon 30 menit dari adik dan kakak di tempat yang berbeda di waktu yang berbeda pula. dengan tema yang sama "kapan pulang"

ya sudah hampir setahun aku meninggalkan kampung halaman. dengan niat berkelana mencari ilmu yang bisa diaplikasikan nantinya untuk kebermanfaatan di tanah kelahiran. dan terhitung pula sudah 2 tahun puasa dan hari raya aku tidak ada di rumah. tak ingin jadi seperti bang toyib yang 3 puasa 3 lebaran tak pulang -pulang hihi...

adik
dengan backsound suara cekikikan temannya di asrama. ini hari ahad di pekan pertama bulan april. dia boleh pegang hp. serenteten, pertanyaan, cerita novel yang baru saja di baca dari meminjam milik teman setelah antri sekian lama, buku yang baru dibeli, kejadian di sekolah dan asrama. permintaan belikan buku hingga rencana masa depan lancar sekali dia cerocoskan. "kak, apakah aku nanti bisa kuliah? abah sudah lama pensiun. aku ingin kuliah di hubungan Internasional, uang dari mana?" tanyanya. seketika terasa nyeri di bagian ulu hati. adikku adalah tanggung jawabku sekarang. walaupun baru kelas 1 SMA cita-citanya telah  menggantung bagai bintang di langit tinggi sana. "sudahlah adik. belajar saja yang rajin. tak usah risau dengan biaya. yakin saja Allah selalu menolong hambanya yang bertaqwa"........................................................

kakak
dengan backsound suara kayla dan yaya dua keponakanku yang lucu entah apa yang sedang mereka perebutkan, ramai sekali suaranya.
"kapan pulang, abah mamak telah menua. siapa lagi yang akan mengurus kalau bukan kita?
aku baru saja membuka kegiatan mengaji iqro' untuk nenek-nenek di sekitar sini. kalau kau ada mungkin ditambah beberapa kegiatan keterampilan dari barang bekas akan lebih bermanfaat."
sekali lagi terasa nyeri di bagian ulu hati..

iya... aku kan segera pulang InsyaAllah....
walaupun masih bnyak sebenarnya yang ingin kucapai disini...
dan ada banyak tawaran untuk mengembangkan bisnis disni
..
malamnya segera saja ku pesan tiket untuk pulang
semoga kepulanganku bisa bermanfaat
,,,,,,,,,,,,,,,,
ku harap ini benar-benar kepulangan yang terakhir
menyudahi 9 tahun perantauan


Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi laghafurur rahim
Dengan nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang







Orang-orang di perjalanan #2

Sabtu, 28 Maret 2015

| | | 0 komentar
Perjalanan pulang Jakarta-Bogor hari ini, Sabtu, 28 Maret 2015 tak sesunyi biasanya. aku yang sudah terbiasa kemana-mana sendiri. tapi kalaupun ada teman, its okay. itu lebih menyenangkan kurasa. dan perjalanan dari shelter busway UNJ hingga manggarai. Allah mempertemukanku dengan sosok cantik itu

"kak, kalau mau ke shelter busway ke arah mana ya?"
seseorang bertanya padaku setelah mengikuti seminar pengusaha muda dibilangan kampus UNJ

"ke arah sana kak, mau bareng? saya juga mau kesana"
jawabku riang

"mau kemana kakaknya?"
tanya kakak tersebut yang setelah diketahui umurnya 13 tahunlebih tua dariku

"mau ke bogor" jawabku lagi
"waah naik krl ya? kebetulan saya juga mau ke depok baru gak tau ke shelter dan ke stasiunnya. barengan ya"

ok

perjalanan kami mulai dengan obrolan ringan seputar identitas diri. hha kalau aku buka identitasku yang sebenarnya kenapa ya orang-orang paada terheran sukanyaa..

tadi dari bogor?
...... iya
kerja di bogor?
...... iya
kuliah di ipb ya?
..... nggk. alumni ITS surabay
ooh. aslinya mana?
...... kalimantan
waah. hidupnya kemana2 ya
..... hhe

dan yang paling menarik kakak cantik jelita itu bernama Dina.. angkatan '95 FISIP UI "waaah ngalamin zaman heroik mahasiswa menduduki gedung MPR dong kak tahun '98"

"iya. turun ke jalan semua.. apalagi anak fisip UI. udah bismillah aja waktu itu. mikirnya udah berasa mau jihad gitu." kak dina bercerita masa-masa perjuangan ketika masih di kampus. betapa heroiknya mahasiswa pada saat itu. menggulingkan pemerintahan yang dinilai telah merugikan rakyat. kak dina pun mengeluhkan mahasiswa skrng yang seperti tak ada taringnya. ibarat harimau mahasiswa skrng telah menjadi harimau ompong.

selain kisah heroik kak dina juga bercerita tentang dirinya yang baru saja 2 bulan resign dari pekerjaan setelah 13 tahun menjadi karyawan. saya ingin fokus di rumah mengurus suami dan ketiga anak saya. serta mencoba usah homemade untuk menambah penghasilan. lelah bekerja dengan hasil gak seberapa dan khawatir anak-anak yang ditinggal dirumah tanpa pengawasan yang maksimal. ungkap kak dina....

------------------------- aku banyak belajar, dari mahasiswi pejuang era reformasi dan ibu dari 3 anak yang ingin fokus menjalankan fitrahnya menjadi seorang istri dan seorang ibu, terima kasih kak dina-

sesampai di stasiun bgor, perjlanan di lanjutkan dengan menaiki angkot merdeka parung.
angkot ngetem lama hampir setengah jam. biasa menunggu penumpang penuh dulu baru jalan. terlihat seorang gadis berpakaian perawat disebelahku duduk dengan gelisah, sesekali melihat jam di pergelangan tangan kirinya.
"punten kak. waktu isya sekarang jam berapa ya?"
tanyanya padaku memecah keheningan dalam angkot yang baru ada 5 orang beserta sopirnya
"sekitar jam 19.15"
jawabku sambil melihat jam tangan
"knpa? belum sholat maghrib?" aku bertanya. hhe kepo-kepo dikit gk ppa laah
" bukan kak. aku mau ke RSUD katanya ada jenazah yang akan di bawa ke sna dan kemungkinan sampai setelah isya. dan ini pertama kali buat aku"
"ooh barusan magang praktek ya?"
................................... percakapan pun berlanjut seputar kekhawatir gadis berpakaian serba putih ini. ku coba untuk menguatkannya membuang segala rasa khawatir dan ragu, obrolan pun disudahi dengan pamitnya ia ketika angkot telah berhenti di depan RSUD..................................................

............................. dan perjalananku kembali sunyi................................


Pesan Dari Mamak

Jumat, 27 Maret 2015

| | | 0 komentar


Terimakasih telah membesarkanku
dengan untaian kata-kata indah
yang selalu mengingatkan bahwa 
Allahlah tempat bergantung satu-satunya


Di Ujung Cakrawala

Selasa, 17 Februari 2015

| | | 0 komentar
“Hidupku kini ibarat mengayuh biduk membelah samudera hidup. Selamanya akan naik turun dilamun gelombang dan ditampar badai. Tapi aku tidak akan merengek pada air, pada angin, dan pada tanah. Yang membuat aku kukuh adalah aku tahu kemana tujuan akhirku di ujung cakrawala.” (Rantau 1 Muara - Ahmad Fuadi)

Foto ini diambil pada pekan kedua di bulan oktober 2013 di samping musholla SPR , Surabaya yang belakangnya ada tambak (lupa nama mushollanya, ya Allah ampuni aku, banyak dosa dah kayaknya akhir-akhir ini sering lupa) =.=, \  dua minggu sebelum kepulanganku ke pelaihari di pulau kalimantan. pagi-pagi sebelum liqo di perumahan spr, liqo pukul 07.00. namun pukul 05.30 aku sudah bersepeda kesana dari keputih gang 3, bersepeda sejenak dan berhenti di musholla itu menikmati matahari pagi seorang diri disana, mengagungkan kebesaranNya. karena mungkin saja aku tak kan pernah bisa kesana lagi. suatu tempat di surabaya yang sering aku datangi seorang diri. tak pernah kuceritakan kepada siapapun, hingga sampai detik ini, akhirnya kuceritakan kepadamu kawan. karena malam ini ternyata aku sangat merindukan suasana di tempat itu.
(seragam itu.. seragam YDSF hahahaha XD) 

Putar Balik Logika, Antara Religious dan Humanis

Sabtu, 14 Februari 2015

| | | 0 komentar
“Penghina Jokowi Rajin Ikut Pengajian” begitulah judul sebuah berita di sebuah media nasional pada hari kamis, 30 oktober 2014 yang lalu. Mungkin masih segar diingatan kita, tentang fenomena seorang pemuda yang bernama Muhammad Arsyad (23 th) yang sempat ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia karena menjadi tersangka penghinaan Presiden Joko Widodo di media sosial. Judul berita tersebut terasa terdensius dengan retorika pengusung humanisme di era sekarang, serangkaian logika-logika seperti halnya “Percuma taat beragama tapi tidak manusiawi”, “Daripada beragama tapi memiliki moral yang jahat lebih baik berperikemanusiaan meski tidak beragama”. Itulah logika dan mengandung unsur propaganda para pembenci agama yang terlihat sangat humanis namun menjurus pada atheis.

Mengenal Humanisme
Faham humanis sangat berkembang di dunia modern, khususnya di kalangan orang-orang Barat. Humanisme adalah suatu faham yang memandang bahwa manusia merupakan hal yang paling penting di dalam kehidupan. Sehingga mulia-hinanya seseorang dinilai semata-mata pada perilaku baiknya kepada sesama manusia. Hal yang biasa diistilahkan dengan ”good deeds” atau melakukan perbuatan terpuji. Humanisme tidak mengkaitkan perbuatan baik seseorang dengan Sang Pencipta. Argumentasi mereka yang menggunakan fakta-fakta empiris yang mudah diterima terkadang lebih berbahaya dari pada serbuan senjata.
Sejarahnya, memang di Barat telah terjadi perubahan orientasi masyarakat dari teosentris (Tuhan sebagai pusat) menjadi antroposentris (manusia sebagai pusat). Perubahan tersebut dianggap sangat revolusioner yang selalu mengiringi kebudayaan Barat modern yang traumatic dengan dogma gereja, hal tersebut berimbas pada keyakinan mereka yang tidak lagi percaya pada agama. Agama bagi mereka bukan tempat yang baik untuk saling menghargai manusia. Maka dari itu mereka mengganti agama dengan humanisme.
Pada dasarnya, orang-orang Barat memang masih melakukan kajian tentang studi agama. Studi agama di sana masih dilakukan secara serius, meskipun peminat bidang kajian ini tidak sebanyak bidang sains dan teknologi. Hanya saja, pendalaman kajian agama yang dilakukan tentunya jauh dari pengamalan. Agama dianggap hanya sebatas ilmu yang dituntut kebenaran dan diperdebatkan. Studi agama hanya sebagai ilmu yang hanya menambah koleksi jurnal-jurnal kajian religious, bukan untuk diyakini apalagi diamalkan. Sehingga sangatlah wajar jika paham humanisme pada akhirnya menjurus kepada atheis.

Sejarah Humanisme
Pada abad ke-15, humanisme dan renaissance saling mempengaruhi, dan keduanya tidak lagi bersifat Kristen. Humanisme bercorak keduniawian. Berkembanglah pendapat bahwa orang hidup harus menikmati segala kesenangan yang diberikan oleh dunia ini. Kaum humanis adalah materialis, tidak percaya akan dunia rohani, dan empiristis dalam pendekatan mereka terhadap pengetahuan dengan mempertahankan bahwa pengetahuan datang dari indera.
Humanisme barat berkembang dalam dua bentuk sebagai humanisme moderat dan sebagai humanisme anti agama. Humanisme moderat menjunjung tinggi keutamaan manusia yang luhur seperti kebaikan hati, kebebasan hati, wawasan yang luas, keterkaitan dengan seni, universalisme (Nilai budi dijunjug tinggi). Merasa dekat dengan alam, penolakan fatalisme, toleransi positif,
Humanisme anti agama dipahami sebagai takhayul atau keterikatan manusia pada irasionalitas sehingga manusia dapat menemukan dirinya jika ia melepaskan diri dari agama.Tokoh humanisme atheis Ludwig Feurbach (1804-1872) yang memakai agama sebagai keterangan manusia. Karx Marx memandang agama sebagai candu masyarakat. Disebut juga Friederic Nietzsche, Sigmund Freud (agama sebagai ilusi) dan Jean Paul Sartre.
Humanisme nyaris identik dengan ateisme, dan fakta ini dengan bebas diakui oleh kaum humanis. Terdapat dua manifesto penting yang diterbitkan oleh kaum humanis di abad yang lalu. Yang pertama dipublikasikan tahun 1933, dan ditandatangani oleh sebagian orang penting masa itu. Empat puluh tahun kemudian, di tahun 1973, manifesto humanis kedua dipublikasikan, menegaskan yang pertama, tetapi berisi beberapa tambahan yang berhubungan dengan berbagai perkembangan yang terjadi dalam pada itu. Ribuan pemikir, ilmuwan, penulis, dan praktisi media menandatangani manifesto kedua, yang didukung oleh Asosiasi Humanis Amerika yang masih sangat aktif.
Jika kita pelajari manifesto-manifesto itu, kita menemukan satu pondasi dasar pada masing-masingnya: dogma atheis bahwa alam semesta dan manusia tidak diciptakan tetapi ada secara bebas, bahwa manusia tidak bertanggung jawab kepada otoritas lain apa pun selain dirinya, dan bahwa kepercayaan kepada Tuhan menghambat perkembangan pribadi dan masyarakat. Misalnya, enam pasal pertama dari Manifesto Humanis adalah sebagai berikut:
Pertama: Humanis religius memandang alam semesta ada dengan sendirinya dan tidak diciptakan.
Kedua: Humanisme percaya bahwa manusia adalah bagian dari alam dan bahwa dia muncul sebagai hasil dari proses yang berkelanjutan.
Ketiga: Dengan memegang pandangan hidup organik, humanis menemukan bahwa dualisme tradisional tentang pikiran dan jasad ha-rus ditolak.
Keempat: Humanisme mengakui bahwa budaya religius dan peradaban manusia, sebagaimana digambarkan dengan jelas oleh an-tropologi dan sejarah, merupakan produk dari suatu perkembangan bertahap karena interaksinya dengan lingkungan alam dan warisan sosialnya. Individu yang lahir di dalam suatu budaya tertentu sebagian besar dibentuk oleh budaya tersebut.
Kelima: Humanisme menyatakan bahwa sifat alam semesta digambarkan oleh sains modern membuat jaminan supernatural atau kosmik apa pun bagi nilai-nilai manusia tidak dapat diterima…
Keenam: Kita yakin bahwa waktu telah berlalu bagi teisme, deis-me, modernisme, dan beberapa macam “pemikiran baru”
Kerancuan Paham Humanisme
Pada tahun 1948 terbentuklah Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang merupakan standarisasi kemanusiaan yang formal dan disepakati banyak Negara pendukung humanism tanpa melibatkan agama-agama yang menjadikan hasilnya deklarasi bersifat tidak universal. Logikanya, jika memang ingin membuat suatu aturan humanism, standar yang dibuat haruslah dapat diterapkan kepada seluruh masyarakat dunia yang memiliki ragam suku budaya dan agama. Disinilah letak kecacatan deklarasi DUHAM yang bersifat sangat tendensius dan menjurus dukungan kepada atheis juga pembenci agama.
Deklarasi DUHAM rupanya menimbulkan berbagai reaksi tidak puas dari kaum religious. Reaksi tersebut ditandai dengan diadakannya acara Project on Religion and Human Right pada tahun 1993 di New York yang merupakan prakarsa untuk merevisi DUHAM dari kaum religious.Tidak hanya mendapat protes dari kaum religious barat, di kalangan umat Islam yang berasal dari Negara Islam seperti Sudan, Iran, Saudi Arabia, Mesir dan sebagainya juga turut menyadari dominasi humanism tendensius dalam DUHAM.
Mereka menganggap DUHAM gagal memasukkan pertimbangan konteks cultural dan religious dari Negara-negara non Barat. Utusan Iran di PBB tahun 1981, Said Rajaie-Khorassani malah menyatakan bahwa “DUHAM adalah hasil pemahaman sekuler dari tradisi Yahudi Kristen yang tidak dapat diterapkan ke dalam Islam”

Islam Lebih Rasional dan Humanism
Pada 5 Agustus 1990, tiga tahun lebih awal dari acara Project on Religion and Human Right di New York, umat Islam lebih dahulu mengeluarkan deklarasi tandingan DUHAM untuk membungkam kaum humanism. Deklarasi tersebut bernama Cairo Declaration on Human Right in Islam (CDHRI) yang diadakan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) dengan diikuti 45 menlu Negara OKI. Deklarasi tersebut bertujuan memberikan gambaran hak-hak asasi manusia menurut Islam yang mengacu pada syariat Islam.
Jika menurut manifesto humanism yang meyakini bahwa kepercayaan kepada Tuhan menghambat perkembangan pribadi dan masyarakat adalah benar, tentunya isi Deklarasi Cairo akan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, nyatanya tidak dan hal tersebut membuktikan bahwa logika kaum humanis tersebut adalah salah.
Bahkan Deklarasi Cairo tidak ekslusif untuk umat islam saja. Ada terdapat banyak pasal tentang pelarangan diskriminasi berdasarkan ras, warna, bahasa, kepercayaan, agama, afiliasi politik dan status sosial. Jadi, logika yang benar adalah semakin religious seseorang justru ia semakin manusiawi, tapi semakin humanis seseorang justru semakin atheis.
Islam mengatur manusia dengan sangat sempurna akan kehidupan bermasyarakat dan menjunjung tinggi hubungan dengan manusia sebagaimana hadist Nabi :
“Manusia yang paling dicintai Allah ialah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan perbuatan yang paling disukai di sisi Allah ialah mendatangkan kebahagiaan kepada sesama muslim.” (HR Thabrani)
Berjiwa humanis memang merupakan bagian dari ajaran Islam, tetapi jika menyandingkan Islam dengan ajaran duniawi Humanisme adalah suatu kesalahan. Islam terlalu sempurna jika disandingkan dengan paham Barat yang baru lahir pada penghujung abad 15 itu.  Justru sinkretisme Islam dengan ideologi lain malah akan mencederai dari kesempurnaan agama Islam itu sendiri sebagai agama yang sempurna dan paripurna, tidak ada keraguan padanya sedikitpun.
Manusia yang berideologi humanisme melakukan segenap kebaikannya tanpa dilandasi iman kepada Allah dan Hari Akhir. Sedangkan seorang muslim mengerjakan kebaikan apapun senantiasa dilandasi pengharapan akan ridha, rahmat dan ampunan Allah bagi dirinya dan sesama manusia kelakpada hari kebangkitan. Jika ia berbuat baik namun tidak diiringi dengan keyakinan akan adanya bari berbangkit, maka perbuatannya menjadi sia-sia di mata Allah. Walaupun ia tetap akan mendapat manfaat di dunia, namun di akhirat perbuatannya tersebut tidak memberi kebaikan apapun bagi si pelaku. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW :
Berkata Aisyah radhiyallahu ’anha: “Ya Rasulullah, di masa jahiliyyah Ibnu Jud’an menyambung tali silaturrahim dan memberi makan kepada orang miskin. Apakah hal itu dapat memberikan manfaat bagi dirinya?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjawab: “Semua itu tidak akan memberikan manfaat baginya karena sesungguhnya dia tidak pernah seharipun berdoa: ”Ya Rabbku, ampunilah kesalahanku pada hari Kamat.” (HR Muslim 315)

Sumber Artikel :
Zarkasyi, Hamid Fahmi, Misykat Refleksi Tentang Westernisasi, Liberalisasi dan Islam (Jakarta:   INSIST, 2012).
Artawijaya, Indonesia Tanpa Liberal (Jakarta: Pust ka Al-Kautsar, 2012).


Id.harunyahya.com

alhamdulillah, selesai juga artikelnya. maaf masih amatir nulis serius, tulisan acak kadut untuk persyaratan SPI Tanpa JIL di INSIST Jakarta, yaaa semoga lolos dah. lebih gampang nulis berita pers euy.lebih gaampang lagi nulis curhatan XD. -- #fiuuuhhh 

orang-orang di perjalanan...

Senin, 09 Februari 2015

| | | 0 komentar


Dalam setiap perjalanan
orang-orang datang silih berganti
bahwa setiap orang yang datang dan pergi
terdapat pelajaran yang kadang tak disadari






Menulis lah..

Sabtu, 07 Februari 2015

| | | 0 komentar

Ajarkan sastra kepada anak-anakmu karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani.- Umar bin Khattab



Cobalah, mulai biasakan menulis untuk diri kita sendiri. Benar-benar untuk diri kita sendiri. Untuk merawat jiwa kita agar senantiasa baik-baik saja. Agar semakin teguh dalam bersabar. Agar semakin peduli dengan orang lain. Agar semakin kukuh dalam memperjuangkan kebaikan-kebaikan, banyak atau…
achmadluthfi.tumblr.com


kurniawangunadi.tumblr.com

yaah saatnya belajar menulis. minimal untuk diri sendiri. menceritakan hikmah di setiap langkah dan nafas



sebuah permintaan

Senin, 02 Februari 2015

| | | 0 komentar
"yan, hunting tiket kereta dari sekarang.. luangkan waktu dari 28 februari hingga 1 maret agar dapat berkunjung ke surabaya"

seorang teman di ujung timur sana melayangkan sebuah pesan tersebut sore ini
memang ada apa? sekarang 1 februari dan tiket kereta memang sedang mahal-mahalnya pasca kejadian jatuhnya pesawat asia Air

"ada apa? kog jauh-jauh hari begitu sudah bilang-bilang agar ke surabaya?" pertanyaanku menyelidik

"yaa. kumpul-kumpul lagi laah , anti gak kangen sma kita disini"

:)

Tunggu lah aku kawan
Disuatu tempat rahasia
Yang disebut masa depan
Untuk kembali bercengkrama
Memutar ulang kisah kita yang telah lalu
Biarkan takdirNya yang mempertemukan kita kembali
:)


Petualangan terus berlanjut..

Rabu, 21 Januari 2015

| | | 0 komentar
"yan, lu masih mau merantau di jawa kan? masih mau banyak belajar kan?"
ah lagi-lagi ada yang bertanya tentang rencana masa depan, kenapa akhir-akhir ini banyak yang mempertanyakan langkah hidupku selanjutnya?
"hmm.. kenapa ju?"
tanyaku singkat mencoba mengalihkan pertanyaannya tadi. juju seorang preman dari baranang siang, eh salah dia temanku. teman satu tim dalam program organisasi bina desa yang sedang ku ikuti di Kota Bogor
"gw ditawarin satu tahun lagi di desa buat ngebangun bumdes (badan usaha milik desa) selesai program tapi gw bilang, gw gak bisa sendiri, gw butuh temen, gw bilang aja buat rekomendasiin elu, okelah gw di bagian pemasaran, perhitungan class flow  entarkan lu bisa di desain buat promosi sama desain kemasan, gimana yan?"
yah memang setelah program rencanaku adalah belajar kultur jaringan anggrek dan pembuatan akrilik agar bisa memboomingkan icon kotaku di kalimantan sana yang belum tersentuh. mungkin menetap lebih lama di bogor adalah pilihan terbaik untuk menambah pengalaman dan relasi, mau menambah satu tahun lagi merantau yan? menggenapkan menjadi 10 tahun merantau? 2006 -2016 Insya Allah, semoga disempatkan takdir mumpung masih diberikan kesempatan, mumpung masih muda, mumpung masih sendiri, mumpung masih belum begitu banyak tanggungan. yah semoga ini pilihan yang terbaik yang di Ridhoi olehNya
"iya ju, aku coba 6 bulan pertama dulu selesai program ya.."
(bismillah) jawabku mantap


Merantaulah..
Kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah , manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang..
(Imam Syafi'i)

@Bogor, 30 Rabiul Awwal 1436/21 Januari 2015

Matahari Pagi di Musim Kemarau

Selasa, 30 Desember 2014

| | | 0 komentar

matahari pagi di musim kemarau
Saat langit jingga menyeruak hangat
Saat awan putih tipis beriringan sunyi
Saat burung2 berkicau riang
Saat anak2 kecil ramai mengejar layangan
dan inilah saatnya untuk berlari lebih kencang
( yAn, Bogor 2014)

bumi ke langit

Selasa, 18 November 2014

| | | 0 komentar
6 bulan sudah merantau ke kota hujan terhitung dari tanggal 30 mei 2014 membuatku bertemu dengan banyak orang baru dan ilmu-ilmu tentang bagaimana bersahabat dengan alam dan lingkungan hingga tercapainya keseimbangan dan kesejahteraan hidup. Sesuai dengan kodratnya Sang Pencipta yang penuh dengan keberkahan. Tentang kesederhanaan, tentang makna berbagi dan tentang merasa cukup dimana hanya ridhoNya sajalah yang harus menjadi tujuan utama.

Berbagai pertemuan dan kejadian membuatku berfikir bahwa aku telah berada dalam orang-orang satu lingkaran visi, orang-orang yang satu arus, satu cita-cita, satu mimpi besar sebagai bentuk "demo" sebagai bentuk protes, sebagai bentuk cinta mereka pada negri yang sedang berada di ujung tanduk ini yaitu dengan terus "berkarya dan bermanfaat"

Ah berapa banyak ayat-ayat Al Qur'an yang menyeru kepada manusia untuk berfikir " Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS: 2:219) itulah yang mengilhami para praktisi yang kutemui . Mereka adalah orang-orang yang senantiasa bertanya-tanya dan berpikir mendalam tentang apa makna kehidupan? Mengapa semua ini diciptakan? Bagaimana hubungan sebab akibat suatu kejadian? apa yang bisa saya lakukan? Dan harus memulai dari mana? Hingga akhirnya sampailah pada kalimat "tak ada kata untuk menyerah"

#lalu apa kontribusimu yan? Untuk agama dan bangsa ini? Kau ingin menjadi bagian dari mereka bukan? kau ingin memberi persembahan terbaik ke langit bukan?
:: Segeralah berbuat ::
.: Kerjakan apa yang bisa kau lakukan sekarang :.

*backsound : bumi ke langit - Bondan Prakoso

yang terbaik

| | | 0 komentar
yang terbaik itu..
tak kan pernah tergantikan
....
kalau ia tergantikan
berarti bukan yang terbaik
....
semoga diberikan yang terbaik
dan yang penuh dengan keberkahan
....
udah gitu aja :p

Sepi

Sabtu, 08 November 2014

| | | 0 komentar
"Semakin bebas seorang manusia, semakin ia merasa kesepian, tidak berarti dan terasing"
(Erich Fromm, dalam bukunya Escape From Freedom)

Sepertinya kata-kata diatas ada benarnya juga, bertemu dengan banyak orang, berpetualang sendiri mencari jawaban makna kehidupan mulai dari tanah borneo tempat kelahiranku, hingga 7 tahun menuntut ilmu di Timur pulau jawa. dan sekarang kembali lagi ke Barat Pulau Jawa. sepi, terasing dan tak ada yang peduli. karena hanya Allahlah penolong semata.

Tiba-tiba aku teringat sebait do'a : Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari rundungan sedih dan duka


Sebuah Rasa Berbalut Sejuta Rindu

Jumat, 07 November 2014

| | | 0 komentar
Siang itu selepas diskusi 1 jam yang aku ikuti dengan teman-teman seperjuangan IBD 2 dan Pak Mulyono selaku mentorship kita selama 3 bulan ini, Dengan berjalan kecil sambil kulihat hp di genggaman tangan dan satu pikiran yang menghantui dari kemarin “ingin telpon orang rumah” sudah 2 minggu tak mendengar suara-suara riang orang-orang di rumah. Baru saja mencari nomer kontak “aya” yang merupakan singkatan dari aa’ lia satu-satunya kakakku yang cantik itu.

Tiba-tiba.

“tes… tes…tes…bressss….”

Hujan…… jemurankuuuuuu…….

Bergegas lari ke arah mess putri dan menaiki tangga hingga loteng lantai 3 menyelamatkan jemuran. 2 minggu ini Bogor sudah memasuki musim penghujan, setiap hari hujan. Alhamdulillah, Allahumma shioban naafi'an. namanya juga Bogor kota hujan sebuah Kota di sebelah barat pulau Jawa yang memiliki curah hujan tinggi. 



Seusai tragedi penyelamatan jemuran kuraih lagi hp yang telah menemani 14 bulan perjalanan hidupku ini. Wuiii ada satu miscall dari “aya”

Ternyata kita memiliki satu rasa yang sama. Sebuah rasa berbalut sejuta rindu. Tepat 8 tahun sudah aku  merantau meninggalkan ayah, mamak dan sanak saudara. Berharap ini adalah perjalanan terakhir di tanah perantauan dan akan pulang ke kampung halaman pada suatu saat nanti untuk mengabdikan dari. Iya, nanti. Pada saat aku benar-benar telah siap dengan berbagai macam ilmu yang telah ku dapat untuk mejadi pribadi bermanfaat, berkarya, dan menebar kebaikan sebagai bentuk bakti kepada Yang Maha Kuasa dan kedua orang tua. Sebelum kewajiban berbakti dan taat kepada kedua orang tua berpindah kepada orang lain yang entah siapa. Semoga diberikan yang terbaik olehNya. 

“Assalamu’alaykum.. haloo”
“Wa’alaykum salam. Sibuk kah yan?”
“nggk, hujan tiba-tiba jadi angkat jemuran dulu”
“ooh. Disini juga hujan, barusan aja..”
Suara di ujung sana “itu siapa mak? A’ni kah” (yaya keponakanku umur 3 tahun)
                                  “iya a’ni. Sini gendong nini” (ah. Ini suara mamakku)
                                  “ini lemari taruh dimana?” (ini suara ayahku)
…………………………………………………………………………………………………………………………………
Sebuah Rasa Berbalut Sejuta Rindu
Sesungguhnya Engkau tahu, Bahwa hati ini telah berpadu, Berhimpun dalam naungan cintaMu, Bertemu dalam ketaatan, Bersatu dalam perjuangan, Menegakkan syariat dalam kehidupan, Maka, Kuatkanlah ikatannya, Kekalkanlah cintanya, Tunjukilah jalan-jalannya, Terangilah dengan cahayamu, yang tiada pernah padam, Ya Rabbi bimbinglah kami, Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman, dan indahnya tawakal padaMu, hidupkan dengan ma’rifatMu, matikan dalam syahid di jalan Mu, Engkaulah pelindung dan pembela.