Tampilkan postingan dengan label Budaya Banjar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Banjar. Tampilkan semua postingan

penawar rindu

Jumat, 13 Februari 2015

| | | 0 komentar
Sudah hampir setahun gak pulang ke rumah. yaah setidaknya memasak makanan khas banjar bisa jadi penawar rindu


kiri : rabuk iwak (abon ikan) biasanya di rumah pakai ikan gabus. tapi kaena kemarin dapet ikan lele gratisan segede bagong hampir 3 kilo. ya pakai lele aja rasanya mirip2 dah 

kanan : intalu masak habang : telur masak merah. ini niih yang biasanya pagi-pagi terhidang di meja sebelum berangkat ke sekolah plus nasi kuning

Bubur Asyura Tradisi Suku Banjar Memperingati 10 Muharram

Kamis, 21 November 2013

| | | 0 komentar

Sore menjelang maghrib 10 Muharram 1435 H/16 November 2013 M

“Bubur Asyuranya ding” (bubur asyuranya dek) seketika aku menoleh pada pemilik suara tadi, berbalik arah setelah selesai mengunci pintu toko usaha keluarga ini. Sejenakku amati pemilik suara itu berpeci, baju koko lengkap dengan sarungnya sambil mengulurkan satu mangkuk kecil berisi bubur asyura dalam plastik.

“Gasan ulun kah?” (buat saya?) balasku yang keheranan.
“iya gasan ading” (iya, buat adek)

“Dari mana ini? Ooo pesantren tahfidz dihiga ulun yang bubuhan hadramaut itu kah?” (Dari mana ini? Dari pesantren tahfidz disebelah (yang dipangku orang-orang lulusan Hadramat, Yaman, Timur tengah ) ya?) tanyaku lagi yang baru mengerti sosok ini datang dari mana.

“Inggih” (iya)

“Makasih lah” (Terima kasih)

Pulang kerumah sudah ada 2 mangkuk bubur asyura juga di atas meja makan¸wah wah bukan aku saja yang dapat bubur asyura nih. Ibu yang membuat bubur dengan ibu-ibu pengajian membawa bubur yang telah dibuat bersama-sama dan kakak yang dapet bubur dari surau sebelah.

Apaan sih bubur asyura? Kok 10 muharram malah bagi-bagi bubur? Kan anjurannya puasa kok malah pada makan bubur?

Eeeiiitss jangan salah paham dulu nih. Itu bubur juga dimakannya setelah adzan maghrib lah. Ini adalah tradisi masyarakat banjar melayu yang memang dari jaman beauhula sudah dilakukan. Sejarahnya gimana sih? Dan kenapa harus bubur coba? Kenapa bukan soto banjar atau ketupat kandangan sekalian? Kan katanya ini adalah budaya yang turun temurun, makanan khas kalsel kan yang paling trend soto banjar sama ketupat kandangan. Wah kenapa ya? Kita tilik langsung aja deh asal usul bubur asyura ini.

Di kalangan suku Banjar yang merupakan muslim Sunni di Kalimantan, Hari Asyura diperingati dengan membuat bubur Asyura yang terbuat dari beras dan campuran 41 macam bahan yang berasal dari sayuran, umbi-umbian dan kacang-kacangan. Bubur Asyura tersebut akan disajikan sebagai hidangan berbuka puasa sunah Hari Asyura.

Asyura merupakan peringatan hal-hal di bawah ini dimana Muslim, khususnya Sunni percaya terjadi pada tanggal 10 Muharram.
·        Bebasnya Nabi Nuh dan ummatnya dari banjir besar.
·        Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrudz.
·        Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemua dengan Nabi Yusuf pada hari Asyura.
·        Nabi Musa selamat dari pasukan Fir'aun saat menyeberangi Laut Merah.
·        Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal.



Pembuatan bubur asyura ini diperingati untuk mengenang sekaligus mengambil hikmah dari berbagai peristiwa bersejarah bagi kaum Muslim sejak Nabi Adam alaihi salam (AS), manusia pertama yang diciptakan Allah SWT hingga kenabian Muhammad SAW, rasul terakhir sampai akhir zaman.
Disebutkan dalam kitab:

1. Nihayatuz Zain (Syeikh Nawawi)
2. Nuzhatul Majalis (Syeikh Abdul Rahman Al-Usfuri)
3. Jam’ul Fawaid ( Syeikh Daud al-Fatani)

Bahwa ketika bahtera Nabi Nuh berlabuh di Bukit Judi, baginda menyuruh kaumnya mengumpullkan barang makanan yang ada. Antara bahan yang dapat dikumpulkan ialah kacang baqila’/ kacang ful, kacang adas, ba’ruz , tepung , kacang hinthoh dan lain-lain. Semuanya ada tujuh jenis bijian lalu dimasak.

Dalam syair Imam Ibnu Hajar al-Asqalani pula dinyatakan:
“Pada Hari ‘Asyura ada 7 yang dimakan yaitu gandum (tepung), beras, kemudian kacang mash (kacang kuda), dan kacang adas (kacang dal). Dan kacang himmash (kacang putih), dan kacang lubia (sejenis kacang panjang) dan kacang ful.”

Tentunya karena bukan hadis nabi yang shahih tradisi ini bukanlah merupakan sesuatu yang bersifat Sunnah Rasul namun tidaklah jadi kesalahan kepada siapa saja yang ingin memasak, menjamu atau memakan bubur yang dinamakan bubur ‘Asyura itu. Sementara itu, sejumlah ulama atau pemuka agama Islam suku Banjar selalu mengingatkan, pembuatan bubur asyura bukan perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW, tapi hanya sebuah tradisi. Oleh karena itu kaum Muslim berhati-hati dalam menyikapi hari asyura ataupun niat dalam pembuatan bubur asyura agar jangan sampai menimbulkan kesyirikan atau kemusyrikan. Pergunakan tradisi ini untuk memperolah pahala bersilaturrahim, pahala bergotong-royong, pahala memberi orang makan, dan menunjukkan indahnya persaudaraan umat Islam.

Wallahu’alam bi shawab

Diamlah sebentar

Rabu, 04 September 2013

| | | 0 komentar


Ssssstt…. Diamlah sebentar

Pejamkan mata sejenak

Rasakan desau angin berhembus

Biarkan menyapa lembut



Sssst … duduklah sejenak kalau kau lelah

Nikmatilah masa sepimu,

Disini telah jauh dari hiruk pikuk

Tak akan ada yang tau



Ssssttt… Pandanglah sejenak disekitarmu

Hijau padang rumput

Embun menjelma kabut

Perahu tertambat disungai sana



Ssssstttt… Perhatikan lagi dengan seksama

Sungguh indah langit di atas sana

Betapa sempurna ciptaan-Nya


Stttttt  Borneo…. Aku datang lagi
Untuk menyapamu kembali
Tak akan pernah pergi lagi


Cara Menyantap Yang Unik Dari Banua Kita… (Khas Kalimantan Selatan :3)

Sabtu, 20 Juli 2013

| | | 0 komentar

Yang ngaku urang banjar kalau sudah bertahun-tahun merantau pasti rindu sangat dengan banuanya… terutama kuliner banua yang khas dan jarang di temui di tanah rantau seperti masak habang, nasi kuning, nasi samin, soto banjar, papais, cucur…  apam barabai , lamang ataupun pakasam yang khas dari daerah hulu sungai (ayuuu nang ngaku urang hulu sungai angkat jempol batis tinggi2 XD)..yang telah disebutkan diatas mungkin adalah makanan berat yang sering kita rindukan.. tapi ternyata ada juga makanan yang sering kita temui di tanah rantau yang kalau menurut mereka adalah makanan biasa tetapi karena cara menyantap urang banua yang berbeda menjadi unik bahkan aneh menurut orang awam.. apa aja siii?? Pengen tau? Yuuk lanjut gan :

1.     1.   Buah Semangka

Dari kecil ane liat ayah ane yang asli urang hulu sungai setiap makan semangka pasti di sebelahnya udah di siapkan mamak piring kecil yang berisi garam plus potongan cabe. Jadi cara makan buah semangka versi keluarga ane adalah
·       Buah semangka dipotong-potong
·       Ambil garam dengan ujung jari telunjuk
·       Lumuri semangka dengan garam yang sudah bercampur biji cabe tadi
·       Rasa semangka yang segar manis, bercampur rasa asin plus pedas.
Benar-benar sensasi menikmati semangka yang tak pernah ane temui dimanapun selain dirumah, bisa ente coba gan kalau penasaran sama rasanya ~XP … kalau ditanah rantau mah rasanya ada yang kurang gitu kalau makan buah semangka tanpa garam dan cabe..  eeeh waktu ane ribut-ribut  nyari garam ma cabe malah dikatain aneh ==”

2.     2.   Buah Nangka

Pastinya yang ngaku urang banjar sudah tidak asing dengan yang namanya “mandai” dulu waktu jaman ane kecil mamak bingung mau makan apa di akhir bulan, gak da sayur, gak da lauk.. bagian dari buah nangka yang sudah di sulap menjadi “mandai” pun bisa jadi teman akrab nasi untuk mengisi perut yang keroncongan. Mandai terbuat dari bagian buah nangka gan.. nah loo bingung kan gmna kog bisa-bisanya buah nangka dimakan sama nasi.. yang jelas bukan buahnya langsung yang dimakan sama nasi. Ane sendiri juga kagak kebayang dah gimana rasanya makan nasi sama buah nangka “== .. bagian buah nangka yang dijadikan mandai bukan buah yang bulat ada bijinya itu, tetapi bagian yang biasanya melambai-lambai seperti rumput, atau mirip-mirip bentuknya kayak kwe tiaw alias mie pipih itu loh gan.. nah bagian tersebut di potong kotak-kotak dan dibuang bagian kulitnya, direndam dalam beberapa waktu dalam air garam (mirip-mirip asinan lah) setelah dirasa cukup asin digoreng pakai minyak… dan siap disajikan menjadi pengganti lauk ataupun sayur si temannya nasi agar tidak sendiriran.. rasanya… hmmmmm tak terlukiskan XD

3.     3.   Rujak belimbing dan jambu air

Dulu di depan rumah ane ada satu pohon belimbing dan dua pohon jambu air .. kalau lagi musim tu buah. ane ma sodara2 ane siap-siap ambil bagian.. kakak ane langsung ambil pisau, tikar dan piring, adik ane langsung ambil kecap dan cabe. Dan ane langsung ambil tongkat “penjuluk” buat metik belimbing atau jambu airnya.. kita siap untuk merujak ..
·       Belimbing dan jambu air di ambil dari pohon langsung dicuci bersih kemudian dipotong-potong
·       Siapkan piring kecil untuk “meramu” kecap manis dan potongan cabe
·       Nikmati potongan belimbing atau jambu air  yang sebelumnya dicocol ke kecap penuh cabe tadi
Rasanya tak terlukiskaaan XD dan lagi-lagi ketika ingin merujak dengan style tersebut ditanah rantau ane dibilang aneh lagi gaan ==”
 #plaaaak, suka-suka ane dong mau makan dengan cara yang gmna >< …

4.    4.    Cacapan

Karena rumah ane deket sungai dan laut ane jadi sering makan ikan. Dan kalau makan ikan sejak kecil tak lengkap rasanya tanpa ada cacapan.. cacapan itu ya bisa dianalogikan cocolan sebelum lauk dimasukin kemulut,, kalau ditanah rantau biasanya kan sambel yang cocolin kelauk kalau di banua namanya cacapan. Cacapan ini ada 2 versi gan.
Versi 1 = (campuran dari air, asam, garam, potongan bawang dan cabe) disediain dipiring kecil, kalau cacapan ini biasa disebut cacapan asam
Versi 2 = (campuran dari kecap, potongan bawang dan cabe) disediain dipiring kecil

Ini kesukaannya ayah.. yang kalau dimalam hari jam 11 keatas tiba-tiba suka kelaparan “yaan, gorengin ikan yaa. Ayah mau makan”.. “iya. Yaah”.. biasanya waktu ane goreng ikan ayah ambil nasi di piring plus bilang “bikinin cacapan asam juga yaan”… “woke-woke yah”…”yaan, krupuknya habis ya? Goreng krupuk juga yaa”…”Zzzzzzzzz ==”

5.     5.   Acar Martabak

Ane dari kecil paling suka sama yang namanya Martabak gaan, favorit ane dulu beli martabak yang jualan di terminal tanah habang kota pelaihari, waktu ane kecil dulu harganya 1500 perak, krismon jadi 3000 perak , sekarang mah jadi 7000 perak dengan porsi yang sama.  Yang paling ane suka dari martabak yang jualan di terminal itu adalah air acarnya yang banyak… kalau di tanah rantau ane beli martabak, acarnya cuman dikasih potongan timun sama cabe doang gan. Kagak ada airnya ==” rasanya benar-benar ada yang kurang bin gak lengkap... karena udah kebiasaan sebelum entu martabak dimasukin kemulut di cocolin ke air acarnya dulu… rasanya lagi-lagi tak terlukiskaaan ~XD

Lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya.. artinya? Beda daerah menjadi hal yang lumrah beda kebiasaan dan adat budaya. Yaah namanya juga merantau gan, pergi ke tanah orang kita dianggap berbeda, aneh, unik bin ajiib sudah biasaa yang penting aqidah islam masih terjaga, bener nggak?.

So, gak peduli gan mau cara menyatapnya yang berbeda asalkan makanannya halal wa thoyib. Yang bikin beda di Sisi Allah mah Taqwanya. Jangan jadikan perbedaan sepele seperti ini malah menjadi pemecah belah, okeh.. Karena memang sudah takdirnya kita diciptakan berbeda dalam kelompok berbangsa-bangsa ataupun bersuku-suku seperti halnya Firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an Surah Al-hujuraat ayat 13 ini..

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al-Hujuraat : 13)

Alhamdulillah udah rajab wahini buhannya ai ^^

Selasa, 22 Mei 2012

| | | 0 komentar
kurang dua bulanan lagi nah bulan puasa, asa kaganangan raminya puasaan di banua.. pas lagi halus maka rami banar hari-hari pas handak puasaan tuh, di rumah-rumah panggung di lampui. ba'arakan lawan sepupu-sepupu pas malam-malam beolahan obor lawan laduman nang di olah sabarataannya dari bambu,, timbul muhanya cemot moreng-moreng hirang sabarataan takana habunya hehehe.. yang paling nyaman bubuhan mamak-mamak lawan acil-acil beolahan wadai bingka sing banyakan :9 mulai bingka yang halus-halus manis nang kaya bingka banrandam tuh, bingka tapai nang basah ketujuannya kaka lia,samapai bingka kentang bakar ketujuanku,, uma ai.. manitisnya liur mambayangakannya, apam barabai ulahan nini ilung, lamang, laksa, wadai sari india nang manis sampai ngilu gigi.. wadai teja nang menor 3 warna habang, kuning hijau, putu mayang.. aduh wadai-wadai banjar nang ma'ulah kaganangan banar . asa handak lakas-lakas bulik haja ka banua hihi.. di rumah timbul banjir makanan tetangga-tetangga di higa kanan kiri pasti ada ma'antari jua.. waah,, waah jadi laper XC upsss lamun lagi halus penggawiannya mahaur urang bememasak haja. wahini am. sudah bujang (ceile bujang jar.. XP) harus mandangi jua bememasak soto banjar, nasi samin, baulah sirup habang wan teh susu katujuannya abah.. ai dari tadi nang dikisahakan bememaknya haja laah.. asal jangan kada ingat haja lawan ibadah di bulan ramadhan di banyaki tiap tahun.. jangan kada ingat batamatan Al'Qur'an mun kawa sebanyak-banyaknya laah jangan kada ingan jua di maknai artinya tuh.., mandangarakan caramah subuh nya tuan guru,bagarakan sahur, sumbahyang di masigit, tarawih lawan i'tikaf di masigit Syuhada Pelaihari :) haddoooh ai tapi mun tarawihan pasti kakanakan halus rami baladuman kadanya sumbahyangan T__T
amun ujar abah banyaki ba'ibadah nyaman tatamu lawan di lailatul.. hah? lailatul siapa bah? acil atul nang bajual jagung bakar di muka gang tu kah?.. bahapal jar abah yaa lailatu Qadr yan. ai itu malam mulia banar melebihi seribu bulan yan. nai penuh berkah, malaikat turunan.. aamiin mudahan tadapat bah.ia yang khas dari banua baluman pasti ada di wadah lainya itu bagarakan sahur lawan pawai tanglong... raaaami banar kota banua tuh nang kaya tahambur ja lagi manusianya.. keluaran barataan. nang di pinggir jalan, nang di gang-gang, nang di parak pasar, parak dam aja gen kaluaran, mulai dari kakanakan halus-halus sampai nini-nini wan kai-kai .. apang tiap tahunnya di lomba akan lawan pamarintah neh.. sabarataan handak marami'akan jua jadinya.. biar lombanya di banjar gen urang daerah rami jua nang dari tanah bumbu, batu licin, pelaihari. bubuhan hulu sungai gen umpatan jua... rami tupang kesahnya,, (akaay XD)
kreasinya macam-macam lah.. ada nang beduk, bentuk ka'bah, atap masigit, unta, jukung,, pang pasti warna-warni lawan lampu.. @_@ himung banar kakanakan halus-halus mun maitih..
biasanya diadakan wayah malam salikuran alias malam dua puluh satu itu pang nang maulah kaganangan warga banua.... supaya lakas bulik teh bubuhannya nang model kayak perantauan ni naah .. mudahan.ai sampat di tamuakan lawan puasaan esok di rumah :)