Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
18 Tahun Syahidnya Yahya Ayyash, Sang Muhandis :: Arsitek Bom Syahid Yang Mengguncang Penjajah Zionis
"Silahkan kau pilih wahai istriku tercinta, melepaskan aku sebagai suamimu atau hidup bersama-sama dengan jihad di dalamnya.."
-Yahya Abdul Latiff Ayyash-
Masih dalam suasana Intifadhah, gerakan perlawanan palestina yang meletus pada bulan desember 1988 yang terus berjuang hingga sekarang untuk membebaskan tanah suci palestina dan masjidil aqsa dari cengkraman zionis Israel.
Semoga Allah selalu memberikan kekuatan dan ketabahan. Allahummanshur ikhwanal muslimiina fi filistiin..
5 januari 1996 Yahya Ayyash menjemput syahidnya. namun jasa besarnya tak pernah dilupakan oleh rakyat palestina. seperti yang dikatakan Petinggi Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Hussam Badran, menilai bahwa Ir. Yahya Ayyasy, yang pada hari ini diperingati hari kesyahidannya, bersama rekan-rekannya mampu menciptakan perubahan spektakuler dalam perimbangan konflik dengan penjajah Zionis.
Dia menyatakan, melalui aksi-aksi syahid yang dia susun dan dia rencakan, Ayyasy berhasil menghancurkan teori keamanan pribadi Zionis dan suatu kemajuan yang spektakuler dalam perimbangan pertahanan, meski tidak ada perimbangan kekuatan.
Juru bicara Hamas ini menilai bahwa Ir. Yahya Ayyasy merupakan titik tolak dalam menghadapi penjajah Zionis. Dia menjadi tema perlawanan, kegigihan dan inovasi. Kesyahidannya menjadi menjadi tema untuk mengacam kartu konflik. Karena telah membuat penjajah Zionis harus membayar dengan harga yang mahal, beruta kematian dan ketakutan. Ini yang telah merubah peta kebijakan politik penjajah Zionis.
Badran menambahkan, Ir. Yahya Ayyasy merupakan pioner dan inisiator dalam kerja perlawanan. Dia telah memberi model teladan konkrit pada kemampuan perlawanan untuk membuat senjata secara mandiri.
Dialah sang muhandis ( Insinyur) Arsitek bom syahid, Awal aksi Yahya Ayyash di lakukan pada hari-hari Intifada II di tahun 1990-1991. Karena terbatas bahan peledak, Yahya Ayyash menggunakan bahan peledak dari bahan dasar kimia yang banyak tersedia di apotek dan toko obat dan medis. Aksi ledakan pertama dengan meledakkan sebuah mobil Yahudi di Ramata. Sejak itu penjajah zionis harus kejar-kejaran dengan Yahya Ayyash.
Jenderal Amnon Shahak, panglima pertahanan militer penjajah zionis saat itu menegaskan, pihaknya menghadapi ancaman startegis jika aksi bom syahid berlanjut. Gadon Azzar, mantan wakil dinas intelijen penjajah zionis menegaskan, keahlian Ir. Ayysh kelihatan dalam merakit bom dari bahan yang sangat sederhana.
Meski 18 tahun berlalu, murid-murid dan kader komandan Yahya Ayyash berhasil memukul telak benteng pertahanan negara penjajah zionis yahudi melalui operasi perang “Hijaratus sijjil” yang dimenangkan oleh kelompok perlawanan dan menggagalkan target musuh.
ROAD SHOW PALESTINE HANDS OF JAVA FOR PALESTINE oleh FSLDK Surabaya Raya
“Palestinian Cry Justice Now
: Save the life of Our Children”
Sejak pendirian secara
unilateral negara Israel, diskriminasi terhadap pendidikan Palestina telah
menjadi unsur kunci dalam proyek Israel melawan perjuangan Palestina demi
keadilan dan kebebasan di tanah air mereka. Israel melakukan
beragam upaya penghancuran infrastruktur pendidikan. Sejak 2000, sebanyak 12
kampus dan sekolah telah ditutup Israel lewat instruksi militer, sebanyak 1.125
sekolah dan kembaga pendidikan tinggi dibekukan aktivitasnya, dan sebanyak 316
serangan terhadap lembaga-lembaga pendidikan, pengajaran, sekolah, kampus,
kantor departemen, dan kantor pendidikan terjadi, serta sebanyak 43 sekolah
diubah menjadi tanksi militer Israel.
Berdasarkan
laporan “Palestine: The education of children at risk”, Save The
Children Alliance, West Bank and Gaza (2001), kekerasan yang terjadi
di Palestina sebagai efek krisis yang terjadi telah membawa kepada berkurangnya
akses pendidikan serta pelayanan-pelayanan dasar lainnya, termasuk perawatan
medis darurat. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa anak-anak Palestina
telah memiliki pemahaman yang jelas tentang hal ini kemudian terlibat dalam
tindakan politik awal karena melihat hak-hak mereka tereduksi. Sulit untuk
mencegah anak-anak terlibat dalam konfrontasi ketika hak-hak mereka
terus-menerus terkikis, namun sistem pendidikan Palestina telah berhasil
menjaga anak-anak aktif dan fokus pada kebutuhan-kebutuhan anak-anak. Hak-hak
anak-anak juga dipengaruhi oleh rezim hak yang dilemahkan oleh interpretasi
sepihak Israel atas kewajibannya di bawah hukum internasional dan implementasi
proses perdamaian. Dalam laporan yang lebih aktual, Palestinian
grassroots Anti-Apartheid Wall Campaign (2007) menyebutkan bahwa sejak
1948 warga Palestina di bawah kendali Israel telah menghadapi sistem pendidikan
yang rasis dan represif yang merupakan bagian integral dari pendudukan Israel.
Sejak September 2000, dengan dimulainya Intifadhah kedua, Israel kembali
melancarkan serangan-serangan militer terhadap institusi-institusi pendidikan
Palestina. Sejak 2002, dinding yang didirikan Israel yang mengelilingi dan
mengisolasi kota-kota dan desa-desa Palestina di Tepi Barat pun menjadi salah
satu sarana diskriminasi terhadap pendidikan Palestina, dengan sistem gerbang
dan perizinan yang memenjarakan warga dalam desa-desa tersebut dan memisahkan
mereka dari tanah, pekerjaan, pelayanan kesehatan, dan fasilitas pendidikan
mereka. Karena kesulitan melewati pos pemeriksaan, kebanyakan pelajar kini
harus belajar di universitas yang paling dekat dengan rumah mereka, atau
menyewa akomodasi dengan biaya yang besar.
Hands of Java
for Palestine ini adalah suatu bentuk perhatian dan kontribusi yang kontinyu
dari Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) terhadap kondisi
Palestina kini dan masa depan. Tujuannya untuk memberikan suatu Penjelasan
kepada masyarakat khususnya civitas akademika Pulau Jawa terhadap masalah
utama terkait Pendidikan di palestina , yang difokuskan pada
situasi dimana dalam Penjajahan. Sehingga, tumbuhnya Kesadaran dan Kepedulian
Masyarakat untuk bersama Membantu berkembangnya Pendidikan di Palestina.
Tersimpan harapan besar kami untuk membantu saudara-saudara di Palestina dengan
mengadakan penggalangan dana. Seluruh dana yang terkumpul pada acara ini akan
disumbangkan untuk pembiayaan operasinal TK di Palestina. dengan pembicara
Syekh Yaqub Sulaiman ketua yayasan As-Salam yang didatangkan langsung dari
palestina melakukan Road Show mulai dari IPB bogor, UGM Jogjakarta, hingga road
show terakhir di timur pulau jawa yaitu di surabaya pada tanggal 25 Desember
2012 di masjid Baiturrazaq dengan kepanitiaan yang dibawahi puskomda Surabaya
Raya (UKKI UBAYA) di bantu dengan BP-BP puskomda yang lain seperti JMMI ITS,
STAIL Hidayatullah, UKMBI UWKS, UKKI Unitomo dl
Berikut
isi dialog yang diterjemahkan oleh Yoga, alumnus Al-Azhar Kairo Mesir,
Saya
menyampaikan salam dari masyarakat Palestina, “Kami(masyarakat Palestina)
mencintai kalian karena Allah.”
Perjuangan
kami bukanlah perjuangan mempertahankan tanah air tapi perjuangan berdasarkan
aqidah berlandaskan aqidah Islam. Mereka berkeyakinan bahwa perjuangan ini
berlandaskan aqidah maka wajib bagi kami bahwa untuk menghancurkan virus-virus
yahudi di segala penjuru dunia yang sudah mulai merambah seperti di firman
Allah bahwa yahudi tidak akan berhenti sampai kalian mengikuti yahudi dan kami
akan terus melakukan perjuangan ini yang tidak pernah lepas dari pegangan Al
Quran dan As Sunnah. Dalam perjuangan ini juga kami yakin tidak sendirian, kami
yakin pemuda di sini siap berjuang bersama kami seperti sahabat Al Aqsa. Pemuda
muslim Indonesia siap berjuang bersama kami. Perjuangan yang dilakukan
masyarakat Palestina kepada Yahudi, tidak pernah berakhir akan terus berulang
dan berulang hingga terakhir hijarotul
sijjil perang 8 hari 7 malam. Alahmdulillah Palestina bisa mengalahkan yahudi
walaupun mereka mempunyai senjata yang canggih. Yahudi adalah orang-orang yang
takut mati kemudian mereka meminta kepada Amerika dan Eropa untuk membantu
mereka dalam gencatan senjata.
Keadaan
kami saat terjadi peperangan sangat mengerikan , serangan lewat darat, laut,
menghancurkan rumah, sekolah bahkan masjid. Anak-anak kecil yang tidak berdosa
tidak pernah tahu bagaimana bentuknya senjata menjadi sasaran utama. Karena
yang mereka takutkan adalah jika mereka besar nanti akan ada tambahan
perjuangan dari kaum muda. Walaupun kami pahami bahwa yahudi tidak pernah
lepas dari negara barat (Amerika) namun mereka tetap takut dengan mujahidin-mujahidin
kami. Dalam perjuangan kami mempunyai tangan yang siap berjuang ketika
menghadapi yahudi, dan tangan yang siap
membangun ketika rumah-rumah kami dihancurkan.
Salah
satu nikmat ketika datang ke Indonesia adalah saya merasakan harapan kemenangan
karena kita semua turut membebaskan Al Aqsa (suatu saat nanti akan turut serta
bersama-sama membebaskan Al Aqsa). Satu kesan yang saya ingat tentang Indonesia
ketika perang tahun 2008 adalah kafilah Indonesia yang pertama kali memberikan
bantuan dengan berkata,”kami (Indonesia) selalu bersama kalian dengan ruh, jiwa
dan harta kami.”
“Begitu juga dengan masyarakat Palestina, kami
akan selalu bersama dengan Indonesia”.
Tanah
Palestina adalah tanah waqaf di zaman Rasul. Jadi Palestina bukan hanya milik
penduduk Palestina saja, tetapi
milik muslim di seluruh dunia. Oleh karena itu pembebasan Palestina bukan hanya
milik penduduk Palestina tetapi teremban di pundak-pundak kaum muslim ada
kewajiban membebaskan Palestina dan
juga Al
Aqsa. Perasaan kami masyarakat Palestina
ketika di media-media, penduduk Indonesia turun ke jalan untuk demonstrasi
semakin membuat masyarakat Palestina yakin bahwa kami tidak sendiri. Harapan kami ialah agar kita dapat
bersama-sama kaum muslim dunia untuk membebaskan Al-Aqsa .
Pesan
dari Syeikh Yaqoub M. Sulaiman kepada pemuda muslim Indonesia sebagai berikut,
“Di
pundak-pundak kalianlah kemajuan suatu bangsa, kemajuan teknologi. Di tangan-tangan
pemudalah kebathilan dapat diperbaiki. Berkaryalah wahai para pemuda karena
pemudalah yang selalu berkarya namun jangan pernah terlepas dari empat hal
berikut:
- Keimanan, dengan yakin kepada Allah
- Keikhlasan
- Kemauan
- Pelaksanaan
Maka
wahai pemuda muslim, yakinlah dapat mengubah dunia walaupun dengan cara
perlahan-lahan. Masa muda adalah masa keemasan sehingga pergunakanlah
sebaik-baiknya. Jangan sampai kita menjadi budak-budak yahudi.
Mengapa
serangan yahudi sering dilakukan pada pagi dan siang hari? Karena mereka
menyerang anak-anak usia dini agar mereka takut pergi ke sekolah dan ibu-ibu
takut sehingga tidak mengijinkan untuk bersekolah.
Rasul
pernah mengatakan bahwa kami akan menang jika yang berperang adalah para pemuda
dan kami akan kalah jika yang berperang merupakan orang-orang yang sudah tua. Oleh karena itu, setiap dari
kita pasti akan dimintai pertanggung jawaban mengenai dua hal yaitu digunakan
untuk apa usia kita dan sejauh mana sumbangsih kita terhadap dakwah agama
islam.”
Di
akhir kajian, kami diperlihatkan dokumentasi keadaan Palestina sebelum
diserang, saat diserang dan beberapa saat setelah diserang. Dan tempat sasaran
utamanya adalah kantor-kantor pusat Palestina, kepolisian maupun
sekolah-sekolah.
Sebagai
penutup, beliau mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan apresiasi
terutama dari (FSLDK) forum silaturahim lembaga dakwah kampus serta kembali
berpesan untuk memanfaatkan masa muda sebaik mungkin untuk perjuangan islam
karena kita tidak pernah tahu kapan maut akan menjemput. Kami juga ingin ikatan
antara Indonesia dan Palestina dapat lebih dari ikatan aqidah islam yaitu
ikatan dalam nasab. Jadi dipersilahkan pemuda-pemuda Indonesia yang siap
menjadi mujahidin beliau bersedia menjadi “mak comblang” dengan akhwat
palestina . dan perempuan Indonesia yang bersedia menjadi istri mujahidin
palestina juga dipersilahkan. Bahkan beberapa saat yang lalu telah ada pemuda
Indonesia yang menikah dengan perempuan palestina.
Ini poster yang di bikin lutfi, anak Despro karena aku baru pulang dari pacet jam 8 malem, Alhamdulillah jam 6 sore udah ada yang menawarkan diri buat bikin poster, saatnya yang muda yang berkarya ^^
ini foto syekh Yaqub M. Sulaiman didatangkan langsung dari palestina, Subhanallah
Ini masjid Baiturrazaq, SIER... pertama kali kesini waktu jalasah ruhiy kalau gak salah, masjidnya bagus, dikelilingi sungai, ada perahu juga, ada jembatannya, ikannya juga banyak pada loncat-loncat gitu...jadi pengen nagkep plus jadi laper #uups.. hihihihi
Yang di bawah ini TK Bintang Al-Qur'an di gaza yang pembangunannya di bantu oleh FSLDK dan Sahabat Al-Aqsa
cerita bocah palestina
Ayyash dan Aqil
“Relakah kalian tanah air kita ini, kiblat pertama umat islam dijajah, relakah kalian saudara-saudara kita di bantai di masjid-masjid ketika sedang melaksanakan shalat? Masih ingatkah kalian tentang pembantaian Shabra Shatilla, pembantaian di Masjid Ibrahim Hebron, dan masih banyak pembantaian lainnya yang tidak berprikemanusiaan?. Katakanlah anak-anakku katakanlah Kullunaa Imad Aqil, kulluna Yahya Ayyash, kullunaa Ahmad Yassin!!! Khaibar khaibar yaa Yahuud?!, saatnya berjuang, jangan takut untuk melawan Israel anak-anakku. Buktikan bahwa kita bukanlah bangsa yang lemah karena sesungguhnya Allah selalu bersama kita. Jangan pernah ragukan hal itu dan bersabarlah” ungkap umi fatimah dengan sorot matanya yang tajam. Seperti malam-malam sebelumnya, aku selalu terpana dengan cerita-cerita para pejuang tanah airku yang disampaikan umi fatimah. Getaran hebat gelora jihad dapat kurasakan di dalam dadaku, bahkan sepupuku, kuperhatikan dari tadi telah mendengarkan dengan seksama sampai tak bergeming.
“Umi, bolehkah aku bertanya, kenapa aku dan Aqil diberikan nama Muhammad Yahya Ayyash dan Muhammad Imad Aqil ? apakah ada hubungannya dengan pejuang tanah air kita yang selalu kita sebut itu? ” tanyaku kepada wanita yang telah mengasuhku sejak kecil ini. Walaupun umi Fatimah bukanlah ibuku, tetapi dialah pahlawan hidupku yang rela merawatku sejak meriam Israel itu melalap habis rumah dan mensyahidkan ayah dan ibuku.
“Benar Ayyash, Jadi ceritanya memang umi dan adik umi, yaitu umi lathifah ibunya Ayyash sepakat untuk memberikan nama buah hati kami yang kebetulan lahir bersamaan dengan nama Muhammad Yahya Ayyash dan Muhammad Imad Aqil dengan harapan kalian berdua bisa meneladani akhlak Rasulullah dan berjuang tiada gentar melawan Israel layaknya Yahya Abdul Lathif Syathi Ayyash yang terkenal dengan kepandaiannya merakit senjata yang bisa memukul telak kecanggihan senjata Israel dan Imad Hasan Ibrahim Aqil yang tak kenal takut walaupun di akhir hayatnya dikepung oleh ratusan tentara Israel lengkap dengan puluhan tank dan panser, 60 bom dan beberapa helikopter”. Penjelasan dari umi Fatimah tersebut membuatku dan Aqil tertegun beberapa saat. “Ayo akhi Ayyash, berarti kamu harus lebih banyak belajar merakit bom dari sekarang” seru Aqil sambil menepuk-nepuk bahuku. “Eeh, kamu juga Qil” seruku tidak mau kalah.
“Ya sudah anak-anak, sekarang sudah malam, saatnya tidur supaya tidak telat untuk Qiyamullail. Besok juga mau belajar memanah sama abi Sayyid kan?”. Aku dan Aqil mengangguk mantap menjawab pertanyaan tersebut seraya berebut mencium tangan kanan umi Fatimah. Ku bantu beliau untuk berdiri dengan tongkat jalannya karena kaki kirinya telah dirampas oleh bom Israel.
Ku ambil mush’ab yang ada di samping kasurku, ku baca perlahan-lahan kalimah-kalimah Allah, rasa sejuk menyusup seketika. Namun tiba-tiba Aqil mengagetkanku dengan kertas putih yang penuh dengan coretan-coretan abstrak yang dihadapkan kewajahku. “Siap untuk misi rahasia selanjutnya kan akhi? Aku sudah menyusun strategi buat rencana kita kemaren” serunya dengan riang. Kuambil kertas itu, kuperhatikan dengan detail, itu adalah peta jalan rahasia untuk petualangan kita di esok hari.
Masih ku ingat jelas petualangan seru hari-hari yang lalu dengan misi-misi rahasia yang kita buat. Mulai dari misi-misi kecil dengan melempari pasukan Israel dengan batu, melempari baling-baling helikopter dengan batu dan gunting hingga burung besi kepunyaan kaum kufar itu jatuh, menaruh bom rakit sederhana yang telah di ajarkan abi Sayyid di bawah tank militer Israel, hingga misi besar yang kita lakukan bersama abi Sayyid 3 minggu yang lalu yaitu menghancurkan Tank baja jenis merkava 3 lengkap dengan 3 serdadu Israel di dalamnya. Strategi canggih dari abi Sayyid yang telah lama bergabung dengan batalyon Izzudin Al-Qossamnya HAMAS, aku dan Aqil membantu menaruh bom 100 kg di jalan yang akan di lewati tank bongsor tersebut dan dari kejauhan abi Sayyid menembakkan bom tersebut hingga merkava menjadi berkeping-keping.
Semua ini aku dan Aqil lakukan, tidak lain dan tidak bukan hanya untuk membela tanah air kami negri Palestina, dan untuk melindungi Masjidil Aqsha. Sudah 62 tahun sejak deklarasi Negara zionis Isreal tersebut di yerusalem telah menjadi kengerian tersendiri bagi kami, telah lebih dari ratusan ribu warga kami kehilangan ayahnya, ibunya, anaknya, rumahnya, pendidikannya, dan haknya untuk menikmati khusuknya shalat di masjid nan suci Al-Aqsa. Bahkan mereka dengan semena-mena berbuat keji dan sasaran utama kebiadaban mereka adalah wanita dan anak-anak, belum lagi penyiksaan-penyiksaan diluar batas yang telah mereka lakukan, tubuh yang dikuliti, wanita hamil yang ditusuk kandungannya, hingga anjing-anjing yang mereka lepaskan untuk memakan anak-anak Palestina. Ah, mendidih darah ini kalau mengingat kekejian mereka. Ya Allah, kapankah kami terbebas dari penjajahan ini?
“Eh, gimana ini akh? Setuju gak jalan rahasia untuk besok lewat rute ini? Bahan-bahan sudah kau siapkan?” senggolan Aqil membuyarkan lamunanku. Kupandangi lagi coretan tersebut, akhirnya aku mengangguk dengan mantap sebagai tanda setuju.
Pagi ini sinar mentari menyapu setiap sudut palestina aku dan Aqil mengendap-ngendap menuju kebun anggur Israel yang berdekatan dengan kamp mereka. Kukumpulkan dedaunan kering di sekitar kebun Aqil pun bersiap dengan minyak gas yang dibawanya. Inilah misi kami hari ini yaitu membakar kebun anggur yang mengelilingi kamp Israel. Sangat susah untuk sampai kesini, perlu percobaan berkali-kali hingga pertahanan terakhir untuk menuju kamp ini dapat kita tembus. Jangan pernah ragukan kemampuan kami walaupun usia baru 11 tahun. “Sudah cukup akhi ayo nyalakan apinya” kataku setengah berbisik kepada Aqil. Aqil pun memantikan api kededaunan kering yang telah disiram dengan minyak. Wush! Sejurus kemudian jago merah melahap galak kebun anggur yang mengelilingi kamp tersebut. Aqil lari tunggang langgang dan aku pun tak mau kalah, mengekor dibelakangnya. Dari kejauhan sayup-sayup kudengar serdadu Israel panik dan mengoceh ramai dengan bahasa ibraninya.
Aku dan Aqil tak pernah menyangka kebakaran dikebun anggur Israel tersebut ternyata cukup membuat gaduh dan membuat orang bertanya-tanya, siapa berbuat ulah?. Dengan mudahnya guru kami abi Sayyid mengetahui bahwa itu adalah kerjaanku dan Aqil. “Tak apa-apa, kalian berbuat seperti itu sudah menunjukkan bahwa kalian adalah anak-anak yang berani dan cerdas, tahukah kalian bahwa anggur mempunyai minyak yang membuat ia jadi mudah terbakar dan melahap habis kamp israel tersebut? Jika kalian ingin membuat misi lagi bicaralah terlebih dahulu kepada abi, yang abi takutkan sekarang Israel akan melakukan serangan balik, berhati-hatilah mulai sekarang dan abi mohon semua yang kalian lakukan bicarakan dulu dengan abi, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh, jadi kita tidak bisa bergerak sendiri karena kita akan lebih kuat kalau bersama-sama, sekarang pulanglah umi Fatimah pasti mengkhawatirkan kalian”. Kulihat ada guratan kecewa dalam wajah abi, setelah bertemu dengan kami abi tampak serius berbicara dengan orang-orang berkifayeh. Ada apa sebenarnya?. Entahlah, aku berharap tidak terjadi hal buruk dikeesokan hari.
Baru sekejap aku memejamkan mata terdengar desingan peluru yang membabi-buta. ”Ayyash bangunlah, benar apa yang dikatakan abi, Israel menuntut balas atas perbuatan kita” Aqil berteriak sambil menarik tanganku. Bergegas aku dan Aqil keluar dari kamar, kulihat Umi Fatimah berdiri dengan tongkatnya . “Aqil, Ayyash mau kemana kalian? Jangan jauh-jauh dari umi” teriak Umi Fatimah. “Aqil ijin berjihad umi” setengah berlari keluar dilawannya seradadu-serdadu Israel dengan batu-batu seadanya, akupun tak mau kalah kupunguti batu-batu didepan rumah kami, perjuangan ini baru saja dimulai. Allahu Akbar!! jeritan Aqil membuat ku terkejut Masya Allah, satu peluru telah bersarang di bahunya dan satu lagi di kakinya. Tergesa aku memapah saudaraku tersebut “Isbir ya Akhi, isbir”, ku bopong Aqil di punggungku, lemas sudah badannya. Kubawa lari Aqil hingga terseok-seok langkahku, aku tak peduli tujuanku sekarang adalah menyelamatkan Aqil ke ruang bawah tanah dirumah abi Sayyid yang telah bertahun-tahun menjadi kamp pengobatan. “Ayyash, bahu dan kakiku panas” rintihan Aqil menyayat hati ini “Isbir yaa Akhi, sabarlah saudaraku, rumah abi sayyid sudah dekat, isbir,isbir. Allahu Akbar!!” kurasakan panas di kaki kananku, dengan tenaga yang tersisa kulangkahkan kaki dengan terhuyung-huyung. Hingga akhirnya kurasakan gelap diseluruh pandanganku.
* Kullunaa Imad Aqil, kulluna Yahya Ayyash, kullunaa Ahmad Yassin = kamilah Imad Aqil, Kamilah Yahya Ayyash, Kamilah Ahmad Yassin
* Khaibar khaibar yaa Yahuud = ingatlah peristiwa Khaibar wahai Yahudi (jadi dalam hal ini memperingatkan Yahudi akan peristiwa Khaibar di mana Rasulullah dan kaum muslimin-lah yang menang)
* Umi = Ibu
* Abi = Ayah
* Akhi = Saudara (laki-laki)
* Isbir = Sabar
* kifayeh = Sorban Khas Palestina
* Pembantaian Shabra Shatilla = pada 18 September 1982 dengan jumlah syahid 12.000 yang kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua
*Pembantaian Masjid Hebron = saat muslim shalat dilempar granat dan di tembaki di masjid tersebut
Langganan:
Postingan (Atom)














+copy.jpg)
