Tampilkan postingan dengan label FSLDK JMMI ITS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FSLDK JMMI ITS. Tampilkan semua postingan

Sarnas FSLDK in Jogja 2011

Jumat, 17 Januari 2014

| | | 0 komentar
bismillah....
Ini sedikit catatan singkat yang bisa dituliskan terkait Sarasehan ADK di JOgja tanggal 28-30 Oktober 2011 yang lalu (ternyata ada postingan yang kelupaan di posting, mpe bertahun-tahun sudah berjamur dan berlumut cuman jadi draft  ==") sebuah momen yang luar biasa kawan, bertemu dengan saudara-saudara seiman dari penjuru pulau sumatera hingga papua. Menjalin silaturrahim dan tali persaudaraan di jalan ini.
Jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menyusuri jalan penuh duri ini. Semoga kita semua tetap istiqomah untuk terus berjuang dan menggantungkan asa hanya kepada Robb semesta.
 “kira-kira apa aja sih, yang udah di dapetin di jogja kemaren tuh???”
Hmmmm.. jadi begini saudara-saudara karena kita (Rombongan ITS) dateng terlambat, dan baru saja sampai di kampus UGM setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam dengan kereta api sri Tanjung tujuan Surabaya-Jogjakarta. pada pukul 21.30 akhirnya langsung dimobilisasi ke penginapan. Di penginapan sempat berbagi cerita tentang kondisi LDK dengan  saudara dari universitas negri semarang. Dan ada beberapa hal yang luar biasa tentang kondisi dakwah kampus di kampus mereka antara lain:
  1. “biro madani” ternyata di daerah semarang kristenisasi sangat gencar dalam upaya mematahkan aqidah islam, sehingga dari LDK mereka dibentuk sebuah biro yang khusus menangani masalah kristenisasi tersebut. namanya biro madani. Di biro madani ini menggodok segala bentuk tipu daya kaum kufar agar masyarakat di sekitar tidak mudah terpengaruh dengan iming-iming materi maupun ghozwul fikrnya.. hmmm tiba-tiba saja teringat dengan adik-adik di medokan yang juga sempat mendapat kasus seperti ini.
  2. “jangan hanya mengandalkan LDK” ini kata-kata dari dari seorang ukhti UNES ketika di tanya kog bisa punya kader sampai dengan jumlah 1021 orang (subhanallah)..ternyata kekuatan dakwah mereka tidak hanya di LDK saja tapi juga ke tataran LDF dan LDJ benar-benar sudah ada controlling dan pemetaan kader yang luar biasa dan berjenjang dengan jelas.
  3. “Kader hunian” selain sinergisitas dengan LDF dan LDJ. Kader ribuan itu juga terhimpun dan tidak lepas dari pembinaan rumah kader (dakwah hunian). Menariknya dakwah hunian ini langsung di tangani oleh “orang-orang langit” yang mempunyai perhatian lebih terhadap dakwah di kampus semarang ini salah satunya adalah beberapa kontrakan atau kos-kosan tersebut mendapat bantuan dari adiknya novelis best seller habbiburrahman el-shirazy (afwan lupa nama adiknya). Dan lagi-lagi ada biro yang menangani lansung mengenai dakwah hunian ini. Namanya biro basmala, sistemnya dari awal sudah diterangkan bahwa kontrakan ini punya peraturan dan sistem semacam ini.
  4. Untuk menguatkan internalnya mereka membuat halaqoh lembaga Ex. Pendampingan LDK, LDF atau pun LDJ
  5. “kader integral” pemetaan kader untuk tiap lini  sudah sangat cantik, kader di kembangkan sesuai dengan minat dan potensinya. ada kader yang ditempatkan di  LDK, LDF, LDJ. dan badan mentoring, karena badan mentoring mereka sistemnya terpisah dengan LDK. ada juga yang di KAMMI . dan untuk ilmi lewat tutorial dan bimbingan PKM. Karena mereka bilang kalau, menempatkan orang haruslah diberi pengertian dari hati-ke-hati tidak bisa sembarangan.
  6. “Ex Rohis” Dan tantangan yang di hadapi oleh saudara-saudara ini. Adanya sekumpulan orang-orang yang juga mengaku beraga islam namun menamakan diri dengan “ex.Rohis” mempuyai gaya hidup yang hedon bahkan mendirikan organisasi dengan nama ex-rohis (tanya kenapa? Karena mereka bilang tidak suka dengan anak rohis) dan kalau sedang masa-masa PEMIRA. Jaket ex-rohis ramai di pakai oleh kalangan mereka.. yang extrim lagi saat LDK mengadakan acara RAMADHAN DI KAMPUS (semacam RDK lah kalau di JMMI) anak2 LDK (afwan ana lupa) memasang spanduk atau mengecat tembok di sore hari untuk menyemarakkan syiar publikasi RDK. Tapi besok paginya sudah bersih. di bersihkan oleh anak2 “ex-Rohis”  .itulah hambatan terbesar yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di UNES semoga mereka di beri kekuatan dan kemudahan dalam menegakkan bendera dakwah di kampus mereka. Aamiin…

Yak sekian liputan untuk UNES )^_^(.. lanjut di hari berikutnya agendanya adalah RAPIMNAS II dari pagi hingga ba’da ashar (wuiiih,,, syuro lama-lama bikin pusing jadi teringat syuro RDK ’32 kemaren ==) , walhasil kita dibagi-bagi per komisi. Dan kebetulan ana ditempatkan di komisi bendahara.. untuk laporannya bisa di buka di email ( singa@yahoo.com ...) yang menarik dari syuro bendahara ini adalah…cukup terkesan dengan BP jateng. Yang mana analisa dan data2 nya mengenai puskomda sampai LDK2 dampingannya lengkap beeeuuuutz euy… waktu di tanya “kog bisa sih bisa tau sampai detail kayak gitu tentang keadaan  PUSKOMDA n’ LDK dampingannya”.. jawabnya.. iya jadi kalau ada acara syiar yang gede’ di suatu kampus di jateng kita usahain ldk lain juga pada dateng.. selain meramaikan. Ba’da acara kita sempatkan untuk syuro BP’ ((subhanallah ..(tertohok mak…. PUSKOMDA SURYA aje… terakhir syuro BP kapan ya??? Kriiik..kriiikk…kriiiiiik T.T  dah berapa lama vakum neeeh)

Ba’da magrib ada pemateri luar biasa dari bapak salim. A. fillah.hmmm bapak ini… C= apapun tema materinya pasti ujung-ujungnya ngomongin tentang kewajiban menggenapkan separuh agama .hihi……. karena masih hangat2nya moment sumpah pemuda… yuuk kita dengerin tausiyah tentang masa muda oleh pak salim ini…
  1. Muda=hijau, hijau disini bisa berarti warna surga men, karena muda begitu merindunya akan surga sehingga semangatnya untuk meraih cita-cita tertinggi tersebut masih berkobar membara dalam dada, dan juga bisa berarti hijau adalah masa yang sangat bagus untuk tumbuh dan berkembang, semangat muda untuk terus menggali dan menanam kebajikan juga ilmu…
  2. Muda = belum berpengalaman, dan cenderung mencari solusi atau pun jalan sendiri yang berbeda dalam menghadapi persoalan dari pada menyontoh yang sudah berpengalaman. (jiwa-jiwa pemberontak maksudnya???)
  3. Muda terbiasa bersama-sama dalam kondisi prihatin, suka maupun duka. Ingatkah tentang cerita mush’ab bin umair yang rela meninggalkan harta kekayaan, keluarga, dan derajatnya dikalangan kaum quraisy hanya demi Allah dan Rasul-Nya?... bahkan hingga akhir hayatnyapun kain kafannya tak cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya
  4. Muda = kejelasan sikap, memisahkan yang haq dan yang bathil
  5. Muda = pesona dan ketangguhan fisik. Ingatkah kawan, tentang cerita nabi yusuf, muda = digoda. So, jadi muda harus tahan godaan yaaa C=
  6. Muda = tergesa-gesa. Ibroh dari cerita ashabul kahfi muda yang tergesa namun ternyata tidur pun bisa membawa perubahan besar. Apalagi kalau di saat terjaga. idealismenya sih istirahat di saat lelah, bangun di sepertiga malam.. ambil cinta Allah dan tebarkan dibumi…
  7. Muda = generasi-generasi pilihan… dalam firman Allah 
 “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (Q.s. Al kahfi : 13)
Tetapi pertanyaannya kemudian seperti senandung nasyid “izzatul islam”. “dimana dicari pemuda kahfi.. terasing demi kebenaran hakiki….katanya pak salim sih. Pengen jawab “mereka di sini 1300 ADK. Di jalan cinta para pejuang”
8. Muda = tabah di jalan perjuangan
9. Muda = identik tidak punya beban sejarah

Ada sebuah cerita menarik dari pak salim mengenai hasan al-basri. Seorang ulama yang terkenal sering mengisi khutbah jum’at, dan dalam khutbahnya tidak sedikit yang tergugah dan tersadar untuk beramal sholeh dan menjadi lebih baik lagi. Hingga pada akhirnya datang seorang budak kepada beliau memohon agar khutbah jum’at besoknya ialah khutbah dengan tema keutamaan membebaskan budak. Jum’at yang di tunggu pun tiba namun ternyata  khutbah kali ini membuat sang budak kecewa.tanya kenapa? Karena ternyata permohonannya akan tema khutbah jum’at “keutamaan membebaskan budak” tidak di penuhi oleh hasan al-basri. Sang budak pun berharap mungkin jum’at depan permohonannya tersebut di kabulkan. Namun lagi-lagi dia kecewa. Jum’at ke-2. Jum’at 3.. dan barulah jum’at keempat hasan al-basri memberikan khutbah jum’at tentang keutamaan membebaskan budak. Tak lama setelah sholat jum’at terjadi fenomena yang cukup mengejutkan, hampir seluruh penduduk kota basrah membebaskan budak-budaknya. Gembiralah sang budak yang telah bebas akibat memohon kepada hasan al-basri tadi, tetapi masih ada yang membuatnya terheran-heran mengapa baru di jum’at ke-4 beliau melakukannya . ternyta jawaban luar biasa dari seorang alim hasan al-basri ialah karena beliau baru bisa membebaskan budak setelah di 4 minggu, dimana di 4 minggu sebelumnya beliau berusaha keras mencari uang agar bisa membebaskan budak… subhanallah… ibrohnya. Hasan al-basri ialah tidak mau  menyampaikan sesuatu/ menganjurkan sesuatu yang belum pernah di lakuin alias …, cuman OMong DOang… ibarat tong kosong mah, nyaring bunyinya…
               Trus yang terakhir dari bincang-bincang tentang muda neeh,, muda harus punya 3 daya dukung. Daya dukung INTELEKTUAL, FISIK juga FINANCIAL… kalau nabi muhammad daya dukungnya mah Khadijah C= ,, istri yang setia sejak awal-awal kenabian beliau begitu lembutnya menyelimuti rasulullah, hingga masa-masa sulit saat pemboikotan beliaulah garda terdepan penyemangat dakwah Rasulullah, sosok ibunda islam yang begitu perhatian kepada semuanya)…. Naah l0ooo virus pak salim muncul neeh (“kerenkan diri , trus nikah dini”…walaah ternyata itu jargon buku terbaru beliau “gue never die” =,=)
…………………………………………………
Hari terakhir di jogja, yang lain pada dengerin IZZIS, dengan lantunan nasyid sang murobbinya. Kita-kita (sebagian orang) ikut syuro persiapan fsnas.. syuro yang lumayan panasss. Karena belum ada sinkronisasi yang jelas antara puskomnas UNILA dengan tuan rumah fsnas ITB. PR besar buat ITS yang jadi salah satu SC publikasi mereka menargetkan agar sc publikasi bisa menggaet media-media nasional. Untuk meliput acara fsnas, media cetak nasional , radio dll. Yang nantinya akan di bantu sama UI sebagai SC jaringan. Karena PUBLIKASI itu pentiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing . Semoga berhasil. Aamiin…
-------------------------------------------
Ba’da syuro kita balik lagi ke              acara dan serunya ternyata adalah performance dari shoatul harokah.. langsung deh satu gedung panas semua sama gelora jihad palestina ditambah lagi ada galang dana “one man one dollar to save palestine” dari teman2 KNRP (Komite Nasional untuk rakyat palestina) info lengkap buat organisasi ini bisa dilihat di www.knrp.or.id
Organisasi ini menjual pernak-pernik lucu kayak pin, gantungan kunci, syal sampe baju dengan  tema paletina semua. yang katanya 100% keuntungan buat disumbangin ke palestina boy, Masya Allah keren deh…

Sekian dari catatan singkat perjalanan yang begitu ini mengharukan kawan, haru dengan kisah perjuangan saudara ikhwah dari palu yang ingin mampir ke ITS, haru akan perjuangan kawan-kawan panitia yang sudah kerepotan karena peserta awal yang diperkirakan 650 membludak menjadi 1300 peserta. Haru dengan semngat kawan-kawan lampung yang sudah men carter 5 bis untuk perjalanan dari  lampung ke jogja. Begitu banyak pengorbanan, begitu banyak perjuangan, semoga Allah meridhoi apa yang sudah kita lakukan, kawan. Jangan sampai perjuanganmu sia-sia.
Yaa ALLAH.. sesungguhnya Engkau tau, bahwa hati INI tlah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMU bertemu dalam ketaatan bersatu dalam perjuangan meneggakkan syariat dalam kehidupan..kuatkanlah ikatannya kekalkan cintanya tunjjukkanlah jalan2nya terangi dg cahayaMU yg tiada pernah padam ..YAA ROBBI BIMBINGLAH KAMI..

Catatan puskom yang terserak

Rabu, 08 Januari 2014

| | | 0 komentar
Mencoba mengumpulkan catatan-catatan indah tentang puskom atau FSLDK JMMI ITS,

Sebelumnya apa sih puskom atau FSLDK JMMI ITS itu?
kalau mau tau klik aja # bso-fsldk/

===================================================================
okee kita mulai stalking dan walking blogger dari 2008 dulu...

Dari blognya katim 2008 bg Agil Darmawan
# my-great-moment-in-puskom.html

Dari blognya ketua MCN (media centre nasional) 2008 bg Faishal
# ketika-kita-bermimpi-memeluk-langit-maka-tuhan-menyiapkan-tangga-ke-langit-untuk-kita-tapaki-satu-persatu/

Dari blognya bg Nugroho
# ambon-manise-untuk-fsldk/

===================================================================

yak merambat ke 2009

Dari blognya fauziyah :
# note-4-puskomerz-09
# nostalgia-fsldkn-xv-ambon/

Dari blognya Rahmat
# up-grading-kader-puskom-2009.html
# saresehan-ketua-ldk-suryasurabaya-raya.html

===================================================================

jalan-jalan ke 2010

Dari blognya bahar :
# keluarga-itu-bernama-puskom-jmmi.html
# keluarga-puskom-jmmi-eps-02.html
# hadiah-terindah-itu-keluarga-puskom.html  (* WAJIB di baca <<< ^^

===================================================================

dan beberapa note fb

# pendampingan-ohh-pendampingan/4322370866217
# jaulah-2-ukmbi-itats/300245313407000
# tentang-kita-perjalanan-puskom-1/293295760768622
# indonesia-madani-bukanlah-mimpicatatan-penting-sarasehan-nasional-adk-/296700200355086
# jaulah maskumambang

yak. hasil dari search di mbah google dengan keyword "puskom jmmi" "fsldk jmmi" 

dan bisa diambil kesimpulan bahwa menulis perjalanan belum membudaya, padahal harapannya akan selalu ada langkah kaki yang tertinggal di setiap perjalanan agar bisa menjadi pelajaran untuk generasi seterusnya *baca : tulisan

salam manis buat adek2 yang melanjutkan perjuangan sekarang. semoga bisa lebih baik dari kami
semoga bermanfaat. maaf kalau ada tulisan yg di blognya terlewat. bisa konfirmasi =D

Selamat Datang Para Pejuang

Kamis, 06 Juni 2013

| | | 0 komentar
Ahlan Wa Sahlan
Selamat Datang Wahai Pejuang 



Basyar Assad Keturunan Pencongkel Hajar Aswad dari Ka'bah

Senin, 03 Juni 2013

| | | 0 komentar
SYEKH ADNAN AR-UR menegaskan bahwa yang mencongkel dan mencuri hajar aswad dari ka’bah selama 22 tahun ka’bah tanpa hajar aswad adalah nenek moyang keluarga al-asad yaitu qaramithah yang telah berbuat rusak di tanah suci masjidil haram.

Apakah anda tahu siapa qaramithah? Jika anda tahu pendahulu basyar assad maka anda akan paham basyar assad yang haus darah itu. Berikut ini adalah sejarah kejahatan kakek kakek basyar assad yang berhasil diarekam oleh Imam Ibnu Katsir al-Syafi’I, yang patut kita baca dan renungkan kembali
Pengkhianatan Daulah Qaramithah

Daulah Qaramithah beridiologi Syi’ah Isma’iliyyah sebuah ideologi sesat yang meyakini imamah (kepemimpinan) Ismail bin Ja’far as-Shadiq.

Setelah wafatnya Ja’far bin Muhammad ash-Shâdiq, kaum Syiah terpecah menjadi dua kelompok. Satu kelompok menyerahkan kepemimpinan kepada anaknya, yaitu Mûsâ al-Kâzhim, mereka inilah yang kemudian disebut Syiah Itsnâ ‘Asyariyah (aliran Syiah yang meyakini adanya imam yang berjumlah dua belas orang). Dan satu kelompok lagi menyerahkan kepemimpinan kepada anaknya yang lain, yaitu Ismâ’il bin Ja’far, kelompok ini kemudian dikenal sebagai Syiah Ismâ’iliyah. Kadang kala mereka dinisbatkan kepada madzhab bathiniyah dan kadang kala dikaitkan juga dengan Qarâmithah. Akan tetapi, mereka lebih senang disebut Ismâ’iliyah. Al-Milal wan Nihal (I/191-192)

Daulah Qaramithah dinisbahkan kepada Hamdân Qirmith, pemimpin mereka. Kemudian pengikut-pengikutnya dikenal dengan sebutan Qarâmithah. Daulah ini didirikan oleh Abu Said al-Jannabi tahun 278 H berpusat di Bahrain. Daulah ini berkuasa selama kurang lebih 188 tahun. Menguasai daerah Ahsa’, Hajar, Qathif, Bahrain, Oman, dan Syam.

Ketika mereka sudah memiliki kekuatan dan berhasil mendirikan daulah Bahrain, mereka melakukan perampasan, pembunuhan dan pemerkosaan, kekejaman yang mungkin tidak dilakukan oleh bangsa Tatar maupun kaum Nasrani sekalipun. Mereka inilah, yang telah bersekutu bersama kaum Nasrani dan Tatar (Mongol) untuk melawan Islam dan kaum Muslimin. Di antara tokoh mereka yang menimpakan fitnah besar terhadap kaum Muslimin adalah Abu Thâhir Sulaimân bin Hasan al-Janâbi.

Rentetan peristiwa

Tahun 294 H, Qaramithah dipimpin Zakrawaih menghadang kepulangan jamaah haji dan menyerang mereka pada bulan Muharram. Terjadilah peperangan besar kala itu. Di saat mendapat perlawanan sengit, Syi’ah Qaramithah menarik diri dengan nada bertanya, “Apakah ada wakil sultan di antara kalian?” Jamaah haji menjawab, “Tidak ada seorang pun (yang kalian cari) di tengah-tengah kami.” Qaramithah lalu berujar, “Maka kami tidak bermaksud menyerang kalian (salah sasaran).” Peperangan pun berhenti. Sesaat kemudian, ketika jamaah haji merasa aman dan melanjutkan perjalanannya, maka para pengikut Syi’ah kembali menyerang mereka. Banyak jamaah haji yang terbunuh disana. Adapun mereka yang melarikan diri, diumumkan akan diberi jaminan keamanan oleh Syi’ah. Ketika sisa jamaah haji tadi kembali, maka pasukan Syi’ah berkhianat dan membunuh mereka.

Peran kaum wanita Syi’ah pun tidak kalah sadisnya. Paska perang, kaum wanita Syi’ah mengelilingi tumpukan-tumpukan jenazah dengan membawa geriba air. Mereka menawarkan air tersebut di tengah-tengah korban perang. Apabila ada yang menyahut, maka langsung dibunuh. Jumlah jamaah haji yang terbunuh saat itu mencapai 20.000 jiwa, ditambah dengan harta yang dirampas mencapai dua juta dinar. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Tahun 312 H, Qaramithah dipimpin Abu Thahir, putra Abu Said, menyerang jamaah haji asal Baghdad ketika pulang dari Mekah pada bulan Muharram. Mereka membunuh dan merampas hewan-hewan bawaan jamaah haji tersebut. Adapun sisa jamaah haji, ditinggalkan begitu saja sehingga mayoritasnya mati kehausan di tengah teriknya matahari. [Târîkh Akhbâr Qarâmithah hlm. 38]

Tahun 315 H, Qaramithah berjumlah 1.500 tentara dipimpin oleh Abu Thahir maju menuju Kufah pada bulan Syawwal. Mereka dihadapi oleh pasukan Khalifah saat itu sebanyak 6.000 tentara. Walhasil, pasukan Syi’ah memenangkan
peperangan dan berhasil membunuh mayoritas pasukan Kufah.

Tahun 317 H, Qaramithah sebanyak 700 tentara dipimpin Abu Thahir, yang berumur 22 tahun, mendatangi Mekah saat musim haji. Selanjutnya, mereka membunuh jamaah haji yang sedang menunaikan manasiknya. Sementara itu, Abu Thahir duduk di depan Ka’bah dan berseru, “Aku adalah Allah, demi Allah, aku menciptakan seluruh makhluk dan yang mematikan mereka.”
Abu Thahir segera memerintahkan pasukannya untuk mengambil pintu Ka’bah, dan menyobek-nyobek tirai Ka’bah. Salah seorang tentaranya memanjat Ka’bah untuk mengambil talangnya, namun tewas terjatuh. Ia juga memerintahkan salah satu tentaranya untuk mengambil Hajar Aswad.Tentara tersebut mencongkelnya dan dengan angkuhnya berseru, “Mana burung yang berbondong-bondong itu? Mana pula batu dari neraka Sijjil (yang menimpa pasukan Raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah menjelang masa kelahiran Nabi)?” Setelah berlalu enam hari, mereka pulang membawa Hajar Aswad.

Gubernur Mekah dengan dikawal pasukannya segera menemui pasukan Syi’ah tersebut di tengah jalan. Berharap agar mereka mau mengembalikan Hajar Aswad dengan imbalan harta yang banyak. Namun Abu Thahir tidak menggubrisnya. Terjadilah peperangan setelah itu.
Pasukan Qaramithah menang dan membunuh mayoritas yang ada di sana. Lalu melanjutkan perjalanan pulang ke Bahrain dengan membawa harta rampasan milik jamaah haji. Setelahnya, dibuatlah maklumat menantang umat Islam bila ingin mengambil Hajar Aswad tersebut, bisa dengan tebusan uang yang sangat banyak atau dengan perang.

Hajar Aswad pun berada di tangan mereka selama 22 tahun. Mereka lalu mengembalikannya pada tahun 339 H, setelah ditebus dengan uang sebanyak 30.000 dinar oleh al-Muthi’ Lillah, seorang khalifah Daulah Abbasiyyah.

Tahun 317 H, mereka menyerang jamaah haji di Masjidil Harâm, dan membunuhi para jamaah yang berada dalam masjid lalu membuang mayat mayat ke sumur Zamzam. Mereka membunuh orang orang di jalan-jalan kota Mekah dan sekitarnya. Jumlah korbannya mencapai tiga puluh ribu jiwa. Bahkan ia merampas kelambu Ka’bah dan membagi-bagikannya kepada pasukannya. Ia menjarah rumah-rumah penduduk Mekah dan mencungkil Hajar Aswad dari tempatnya untuk ia bawa ke Hajar (ibukota daulah mereka di Bahrain). Târîkh Akhbâr Qarâmithah hlm. 54

Imam Ibnu Katsir rahimahullah merekam kekejaman yang dilakukan oleh Abu Thâhir al-Janâbi al-Bâthini ini dengan berkata, “Ia menjarah harta penduduk Mekah dan menghalalkan darah mereka. Ia membunuhi manusia di rumah-rumah mereka hingga yang berada di jalan-jalan. Bahkan menjagal banyak jamaah haji di Masjdil Haram dan di dalam Ka’bah. Lalu pemimpin mereka, yakni Abu Thâhir –semoga Allâh Azza wa Jalla melaknatnya- duduk di pintu Ka’bah, sementara orang-orang disembelihi di hadapannya dan pedang-pedang berkelebatan membantai orang-orang di Masjidil Haram pada bulan haram (suci) di hari Tarwiyah yang merupakan hari yang mulia. Sementara Abu Thâhir ini berseru, “ Aku adalah Allâh, Allâh adalah aku. Aku menciptakan makhluk dan akulah yang mematikan mereka.

Orang-orang pun berlarian menyelamatkan diri dari kekejaman Abu Thâhir ini. Di antara mereka bahkan ada yang bergantung pada kelambu Ka’bah. Namun itu tidak menyelamatkan jiwa mereka sedikit pun. Mereka tetap ditebas habis dalam keadaan seperti itu. Mereka dibunuhi meskipun mereka sedang bertawaf…”

Beliau melanjutkan, “Setelah pasukan Qarâmithah ini melakukan aksi brutal mereka itu –semoga Allâh melaknat mereka- dan perbuatan keji mereka terhadap para jamaah haji, Abu Thahir ini menyuruh pasukannya agar melemparkan mayat-mayat yang tewas ke sumur Zamzam. Dan sebagian lain dikubur di tempat-tempat mereka di tanah haram bahkan di dalam Masjidil Haram. Lalu kubah sumur Zamzam pun dirobohkan. Kemudian Abu Thâhir memerintahkan agar mencopot pintu Ka’bah, melepaskan kelambunya, untuk ia koyak-koyak dan bagikan kepada pasukannya.”  Al-Bidâyah wan Nihâyah (XI/160)

http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com
 


Sejuta Asa Untuk Suriah Tercinta

| | | 0 komentar



Konflik saudara yang terjadi di Suriah merupakan konflik antara rakyat Sunni dengan rezim Syiah Nushairiyyah yang dipimpin oleh Bassar Assad. Meskipun konflik ini telah terjadi beberapa tahun terakhir, perhatian ummat Islam masihlah rendah terhadap derita saudaranya di bumi Suriah.  

Beragam kejahatan telah dilakukan oleh rezim Al-Assad, seperti pembantaian terhadap ulama, penghancuran masjid, perusakan mental pemuda, pembunuhan, penyiksaan dan pembantaian terhadap ummat muslim, bahkan sampai mendeklarasikan diri sebagai tuhan di bumi Suriah. Selama dua tahun terakhir ini  terhitung lebih dari 60.000 rakyat Suriah yang wafat sebagai korban rezim Al-Assad dan lebih dari 500.000 orang mengungsikan diri dari bumi Suriah, menghindari keahatan rezim Al-Assad.

Kejahatan rezim Al-Assad ini menimbulkan sangat kerugian di bumi Suriah, seperti kerusakan infrastruktur, kelumpuhan ekonomi, kelaparan, dan penderitaan lain yang dirasakan saudara muslim kita di bumi Suriah, bahkan mereka membasahi bumi Suriah dengan darah ummat Muslim. Penyiksaan, pembantaian, hujan bom dan peluru menjadi pemandangan harian yang terjadi di Suriah. Berjuta rakyat Suriah menderita karena kejahatan rezim Al-Assad, kelaparan, bahkan menggantungkan hidupnya pada bantuan logistik dari ummat Islam di belahan dunia yang lain.

Suriah adalah tanah suci yang diberkati, ia bagian dari negeri Syam. Dalam sebuah hadits, Zaid bin Tsabit berkata bahwa suatu hari Rasulullah bersabda ketika para sahabat berada bersama beliau, “Beruntunglah negeri Syam, sesungguhnya malaikat Rahman membentangkan sayapnya di negeri tersebut” (HR. At Tirmidzi). Tanggung jawab menjaganya bukan hanya tanggung jawab rakyat Suriah, tapi tanggung jawab kita semua. Tahukan kita bahwa sekarang Pemerintah sesat sedang berusaha untuk membantai rakyatnya sendiri, yang ingin menegakkan diinul Islam di bumi Suriah secara kaffah? Mereka mulai menghancurkan rumah, membantai pemuda, wanita, anak-anak muslim tak berdosa. Usaha mereka untuk menghancurkan Islam tinggal selangkah. Entah sampai kapan, bencana ini akan berakhir. Kita tak akan tahu. Masihkah kita diam?

FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) melalui program Jaring Donasi Dari Indonesia Untuk Rakyat Suriah: "One Billion Dollar to Save Suriah" mengajak seluruh umat Islam mengalokasikan sebagian rizqi yang Allah telah berikan untuk mabantu rakyat Suriah melalui kegiatan penggalangan dana untuk rakyat Suriah. Kesediaan dan keikhlasan kita karena Allah semata, disitulah letak kepedulian yang memungkinkan bagi kita selain do’a. Semoga donasi kita mampu menjadi amal jariyyah kita yang berbuah surga.


*nb : ini adalah flyer peduli suriah yang disebarkan ketika acara galang dana suriah nanti tanggal 6 juni ^^


FSLDK JMMI ITS

Selasa, 05 Maret 2013

| | | 0 komentar



PASAL 1
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus :
Antara Visi, Misi dan Realitas Sejarah Perkembangannya
A.         Nilai Strategis Kampus
Tentunya sudah sudah tidak asing lagi dengan kata-kata agent of change, iron stock, moral force, dan kata-kata semacam ini entah di pengkaderan jurusan, atau di belahan bumi ITS yang lainnya. Jadi, Intinya adalah tak dapat di elakkan lagi bahwa kampus dan mahasiswanya memiliki potensi yang luar biasa dan juga posisi yang sangat strategis bagi perubahan masyarakat di masa mendatang. Dalam konteks demikianlah kita semestinya melihat dakwah kampus. Dakwah kampus berfungsi sebagai pabrik besar penghasil kader-kader kebangkitan islam yang nantinya akan melahirkan alumni-alumni kampus yang berafiliasi terhadap islam

B.         Dakwah Kampus

Apa sih dakwah kampus itu? Jadi, Dakwah Kampus adalah Dakwah Aammah Harokah Dzahirah (Dakwah Umum dengan Gerakan yang Nampak) nampak disini dalam artian posisi legal formal dan diakui oleh birokrasi perguruan tinggi dengan medan juang melingkupi civitas akademika, Institusi PT, maupun masyarakat disekitar kampus dengan strategi menyebarkan fikroh, akhlak, dan keteladanan seorang muslim, menggunakan lembaga untuk kegiatan-kegiatan keislaman, melibatkan civitas akademika sebagai subjek kegiatan . output yang di harapkan dari lembaga dakwah kampus ialah Kader-kader Islam dengan berbagai fungsi dan peran potensialnya seperti ilmuwan, intelektual dan profesional yang berafiliasi terhadap islam, Organisasi Dakwah Kampus  yang solid dan berpengaruh, mensyiarkan nila-nilai Islam dengan  media & opini, menjadikan masjid  sebagai pusat peradaban umat islam di kampus.  Iklim kehidupan kampus yang dinamis dan terbuka bagi pengembangan nilai-nilai keislaman, keilmuan, keorganisasian dan pengabdian masyarakat.


C.         Ruang Lingkup Dakwah Kampus
·       Amal Khidamy (Pelayanan)
·       Amal Da’awi (Dakwah)
·       Amal ‘Ilmy Fanny (Keilmuan dan profesi)
·       Amal Tandzimi (keorganisasian)
·       Amal Siyasi (Politik)

D.         Fungsi dan Kedudukan LDK
Menurut khittah LDK, LDK adalah suatu lembaga yang dikelola mahasiswa, bergerak dalam dakwah Islam di kampus utuk menegakkan kalimah Allah dengan amar ma'ruf nahi munkar. Masyarakat kampus sebagai obyek utamanya dan mahasiswa merupakan unsur terpentingnya. Untuk mencapai tujuannya, LDK setidaknya harus memainkan fungsi sebagai berikut :


  1. LDK sebagai Media Pembinaan Umat
Ini peran utama LDK dan yang selama ini telah kita mainkan. Dalam hal ini, LDK memiliki kedudukan strategis mengingat jangkauannya untuk melakukan aktifitas pembinaan umum kepada sivitas akademika secara luas dan masyarakat sekitar kampus. Perlu penajaman arah mafhum yang hendak dituju sehubugan dengan situasi masyarakat yang lebih terbuka dan kondusif bagi proses islamisasi. Keberhasilan dalam memainkan fungsi ini akan menentukan peran-peran berikutnya. Sudah saatnya penyelenggaraan kegiatan dakwah yang asal-asalan harus ditinggalkan.

  1. LDK sebagai Artikulator
Sebagai artikulator, LDK dapat berperan sebagai penyambung aspirasi umat, baik dalam hal menyerukan yang ma'ruf maupun menghilangkan yang munkar. Dalam beberapa kasus terbukti ternyata umat, khususnya kalangan mudanya, juga memiliki apresiasi positif terhadap perlunya menegakkan yang ma'ruf dan menghilangkan kemunkaran; tetapi fakta juga menunjukkan bahwa apresiasi itu baru muncul setelah ada orang atau lembaga yang mencetuskannya lebih dulu. Di sini letak pentingnya LDK sebagai artikulator yang pada gilirannya akan menggeret peran serta umat lebih besar. Akan tetapi perlu diingat, biar bagaimanapun LDK tetap terikat dengan sistem perkampusan. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan peran ini perlu ditempuh cara agar LDK aman dari tuduhan melanggar sistem tersebut, misalnya dengan mengedepankan pendekatan ilmiah melalui pakar atau lembaga yang kredibel. Dalam hal tindakan artikulasi (baik lisan, tulisan ataupun aksi) ini, demi kredibilitas dan daya dorong dan efek yang ditimbulkan, LDK perlu bahu membahu dengan eksponen dakwah lain - khususnya dengan kalangan pers Islam. Di sini mewujudkan kerjasama dengan ICMI, MUI, dan lembaga lain semakin penting artinya.

  1. LDK sebagai Mediator
Dengan akses yang (mungkin) dimiliki, LDK dapat berperan sebagai mediator antara umat pada satu sisi agar aspirasinya kesampaian, dengan pengambil keputusan di pihak lain. Terkadang aspirasi umat macet disebabkan tidak sampainya kepada pihak yang berkompeten; sementara terdapat kebijakan pemerintah yang tidak populer di kalangan umat karena kurang mengertinya terhadap aspirasi umat. Di sini peran mediasi (cultural and political broker) menjadi penting artinya. Upaya mengayakan dan menguatkan akses menjadi mutlak karenanya. Dalam hal tindakan mediasi ini, sekali lagi, LDK tidak harus berjalan sendiri. Kerjasama dengan eksponen dakwah lain juga mesti dilakukan.

  1. LDK sebagai Fasilitator
Dengan ide, akses, fasilitas yang dimiliki, LDK dapat berperan sebagai fasilitator dalam berbagai kegiatan demi tercapainya aspirasi umat, baik dalam kegiatan artikulasi, mediasi ataupun aksi.

E.          Cikal Bakal FSLDK
 Kondisi obyektif kampus yang berbeda-beda memaksa masing-masing lembaga dakwah kampus selama ini berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan LDK juga lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersaman gerak dakwah. Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dakwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu, kokoh, laksana satu bangunan yang saling menguatkan.
               Forum Silaturahhim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak tadi menuju ummatam wahidah. FSLDK semula bernama sarasehan LDK, diselenggarakan pertama kali oleh Jemaah Shalahuddin UGM pada tanggal 14 - 15 Ramadhan 1406 atau 24 - 25 Mei 1986. Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulya itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni Jamaah Shalahuddin UGM, Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta, LAI Undip Semarang, Unsoed Purwokerto, UNS Solo, Lpisat Usakti Jakarta, UI Jakarta, BKI Bogor, UIKA Bogor, Karisma Salman ITB Bandung, Unpad Bandung, UKKI Unair Surabaya, BDM Al-Hikmah IKIP Malang.
Menyadari bahwa FSLDK dihadiri oleh LDK yang berbeda-beda proses terbentuk, kelembagaan, kondisi lingkungan, maka hubungan antar LDK didasarkan semata pada ikatan ukhuwah Islamiyyah. Itulah yang selama ini terus berlangsung hingga kini.

Dengan membawa VISI :
Menjadi sebuah lembaga yang menghasilkan mahasiswa muslim sebagai guru peradaban dunia ummat manusia sehingga islam menjadi Rahmatan Lil Alamin 

MISI :
Mempersiapkan FSLDK Indonesia menjadi lembaga yang kokoh, berguna masyarakat guna menjadi masyarakat madani 

Peta Indonesia
Dalam mewujudkan Visi dan Misinya, FSLDK Indonesia membangun jaringan di seluruh pelosok wilayah Indonesia dengan dan 36 Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) guna memudahkan kinerja yang ada.

F.          Perjalanan FSLDK

FSLDK I (pertama) yang ternyata telah lama dinantikan oleh banyak peserta menelorkan sejumlah hasil, yakni:
Perlunya meningkatkan ukhuwah Islamiyah antara Lembaga Dakwah Kampus, setidak-tidaknya antar fungsionaris Lembaga Dakwah Kampus.  Disepakati untuk melanjutkan komunikasi dan koordinasi antar LDK dengan pembagian wilayah:  wilayah bagian barat , dikoordinasi Salman, ITB,   wilayah bagian tengah, dikoordinasi Jamaah Shalahuddin UGM,   wilayah bagian timur, dikoordinasi UKKI Unair. Serta kesepakatan untuk memahami kondisi dakwah di kampus.

Pertemuan LDK yang kedua (FSLDK II)  diadakan di Salman ITB Bandung pada tanggal 2 - 4 Januari 1987 dengan peserta sedikit lebih banyak dari yang pertama. Hal menarik dari pertemuan ini yaitu mula pertama ada komisi keputrian, berarti hadir pula “ibu-ibu LDK”.  Ditetapkan Salman ITB sebagai koordinator pusat LDK se-Jawa (waktu itu) dan diadakan sejumlah kegiatan bersama seperti Dauroh Dirosah Islamiyah I di IPB, Ramadhan 1407 H; Latihan Manajemen Dakwah, Salman Bandung, Bina Wanita dan Keluarga di setiap LDK dan terbitnya lembar komunikasi antar LDK "al-Urwah".

FSLDK III (ketiga) diadakan di Unair, Surabaya, 13 - 16 September 1987. Hadir 30 LDK—meningkat dari pertemuan sebelumnya. Untuk pertama kali digunakan istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), serta logo FSLDK yang mirip huruf "Allah". Beberapa hal penting berhasil disepakati, diantaranya ditetapkannya standar internal LDK, dicanangkannya persamaan persepsi antar LDK menuju satu langkah, dan perlunya organ yang berasal dari utusan Pusat Komunikasi, yang belakangan disebut Panitia Pengarah (SC) yang bertugas menyiapkan pertemuan LDK.

FSLDK IV (keempat) di selenggarakan di UNS Solo pada tanggal 3 - 6 September 1988 yang dihadiri oleh LDK yang jumlahnya tidak berbeda dengan pertemuan LDK sebelumnya. Hadir juga peninjau dari luar Jawa, yakni Unud Denpasar dan Unhas Ujung Pandang. Yang menarik dari pertemuan itu secara gencar muncul pertanyaan mendasar dari para peserta, mau ke mana FSLDK ini, dan untuk apa? Kalau cuma ajang kumpul-kumpul, apa manfaatnya? Dan sejumlah pertanyaan lain yang pada intinya mempertanyakan keberadaan dan kelanjutan forum ini di masa mendatang.
Mengikuti tahapan forum silaturahim di mana ada tahap Ta’aruf—Tafahum--Ta’awun, agaknya ketika itu FSLDK telah melewati tahap Ta’aruf menuju Tafahum. Artinya, setelah saling mengenal dalam tiga kali FSLDK, lantas muncul keinginan untuk berbuat, bergerak dan melangkah secara jelas dan terarah. Di sinilah kemudian muncul ide untuk membuat Khittah LDK sebagai garis atau arah perjuangan LDK. Khittah diharapkan mampu merumuskan arah, sasaran dan tahapan langkah dakwah di kampus. Khittah diamanatkan pembuatannya oleh peserta kepada para mantan aktivis FSLDK. Istilah alumni memang muncul pertama kali pada FS ini karena dipandang perlu adanya penanganan secara khusus para alumni FSLDK , demi keberlangsungan dakwah. Maka Mantan resmi masuk dalam FSLDK IV dalam format Komisi mantan.
FSLDK Solo juga menyetujui adanya pola komunikasi (komunikasi ide dan komunikasi kelembagaan) dan komposisi SC yang terdiri dari utusan Puskompus, Puskomwil, LDK tuan rumah dan Koordinator Mantan Pusat.
(Rancangan) khittah LDK—sesuai amanah FSLDK Solo—dibahas dalam Forum Silaturahim Mantan LDK kedua yang diselenggarakan di kota yang sama di akhir bulan Desember tahun 1988. Oleh tim perancang, khittah dipandang perlu untuk dipahami dengan mafahim sebagai kumpulan pemahaman terhadap hal-hal yang pokok (aqidah, syariah, dan dakwah) dalam Islam. Sebab tanpa mafahim, khittah sebagai arah gerak dakwah LDK, hanya akan menjadi rangkaian kata-kata yang tidak bermakna. Semua rancangan itu diterima dengan bulat oleh forum.

FSLDK kelima diselenggarakan di IKIP Malang pada tanggal 15 - 19 September 1989. FSLDK yang berlangsung sejak tahun 1986 menginjak tahapan penting. Karena inilah FSLDK se-Indonesia yang pertama,setelah disadari pentingnya pula mengembangkan dakwah di kampus-kampus luar Jawa. Hadir dalam pertemuan itu utusan dari Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali. Tahapan penting lainnya adalah disepakatinya rumusan khittah LDK sebagai garis perjuangan LDK yang berisi arah, tujuan dan sasaran dakwah di kampus. Dengan adanya khittah ini diharapkan tercapai kesamaan pemahaman terhadap arah dakwah di kampus dan FSLDK sebagai bagian yang tak terpisahkan dari "strategi global" dakwah di negeri ini, sekaligus menjawab keraguan yang berkembang selama ini. Ditetapkan pula ITB sebagai PUSKOMPUS dan IKOPIN sebagai tuan rumah FS berikutnya. (Sumber : Kumpulan File FSLDK Nasional UAKI Univ Brawijaya)

FSLDK VI telah dilaksanakan di IKOPIN Jatinangor, Bandung bulan Oktober 1990 dengan diorientasikan pada pemantapan secara umum. Serta penetapan IKIP Malang sebagai PUSKOMPUS dan UNHAS sebagai tuan rumah  FS selanjutnya. (Sumber  : Kumpulan File FSLDK Nasional UAKI Univ. Brawijaya ; Booklet LDK se-Bandung Raya dan Priangan Timur DKM UNPAD)

FSLDK VII yang dilaksanakan di UNHAS Ujung Pandang  Desember 1991 menghasilkan sejarah baru bagi ke-LDK-an Indonesia. Pada FSLDK ini Terjadi pemindahan PUSKOMWIL Tengah yang sebelumnya diamanatkan pada JS UGM kepada  BAI Undip Semarang. Selain itu juga terjadi pengembangan peta dakwah LDK dengan dibentuknya wilayah dakwah baru yaitu wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Pada kesempatan pertama ini koordinator wilayah ini diamanahkan kepada MPM UNHAS.  Selain itu juga adanya pembagian wilayah menjadi empat, serta penetapan khittah dan mafahim. Pada kesempatan ini dipilih IKIP Malang sebagai PUSKOMPUS dan UNDIP sebagai tuan rumah. (Sumber : Kumpulan File FSLDK Nasional UAKI Univ. Brawijaya ; Booklet LDK se-Bandung Raya dan Priangan Timur DKM UNPAD ; File Sejarah Keputusan FSLDK Nasional dari UM Malang)

FSLDK VIII di BAI UNDIP, Semarang 6-11 September  1993 merupakan pemantapan dari hasil-hasil yang telah ditetapkan pada forum-forum sebelumnya. Dalan FS ini juga mulai dirintis hubungan antara LDK dengan lembaga-lembaga lain. Misalnya dengan ICMI dan telah menghasilkan proposal kerjasama Mahasiswa-ICMI di Salman ITB. IKIP Malang terpilih menjadi PUSKOMPUS dan UNISBA sebagai tuan rumah. (Sumber : Booklet LDK se-Bandung Raya dan Priangan Timur DKM UNPAD)

FSLDK IX dilaksanakan di Unisba  Bandung pada tahun 1995. Pada saat itu ada beberapa usulan untuk menghapus mafahim dan khittah, dengan alasan bahwasanya kondisi tiap LDK berbeda. Sehingga ketetapan – ketetapan yang ada di mafahim dan khittah sulit untuk dilakasanakan pada setiap LDK. Akhirnya dengan penuh kesadaran untuk senantiasa menjaga keutuhan ummat diambillah keputusan bahwa Mafahim dan khittah dihapuskan. Dan keputusan inilah yang sering disebut sebagai Piagam Unisba. Dengan diberlakukannya piagam Unisba praktis FSLDK hanyalah sebuah kesepakatan-kesepakatan yang tidak mengikat. FSLDK akhirnya menjadi sebuah Forum Komunikasi sesuai namanya yang disana menjadi tempat akomodasi dan saling  belajar dari LDK lain dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda-beda dan adanya karakteristik yang berbeda-beda. Dan akhirnya istilah yang tepat adalah koordinasi, komunikasi, saling belajar dan melengkapi. Pada waktu itu istilah PUSKOMPUS diubah menjadi PUSKOMNAS dan Jamaah Shalahuddin UGM terpilih sebagai Puskomnas FSLDK dan UNLAM sebagai tuan rumah FSLDK X (sepuluh). Setelah FS IX , ada beberapa peristiwa / hal yang merupakan kiprah FS di nasional salah satunya penyikapan bersama tentang kasus Bosnia.  (Sumber : Kumpulan File FSLDK Nasional UAKI Univ Brawijaya, Malang ; File Sejarah Keputusan FSLDK Nasional dari UM Malang )

Dalam perkembangan selanjutnya karena Unlam tidak sanggup melaksanakan FSLDK maka Unmuh Malanglah yang akhirnya menjadi tuan rumah FS ke X, yaitu pada tanggal 25 dan 29 Maret 1998. FS yang dilaksanakan di UMM ini merupakan sebuah FS yang cukup monumental, karena pada waktu itu  bersamaan dengan agenda reformasi ,sehingga suasana sidangpun sangat dipengaruhi oleh nuansa reformasi. Dalam FS ini akhirnya ditetapkan bahwa Puskomnas di pegang oleh Gamais ITB dan tuan rumah FSLDK XI diadakan di UI tahun 2000.
Pada FS ini pula, sehabis sidang di tutup dideklarasikanlah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang pada akhirnya disebut sebagai Deklarasi Malang . Munculnya gagasan – gagasan pembentukan kesatuan aksi bagi mahasiswa muslim. Karena beberapa aktifis LDK merasa bahwa kalau LDK bergerak dalam aksi, maka amat riskan, dan sangat memungkinkan terjadi penekan-penekanan dan bahkan sangat mungkin pembubaran. Maka diperlukan wadah tertentu yang mengkonsentrasikan pada agenda politik. Oleh sebab itu agar LDK tetap save maka LDK membentuk  sayap yang berupa kesatuan aksi, yang kemudian dinamakan KAMMI.  Setelah konggres KAMMI yang pertama dan memutuskan untuk menjadikan KAMMI sebagai ormas maka LDK akhirnya memposisiskan KAMMI sebagaimana OMEK yang lain.  

Selain itu , FSLDK X juga memunculkan suatu jaringan khusus muslimah yang disebut Jarmus. Jarmus lahir dilatar belakangi adanya kebutuhan muslimah untuk menjalin ukhuwah islamiyah antar Muslimah diberbagai LDK yang pada tahap awalnya dapat dilakukan dengan cara bertukar informasi sehingga akan memberikan kesempatan yang lebih besar pada muslimah untuk saling mengetahui kondisi atau permasalahan yang dihadapi oleh muslimah di LDK disamping itu pembentukan jarmus juga dilatar belakangi oleh kesadaran muslimah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari barisan da’wah yang sama-sama memiliki tanggung jawab dengan muslim yang lain dalam menjalankan roda dakwah dalam satu barisan yang kokoh dan teratur, dalam upaya melakukan perubahan, perbaikan kondisi ummat pada umumnya dan melakukan reformasi moral, akhlak, dan aqidah, sebagai upaya perbaikan akhlak wanita melalui tangan wanita merupakan suatu kewajiban yang sebaiknya dilakukan oleh wanita itu sendiri. Peran ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kita laksanakan, untuk itu diperlukan kesamaan gerak langkah muslimah dalam menyikapi permasalahan keummatan yang terjadi dewasa ini. Atas dasar inilah jarmus dibentuk yang difungsikan sebagai wadah yang membangun potensi serta sarana informasi tentang peranan muslimah setiap lembaga dimana muslimah berada. Dimana sistem komunikasinya sama dengan Puskomnas, sehingga secara praktis coordinator “Jaringan Muslimah Nasional” adalah Puskomnas. Jarmus dapat memfasilitasi dalam hal terjalinnya ukhuwah islamiyah sesama muslimah yang tergabung dalam LDK se Indonesia, dapat memberikan kontribusi terhadap permasalahan ummat dalam ruang lingkup dan kapasitas muslimah., serta mengembangkan potensi muslimah dalam dakwah kampus sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam FSLDK. Adanya JARMUS sangat bermanfaat dalam rangka meluasnya lahan da’wah dengan gerak da’wah yang global . Transfer informasi berjalan sistematis sehingga memudahkan koordinasi dan tindakan yang cepat dalam penyikapan  serta dapat menguatkan barisan da’wah muslimah dalam beramal ma’ruf nahi munkar di masing-masing  lahan da’wah yang digeluti. 

FSLDK XI dilaksanakan tanggal 20-24 Juli 2000. Beberapa hasil penting dari FSLDK XI adalah:
A           ISU-ISU NASIONAL
q  Membentuk centre of crysis untuk kemanusiaan
q  Menolak intervensi asing
q  Mendesak pemerintah untuk melarang pornografi, free sex, perjudian, miras, dan narkoba
q  Menjaga integritas bangsa dan mendorong semua pihak untuk tetap menjaga keutuhan bangsa
q  Menyerukan kepada semua pihak, khususnya pemerintah agar waspada terhadap gerakan kristenisasi dan berusaha membendungnya

B           POLA KOMUNIKASI
Z  Komunikasi antar LDK dilakukan melalui FSLDK dan Puskom (Pusat Komunikasi) LDK sebagai sarana komunikasi yang ada di tingkat pusat (Puskomnas) dan di tingkat daerah (Puskomda). FSLDK XI telah menetapkan JMMI sebagai Puskomnas FSLDK. Untuk Puskom Daerah Surabaya adalah UKKI UNESA (dulu IKIP Negeri Surabaya)

C           KE LDK-AN
v Mendesak Depdiknas, Depag, dan Depdagri untuk tidak menghalang-halangi muslimah menggunakan busana muslimah
v Mengusahakan dimasukkannya mentoring sebagai bagian dari kurikulum pendidikan
v Mengusahakan pendirian tempat ibadah (masjid) dan pendirian LDK di tiap-tiap kampus

Setelah FSLDK XI ada beberapa hal menarik yang melibatkan FSLDK di kancah nasional. Antara lain Penyikapan terhadap kondisi umat : Hak Asasi Manusia di Indonesia,  Umat Islam di Bosnia , Agresi biadab Israel terhadap umat islam di Palestina, Aksi membabi buta Amerika Serikat kepada Afganistan pasca WTC 11 September, Bantuan kemanusiaan kepada korban banjir di Indonesia dan kerusuhan Sampit, Sumpah Pemuda Muslim secara Nasional mengambil momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2000 untuk opini pentingnya persatuan nasional sebagai perwujudan ukhuwah Islamiyah bangsa Indonesia. 
Untuk pendampingan atau dalam rangka mengoptimalkan FSLDK untuk penigkatan kualitas LDK, maka diadakanlah Simposium Pengembangan dan Pembinaan SDM secara nasional , dan telah terlaksana di Kendari, Samarinda, Padang , dan Malang.

FSLDK XII dilaksanakan tanggal 25-29 Juli 2002 di Universitas Andalas, Padang. Pada pertemuan kali ini FLSDK sepakat dalam 2 hal pembentukan yaitu:
1.   Pembentukan Pusat Kajian Syariat Islam Mahasiswa sebagai wadah untuk mempersiapkan keberterimaan masyarakat akan penerapan syari’at Islam.
2.   Pembentukan Jaringan Mahasiswa Anti Pemurtadan (Jamaat) untuk mencounter isu pemurtadan yang terjadi di lingkungan Kampus.

FSLDK XIII dilaksanakan pada tanggal 19-25 Juli 2005 di Universitas Mulawarman, Samarinda. Beberapa point penting yang dihasilkan dalam pertemuan ini, yaitu sebagai berikut :
1.   Merekomendasikan pembentukan Jamaat dan PKSIM di Daerah.
2.   Wacana tentang Dakwah Kampus berbasis Kompetensi (DKBK),
3.   Penggunaan buku SPMN (Standardisasi Pengelolaan Manajerial Nasional) sebagai salah satu acuan
dalam pendampingan LDK.
Pada Pertemuan FSLDK XIII ini juga mulai memasifkan pendampingan ke Indonesia Timur, yang terbagi atas 2 yaitu :
1.   Wilayah Sulawesi yang pendampingan khususnya diamanahkan oleh JS UGM.
2.   Wilayah Malpairja(Maluku, Papua, Irian Jaya) yang pendampingan khususnya diamanahkan oleh JMNKI UNS.
FSLDK XIV yang diadakan pada tanggal Juli 2007 di Universitas Lampung (UNILA). Pada pertemuan kali ini, FSLDK bisa dikatakan lain dari yang lain. Peningkatan jumlah peserta pada pertemuan kali ini meningkat, karena dihadiri lebih dari 600 lebih ADK dari berbagai Kampus di Indonesia. Pada pertemuan kali ini, khususnya Jama’ah Shalahuddin UGM kembali mendapat amanah sebagai Badan Khusus pendampingan Indonesia Timur dan sebagai konseptor Dakwah Kampus Berbasis Kompetensi.
Itulah sekelumit perjalanan FSLDK N, dimana sebuah perjuangan panjang tidak pernah menggetarkan aktivis dakwah untuk istiqomah di jalan-Nya. Namun, yang pasti, FSLDK N bukanlah tujuan, tapi FSLDK N adalah sarana. Bagaimana akselerasi dakwah kampus untuk bisa tercapai? Gerak dakwah kampus bisa terpadu? Hanya satu yang dijunjung yaitu menegakkan kalimatullah di bumi Indonesia, yang selanjutnya harapan kebangkitan Islam di Dunia.
FSLDK N XV di Ambon,.2010
PadaMusyawarahNasional di Ambon tahun 2010, dengan melihat jaringan yang dibangun semakin luas dan merambah keseluruh pelosok Indonesia, untuk memudahkan kerja, kordinator tingkat pusat diamanahkan kepada Pusat Komuniskasinasional UKM Birohmah Universitas Lampung dengan grand desighn FSLDK Go InternasionalTahun 2014.
FokusKerja FSLDK Indonesia FSLDK Indonesia terus meningkatkan eksistensi peran FSLDK membangun masyarakat madani dan terus berproses menuju perbaikan organisasi dengan langkah-langkah membentuk FSLDK yang Futuh,  kokoh, menjadi rumah aspirasi masyarakat, transformative sertasinergis sehingga mampu mencapai FSLDK Go Internasional Tahun 2014

FSLDK XVI ITB ( BANDUNG ) 2012  
Pada FSLDK XVI menghasilkan keputusan struktur puskomda yang baru, yaitu di hapusnya pola komunikasi BK (Badan Khusus) dan BP (Badan Pekerja) karena dengan adanya BP dan BK memperlambat alur komunikasi. Sehingga untuk struktur yang sekarang adalah mulai dari PUSKOMNAS kemudian PUSKOMDA kemudian BP atau BK puskomda (yang awalnya juga akan di hapus, namun, karena perbedaan kondisi yang berbeda2 di setiap daerah. Ada yang membutuhkan BP dan BK dan ada yang tidak maka kebijakan ada tidaknya BK dan BP dikembalikan lagi pada kebijakan masing2 daerah) baru kemudian LDK.


PASAL 2
STRUKTUR & KOMISI-KOMISI
A.      Sturktur FSLDK
Hasil dari  FSLDKN XVI Di ITB Bandung 2012, struktur FSLDK yang baru adalah seperti gambar di bawah ini dengan Amanah Puskomnas dipegang oleh LDK Al-Hurriyah IPB dibantu oleh 36 puskomda
1.            Puskomnas : Pusat Komunikasi Nasional
LDK yang diamanahkan untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan gerak dakwah kampus secara nasional untuk menciptakan sinergisitas & akselerasi dakwah kampus. LDK yang ditunjuk sebagai puskomnas adalah LDK Mandiri.

2.          BK Puskomnas : Badan Khusus Puskomnas
LDK yang ditunjuk puskomnas untuk memegang suatu proker atau bidang tertentu sesuai kapabilitas LDK yang bersangkutan.
3.          BP Puskomnas : Badan Pekerja Nasional
Partnaer puskomnas dalam mengkoordinir dan mengkomunikasikan LDK tingkat wilayah. Yang diberi amanah ini adalah LDK Madya-Mandiri.
4.          Puskomda : Pusat Komunikasi Daerah
Partner BP Puskomnas dalam mengkoordinir dan mengkomunikasikan LDK tingkat daerah. Yang diberi amanah ini adalah LDK Madya-Mandiri.
5.          BP Puskomda : Badan Pekerja Puskomda
Partner puskomda dalam mengkoordinir dan mengkomunikasikan LDK tingkat daerah. Yang diberi amanah ini adalah LDK Madya.
6.          BK Puskomda : Badan Pekerja Puskomda
LDK yang ditunjuk puskomda untuk memegang suatu proker atau bidang tertentu sesuai kapabilitas LDK yang bersangkutan.

B.      Komisi
Sejak FSLDKN XIV 2007 di lampung telah ditetapkan fokus kerja FSLDK dengan draft 3 komisi yang mencakup :
1.       KOMISI A
Komisi tentang isu dan keumatan. Program inti dari komisi ini adalah
a.             penyikapan media, melalui Media Center Daerah (MCD), mengcounter isu yang sedang marak berkembang
b.             solidaritas umat, biasanya berupa penggalangan dana untuk daerah yang sedang terkena bencana
c.             palestina,
d.              pemurtadan, mengcounter gerakan permutadan di daerah-daerah minus ekonomi maupun agama dengan membangunJaringan Mahasiswan Anti Pemurtadan (Jamaad) dan merangkul tokoh masyarakat untuk terlibat aktif dalam menghadapi kasus pemurtadan
e.             amoralitas.  Isu ini muncul seiring dengan semakin marak dan berkembangnya bentuk-bentuk kemaksiatan, seperti kriminalitas, prostitusi, perjudian, KKN, pornografi, pornoaksi, dll. Hal ini menyebabkan merosotnya akhlak umat manusia, terutama pada generasi mudanya.dengan mengoptimalkan Pusat Kajian Syariat Islam Mahasiswa (PKSIM) dan JAMAAD (Jaringan mahasiswa anti permurtadan)

2.    KOMISI B
Komisi tentang ke-LDK-an. Program inti dari komisi ini adalah Pendampingan LDK. Di sinilah letak fungsi utama FSLDK yaitu sinergisitas dan akselerasi LDK, sedangkan program lain adalah tools dari pendampingan. Antara lain :

1.           Jaulah
Jaulah silaturrahim ini program berkala yang memiliki 2 maksud. Yang pertama bertujuan untuk menjalin ukhuwah antar LDK, terutama antara BP Puskomda dengan LDK. Isi dari jaulah ini adalah ramah tamah, sharing – sharing, dan berbagi pengalaman di dkwah kampusnya masing – masing. Di sini biasanya LDK akan menyampaikan qodhoya (permasalahn) ke BP terkait kondisi LDK nya, dan BP berkewajiban melayani curhatan mereka dengan segenap kemampuan yang dimiliki BP tersebut. Yang kedua, pendampingan ini bertujuan utnuk menyelesaikan misi tertentu dalam permasalahan di LDK dampingan. Ini adalah follow up dari fungsi yang pertama. Jika diibaratkan, fungsi pertama adalah pencarian data, maka fungsi kedua eksekusi masalah. Inilah kemampuan dari tim BP diuji. BP dituntuk untuk bisa menjadi partner setia LDK yang senantiasa menjadi tempat berkeluh kesah, yang senantiasa menjadi problem solver mereka.

2.         Puskomda Training Centre (PTC)
PTC ini memiliki 2 fungsi utama. Pertama sebagai qodimul ummah (pelayan ummat). PTC menfasilitasi kebutuhan training di LDK yang membutuhkan kegiatan pelatihan keislaman, mentoring outbond dan sebagainya. Trainer PTC terdiri dari gabungan ADK Surabaya Raya dan alumni FSLDK. Trainer ini akan mengisi training2 di daerah Surabaya Raya, misal Madura, Bojonegoro, Mojokerto, dsb.
Fungsi kedua adalah, sebagai media ”training gratis” bagi ADK se Surabaya, terutama yang aktif di FSLDK, untuk menjadi seorang trainer. Setiap aktifis Dakwah pasti memiliki potensi untuk menjadi seorang da’i di kemudian hari, jika mereka telah lulus dari kuliah. PTC ini menfasilitasi mereka untuk bisa mengisi training, kajian, outbond saat ada LDK yang membutuhkan. Materi yang mereka berikan sesuai dengan kafaah atau kemampuan mereka. Bisa tentang Materi Tarbiyah, seperti Ma’rifatullah, Siroh Nabawiyah, materi ukhuwah, manajemen Halaqoh / mentoring, materi motivasi dakwah dan kuliah, dsb.

3.         Nasionalisasi Mentoring
Dalam khittah LDK yang dicetuskan saat FSLDKN IV di UNS Solo 1988, tujuan utama LDK adalah mencetak kader muslim dari alumni kampus yang berafiliasi terhadap Islam. Jadi output dari kader LDK pasca kapus, mereka harus memiliki kontribusi yang nyata terhadap islam, bukan hanya terhadap LDK. Pada praktek lapangan LDK biasanya akan mengalami kesulitan, bisa dalam hal pengkonsepan kurikulum, supply mentor yang kurang, kurang minatnya mahasiswa bahkan pengurus dalam mengikuti mentoring. Juga, kendala terbeesar adalah terkait legalisasi mentoring di pihak birokrasi. Kesulitan – kesulitan ini sangat diharapkan dari pihak LDK mau berkonsultasi kepada BP Puskomda.
4.         PMLDK
Pelatihan manajemen Lembaga Dakwah Kampus (PMLDK) adalah produk FSLDK berupa pelatihan akbar LDK se Surabaya Raya. Biasanya diadakan minimal 2 hari 1 malam, yang berisikan materi ke-LDK-an. Antara lain, Kaderisasi, Syi’ar kreatif, Kelembagaan, Jaringan, Keuangan, Mentoring, Keputrian, Manajemen Komunikasi, Manajemen Inovasi, Manajemen Issu, Jurnalistik, dan sebagainya. Materi – materi yang akan disampaikan pada saat PMLDK harus digodok sedemikian hingga benar – benar sesuai dengan permintaan dan kebutuhan LDK.

Latar belakang adanya pendampingan sendiri :
1.              Tidak semua LDK memiliki kemampuan, sistem keorganisasian dan SDM yang sama.
2.            Adanya keinginan agar LDK yang mandiri mampu memberikan pendampingan kepada LDK, agar tercipta sinergisitas dalam gerak dan menciptakan kemajuan bersama.
3.            Pendampingan adalah sarana penting dan konkrit untuk peningkatan kualitas dan kuantitas LDK.


3.    KOMISI C
Komisi tentang Jaringan muslimah. “ Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila wanitanya rusak maka rusaklah negara itu.” Itulah yang mendasari jarmus FSLDK untuk mengambil langkah strategis dalam penyelesaian masalah kemuslimahan. Sehingga komisi c sendiri merupakan lingkup lain dari gabungan komisi a dan b karena memiliki objek khusus yaitu muslimah. Program inti dari komisi ini sendiri berupa pendampingan kemuslimahan LDK, Pengembangan Potensi Muslimah, jaringan muslimah peduli (seperti halnya peduli jilbab IHSD, seminar parenting dll). Dan isu-isu kontemporer (melakukan analisis dan penyikapan terhadap isu yang berkembang, sehingga dituntut aktif untuk memantau isu terupdate, seperti kesetaraan gender, feminisme, aborsi dll)

PASAL 3
Peran PUSKOMDA Dalam Percepatan Dakwah Kampus di Daerah

A.         Bentuk Puskomda
PUSKOMDA atau pusat komunikasi daerah FSLDK merupakan koordinator dakwah untuk lembaga dakwah kampus pada daerah tertentu. Berbicara tentang PUSKOMDA tentu kita akan berbicara pada bagaimana caranya untuk mengkoordinir LDK yang sangat banyak dengan berbagai masalah dan kendala yang dihadapinya. Bukan pekerjaan mudah tentunya, akan tetapi saya meyakini untuk menjadi PUSKOMDA yang baik, sebuah LDK harus mempunyai tim yang kuat serta ketekunan dan kesabaran dalam menjalankannya. Karena kondisi daerah yang berbeda-beda sehingga bentuk puskomda pun juga berbeda-beda dari segi tim, lembaga dan strukturnya.

1.Puskomda merupakan bagian dari LDK
Kedudukan puskomda berada di bawah LDK yang bisa berupa tim, bso, sektor, lini ataupun departemen. Dan biasanya ketua puskomda pada komdisi seperti ini merangkap menjadi ketua LDK juga. Sehingga kepengurusannya juga mengikuti kepengurusan LDK, pada saat kepengurusan LDK hanya satu tahun dimana terjadi pergantian ketua umum LDK maka kemungkinan besar ketua puskomda juga berganti. (contoh kasus ubaya ketika menjadi puskomda, tejadi pergantian ketua puskomda dan ketua LDK hingga 3x).


puskomda dengan kondisi seperti ini memiliki status legal formal karena berada pada struktur LDK, birokrasi menjadi lebih mudah dan FSLDK harus menjadi milik dari semua elemen dalam tubuh LDK, bukan hanya sebagian orang saja. maka dengan adanya ketua LDK sebagai koordinator/ketua PUSKOMDA akan lebih memudahkan untuk mengerahkan seluruh anggota LDK untuk terlibat, leader empowerment  bermain disini. Transfer pemahaman yang kurang tentang ke-FLDK-an sering kali menjadi permasalahan klasik yang tak ada habisnya membuat sistem kerja puskomda menjadi terganggu karena tidak mengetahui ketercapaian sudah sampai mana dan akhirnya mengkonsep dari nol lagi. 

2.Puskomda yang pengurus intinya merupakan Gabungan dari beberapa LDK
Tim puskomda dengan kondisi seperti ini adalah tim/pengurus inti yang anggotanya adalah ADK yang biasanya sudah senior (mahasiswa tingkat akhir) dari kampus yang berbeda-beda (contohnya puskomda di Solo, bisa dibilang seperti KAMDA(Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi Daerah)) jadi kepengurusan tersebut tidak berada pada salah satu naungan LDK dan bersifat independent.

3.Puskomda yang kepengurusannya terpisah dengan LDK
Tim puskomda dengan kondisi seperti ini adalah tim/pengurus inti yang anggotanya adalah ADK yang biasanya sudah senior (mahasiswa tingkat akhir) namun, masih berada pada satu naungan LDK (bisa berupa BSO tetapi, koordinator puskomda tidak di embankan kepada ketua LDK namun masih memiliki hubungan koordinatif antara tim puskomda dengan LDKnya sendiri)

B.         PUSKOMDA SURABAYA RAYA
Wilayah teritorial kinerja fsldk surya melingkupi surabaya, gresik, mojokerto, tuban, madura, lamongan, sidoarjo dan bojonegoro. Dengan sejarah Puskomda :
·       Unesa
·       ITS 2003-2006
·       UNAIR 2006-2008
·       ITS 2008-2010
·       UBAYA 2010-2013
I    ITS 2013-2015

C.         STRUKTUR PUSKOMDA
Pada umumnya struktur dari PUSKOMDA menyerupai struktur yang diterapkan oleh PUSKOMNAS, yakni dengan system Badan Pengurus yang dibagi berdasarkan wilayah teritori, dan Badan Khusus yang mempunyai peran lebih pada spesifikasi dakwah tertentu. Jika digambarkan struktur PUSKOMDA dapat menjadi sepert berikut (struktur tidak harus seperti ini, bisa berbeda2 setiap daerah tergantung kebutuhan dan kondisi tiap daerah) ;
  • BK (Badan Khusus) Media berperan dalam hal pembuatan media bersama PUSKOMDA dan pemanfaatan media lokal untuk membawa isu atau pesan tertentu. Di BK ini pula bisa dibuat semacam buletin, web bersama, pengelolaan mailing list PUSKOMDA atau memberikan akses kepada kader LDK untuk menulis di media lokal atau siaran di radio lokal.
  • BK Isu berperan dalam mengkaji dan meneruskan Isu yang akan di bawa oleh PUSKOMDA, seperti Isu Anti Pornografi, Penyimpangan Aqidah, Sosial politik, Jilbab dan sebagainya. Selanjutnya isu yang telah di kaji dikelola sedemikian hingga menjadi sebuah opini tertentu di masyarakat dalam wilayah PUSKOMDA
  • BK Jaringan Muslimah berperan dalam optimalisasi peran muslimah di PUSKOMDA. Sebagai perpanjangan tangan Jarmus Nasional.
  • BK Mentoring berperan untuk mengadakan pementoringan di LDK yang membutuhkan bantuan dalam hal pengelolaan mentoring. Seperti suplai mentor dan internalisasi konsep permentoringan yang ada. Hal lain yang bisa dilakukan adalah legalisasi mentoring di kampus tertentu.
  • BK PMLDK berperan dalam optimasi peran pelatihan manajemen LDK dalam percepatan LDK yang ada dengan mengadakan pelatihan manajemen LDK.
  • BP wilayah adalah LDK yang berperan dalam koordinasi LDK yang berada dalam teritori tertentu dengan harapan controlling  LDK akan lebih mudah dilakukan. Jumlah Bidang pengurus wilayah disesuaikan dengan kebutuhan dari wilayah yang ada.
D.         Levelisasi LDK
alam standar yang pernah disusun oleh BK SPMN GAMAIS ITB, FSLDK mencoba membagi LDK dalam empat level, yakni ; mula, muda, madya dan mandiri dengan ketentuan sebagai berikut :

Mula
MuDa
Madya
Mandiri
Fokus Agenda
Membangun sebuah komunitas informal serta barisan kader inti, pada tahapan ini diharapkan dakwah kultural dan personal terjadi dan pencarian SDM, serta Berusaha melegalkan sebuah lembaga dakwah di tingkat universitas.
Menyusun dan menata sebuah lembaga dakwah yang sudah formal dan legal. Penataan SDM internal. Melakukan rektuitment kader secara massal dengan orientasi kulaitas. Melakukan syiar yang lebih luas dan tertata dengan baik.
Memilki basis massa simpatisan di seluruh fakultas. Dengan SDM yang ada mencoba melakukan ekspansi dakwah sehingga basis simpatisan bisa terbentuk di seluruh fakultas.Pada tahapan ini diharapkan fungsi utama LDK ( dakwiy dan khidamy ) dapat berjalan dengan baik
Memilki basis massa simpatisan di seluruh program studi/jurusan. Melakukan pola dakwah yang masif serta sinergis. Dengan adanya basis massa di semua program studi/jurusan, LDK sudah mempunyai kekuatan tersendiri dalam membangun sebuah paradigma Islam yang lebih komprehensif.
Struktur
Struktur berbentuk informal, dan sudah ada koordinasi diantara para personal aktifis dakwah agar dakwah bisa terstrukur dengan baik.
Drengan legal nya sebuah LDK. Pada tahapan ini strukur LDK secara sederhana bisa terbenruk.
Struktur LDK sudah harus lebih mencakup semua aspek dakwah ( dakwiy, siyasi, coordfaniy ). Sebuah LDK sudah mulai berkembang dan bisa mengakomodir semua lini dakwah yang bisa dijalankan.
Pengokohan struktur hingga stabil. Adanya sebuah lembaga dakwah fakultas/program studi/jurusan yang berada dibawah koordinasi LDK. Adanya perpanjangan tangan ini menunjukkan struktur dakwah di sebuah kampus sudah terkoordinir dan terdistribusi dengan baik.
Pedoman Operasional Da’wah
Menggunakan Pedoman Dakwah Asasiyah ( Al Qur’an dan As Sunnah )
Sudah menyusun pedoman dakwah operasional, yakni AD/ART
Memiliki GBHD ( garis besar haluan dakwah ) selama satu periodisasi
Adanya rancangan strategis Jangka Panjang Dakwah Kampus

Dengan adanya pembagian yang jelas akan levelisasi LDK maka akan memudahkan bagi PUSKOMDA untuk membagi pendampingan yang ada. Biasanya setiap LDK dalam level tertentu di kelompokkan dalam satu grup pendampingan agar lebih mudah dalam memberikan bimbingan. Perlu dipahami bersama bahwa levelisasi ini bukan untuk membedakan LDK yang ada, akan tetapi untuk lebih memudahkan pendampingan dan percepatan LDK. Justru perhatian lebih akan diberikan kepada LDK pra-mula dan mula, karena langkah awal membangun LDK merupakan fase yang sangat sulit sehingga memerlukan effort lebih dalam pengelolaannya. 

Pembagian wilayah
Pembagian berdasarkan wilayah secara geografis. PUSKOMDA mengklasifikasikan LDK berdasar letak geografisnya dan mengelompokkan dalam satu koordinasi tertentu. Setelah dikelompokkan, ditunjuk satu LDK sebagai koordinator atau bisa disebut BP wilayah. Adanya BP wilayah ini untuk memperpendek jarak dan memperhemat biaya transportasi untuk koordinasi dakwah. 

Peran khusus
Peran khusus yakni terkait BK dan BP.  Dimana LDK yang minimal sudah madya diberikan tanggung jawab tersebut. Menurut hemat saya LDK yang sedang berkembang harus diberikan tanggung jawab ini, karena pengalaman mengatakan LDK yang diberi tanggung jawab untuk pengelolaan PUSKOMDA, PUSKOMNAS dan sebagainya mengalami percepatan yang sangat baik. Hal ini dikarenakan LDK tersebut sudah bisa berpikir diluar LDK nya saja, dan sudah melihat bahwa kompleksitas masalah di luar kampus sangat banyak sehingga mereka memompa lebih banyak energi terhadap LDKnya agar bisa berkontribusi lebih banyak untuk FSLDK.

PASAL 4
Sepak Terjang JMMI dalam Kiprah FSLDK

Berikut adalah amanah2 yang pernah di Emban JMMI ITS biasanya borongan dapet 2 amanah yaitu amanah nasional (kalau dulu masih ada BP dan BK) juga amanah daerah (entah puskomda, BP / BK Daerah.. JMMI looh sudah sebesar ini, kapan lagi kita bisa menebar manfaat menumbuhkan LDK2 yang hampir mati suri di sekitar kita, bahkan di depan mata kita?)

•        Puskomnas FSLDK Indonesia Th. 2000-2002
•        BP Puskomnas yang mendampingi daerah NTT, NTB, dan Bali untuk masa kepengurusan 2005-2007 (membentuk puskomda wilayah timur yang sebelumnya belum ada)
•        BP Khusus Website untuk masa kepengurusan 2005-2007
•        BP Jarmusnas Divisi Data dan Kajian Tim Jilbab Nasional untuk masa kepengurusan 2005-2007
•        BP Puskomda FSLDK Surabaya dan sekitarnya untuk masa kepengurusan 2006-2008
•        Media Center Daerah Surabaya dan sekitarnya untuk masa kepengurusan 2006-2008
•        PJ Konsep dan Buku Standardisasi Mentoring Nasional
•        PJ Konsep Akselerasi dan Legalisasi Lembaga Dakwah Kampus
•        Media Center Pusat untuk masa kepengurusan 2007-2009
•        Pusat Komunikasi Daerah untuk masa kepengurusan 2008-2010
          Media Center Pusat untuk masa kepengurusan 2010-2012
     SC Publikasi FSNAS XVI ITB Bandung 2012 

Sementara cukup ini dulu dari saya semoga bermanfaat….

Sepenggal nasehat buat antum

“Saya ingin antum semua mewarisi semangat perjuangan kami yang tidak pernah padam sampai saat ini. Seandainya dakwah masih memberikan kesempatan pada kami untuk kembali ke FSLDK saat ini, niscaya sudah akan kami ubah Indonesia menjadi masyarakat yang Madani. Karena kami tahu benar apa yang harus kami lakukan untuk dakwah dan ummat ini.” (The Legend Of Puskom JMMI ITS)