Akar pinang di penghujung sya'ban

Minggu, 05 Juni 2016

| | | 0 komentar
"Kakak ayo kita masak-masak"
"Hari minggu nanti kita ngapain kak? Ayo masak-masak"

Rengekan sobat-sobat kecilku seusai belajar bersama disore hari. Memang biasanya setiap hari minggu pagi kita gowes bersama keliling kota dan kampung atau membuat prakarya. Karena hari senin sudah ramadhan okelah agenda hari minggu nanti masak - masak :D

"Baiklah. Hari minggu pagi kita bikin kue akar pinang!" sahutku dan segera diiringi teriakan Horeee oleh mereka..

Minggu pagi kujadwalkan agenda masak-masak jam 10 di teras depan rumahku. Karena kalau terlalu pagi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Membantu ibu memasak di dapur sambil sesekali di panggil ayah di kebun untuk membantu mengangkat beberapa pot tanaman pandan dan melati yang akan di tanam ditanah.

"Yaaann.. Anak buahmu sudah datang" teriakan kakak dari depan rumah. Yang selalu menyebut sobat sobat kecilku dengan panggilan anak buah. "Looh baru jam berapa ini. Jam 08.45" ternyata mereka bersemangat sekali..

" kakak.. Kita ngapain nih?"
Waahh aku sndiri belum menyiapkan bahan bahannya. Akhirnya semuanya aku suruh saja untuk ke warung untuk membeli minyak gas. Serta bahan bahan yang kurang..

Okeeehh bahan sudah terkumpul semua.. Saatnya bagi tugas. Lala yang mengisi kompor dengan minyak gas. Melsa memarut keju. Listi dan mahlida mengulek bumbu. Mujib dan abda mengocok telur.


Mahlida : aku kupas bawang
Listi : aku yang uleg uleg
Melsa : kejunya enak tau. Cobain deh
Mujib : liat gaya aku ngocok telur nih
Abda : aku pengen kocok telur juga dong jib

Hahaha ketawa ketawa sendiri lihat keriweuhan mereka XD

 Yak kocok sambil dimasukkan tepung ketan sedikit demi sedikit

Aduk pake tangan sampe kalis.

Cetak adonan jadi panjang panjang. Yaya ponakankku juga gak mau kalah unjuk aksi nih ^^ ayo tekan yang kuat yaya....

 Sesi goreng menggoreng. Udah banyak yang matang ayoooo kita serbu...

 Ada tetangga lewat ngapain itu rame-rame.. akhirnya mampir dan ikutan ngicipin.


Daan ini  yang tersisaaa untuk nini dan kai nya Yaya ^^ maaf yaa cuma sdikit nanti bikin lagi deh ...

Dan besok suadah Ramadhan.. "Nanti kalau puasanya penuh dan khatam ngaji Al Quran 30 juz. Nini kasih hadiah" sahut ibuku kepada mereka.. Yeaayy yang semangat yaa ibadahnya ingat jangan hanya karena hadiah tapi karena ingin di sayang Allah.. Okeeyy. 

HAPPY RAMADHAN 
*******************
oh iya buat yang pengen tau bahan bahan membuat akar pinang.

Tepung ketan 500 gr
Tepung maizena 5 sdm
Telur ayam 5 butir
Keju 1 bungkus
Soda kue setengan sendok teh
Penyedap rasa 2 bungkus
Gula pasir 3 sendok makan
Bawang putih 2 bonggol

Semua bahan di campur. Bentuk adonan. Lalu goreng :D


Sketchbook kosong : Halaman #1

Rabu, 25 Mei 2016

| | | 0 komentar
Halaman pertama sketchbook kosong aku gambar bidan dengan gaya chibi. dan akhirnya sketchbook kosongnya menjadi bermanfaat sekali. kalau sebelumnya aku bikin sket di sembarang kertas entah kertas struk pembelian, struk transfer, amplop kiriman pos sekarang jadi lebih rapi deh dengan adanya sketchbook ^^ .  Ternyata sudah lama sekali tidak menggambar. Tangan jadi kaku dan walhasil hapus hapus disana sini.



 kebetulan lagi dapet orderan gantungan kunci bidan, perawat dan guru pake jilbab yang nanti dicustom nama Alhamdulillah rezeki mah gak bakal kemana ya.

daan sewaktu proses tracing gambar bitmapnya ke vector yang di lanjut dengan pewarnaan. sempat kesusahan bikin mata. ya sudah di ambil gampangnya saja matanya jadi hanya garis lengkung saja hahaha simple dan terlihat lebih ceria.. 




okeeh see you on the next page Sketchbook kosong


Sketchbook kosong

Senin, 23 Mei 2016

| | | 0 komentar

Tak sengaja menemukan sketch book beserta surat di dalamnya sewaktu membereskan rak buku yang luluh lantak di makan usia

Sketch book tersebut adalah kado dari seorang junior di kampus. Ia berikan dengan wajah yang ceria sambil berkata dengan nada riang "aku bingung mau ngasih mbak yani kado apa. Aku tanyakan saja ke mbak2 yang dekat dengan mbk yan. Katanya mbk yan suka gambar jadi aku kasih buku gambar deh".

3 tahun telah berlalu. Terima kasih telah diingatkan kembali dengan hobi lamaku. Rasa-rasanya memang sudah terlalu lama tangan ini tidak mencoret-coret. Terima kasih juga karena  telah mengingatkanku untuk selalu menebar kebaikan.

Semoga kita bisa bertemu kembali. Kalaupun tidak di dunia bolehlah bertemu di JannahNya kelak
:)

Oh iya. Dan aku akan menggambar lagi. Mengisi sketchbook kosong ini dengan coretan yang semoga dapat memberi makna

Sebuah Nasihat

Sabtu, 27 Februari 2016

| | | 1 komentar
“yan, tolong carikan charge hp ayah” seru ayahku siang itu. Segera saja kucari apa yang di minta ayah di mejanya, tak ada. Kulayangkan pandangan ke samping kanan tepat di rak buku pribadi ayah. Dan akhirnya kutemukan juga charge hp yang dicari. Namun, tiba-tiba aku penasaran dengan sebuah buku yang paling terlihat lusuh diantara deretan buku lainnya, kuambil buku tersebut dengan hati-hati dan akhirnya aku bertemu kembali dengan kitab fenomenal itu. Terjemah Kitab Al Hikam karangan Syaikh Ahmad Ibnu Athoilah.



Bismillahirrahmanirrahim kubuka kitab itu secara acak dan kubaca pula dengan acak. Itulah caraku “berjabat tangan” dengan buku yang baru saja kutemui. "Jabat tangan" agar meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam seolah buku itu berkata dan berbicara untuk yang “pertama kali” kepadaku. 

Kubaca tepat di halaman 22 terdapat syair dalam bahasa Arab yang bermakna “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna buahnya”

Rasanya aku tidak asing dengan syair ini, ada buku yang kubaca juga. Setelah berpikir sejenak  barulah teringat kalau syair ini juga terdapat di buku Lapis- lapis keberkahannya Ustadz Salim. Kulanjutkan membaca makna dari syair tersebut di halaman 23.

"Amal yang baik adalah yang dipilih dari benih yang baik. Artinya, amalan itu didasarkan pada syariat yang benar sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadis shahih maupun Al Quran. Lalu ditanam di dalam tanah, yang artinya sembunyikan amal kebaikan itu jangan sampai manusia cenderung memberi pujian kepadamu. Pastikan bahwa hanya Allah jua yang tahu kebaikan yng telah kau amalkan. Inilah sebuah pohon yang kelak akan berbuah kebahagiaan."

Ah “jabat tangan” kali ini rasanya sangat mengena sekali. Mungkin ini teguran langsung dari Allah kepadaku bahwa berbuat baik saja tidak cukup, haruslah dibarengi dengan ilmu serta sikap tawaddu' dan ikhlas agar amalnya sempurna. T_T ighfirly ya Robb. Alhamdulillah telah diingatkan.

Sungguh di jaman maraknya media sosial seperti sekarang ini menyembunyikan perbuatan baik bisa dikatakan sebagai ujian keikhlasan yang amatlah berat godaannya. Mungkin diawal sama sekali tidak bermaksud riya’ tetapi yang namanya hati itu sangatlah mudah dia berbolak balik. Hingga Rasulullah SAW mengajarkan agar kita selalu berdoa, meminta diberikan ketetapan hati

 (يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ)
Duhai yang Maha membolak balikkan hati Tetapkanlah hatiku pada agamaMu dan ketaatan kepadaMu

Dan di dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 271 Allah SWT berfirman : “ Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahan mu. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.

Jadi, kebaikan apapun yang telah kita lakukan, simpanlah untuk diri kita sendiri berharap agar dapat menjadi pemberat amal di akhirat kelak agar ia sempurna. Bukankah Keridhoan Allah adalah yang paling kita harapkan sebagai hambanya yang (belajar) bertaqwa J

Seperti yang di tulis Masgun di Tumblrnya

Tetaplah rendah hati.  Kita tidak perlu mempromosikan tentang siapa diri kita. Tetaplah rendah hati

Karena ujian keikhlasan itu akan hadir saat kita sedang melakukan hal-hal yang hebat sementara tidak ada orang yang tahu. Semangat!

"yaan!... udah ketemu belum charge hp nya?"

oh iya, hampir saja terlupa


Siroh Nabawiyyah oleh Ustadz Budi Ashari, Lc (Al-Fatih TV)

Minggu, 07 Februari 2016

| | | 0 komentar
 "Al Qur'anul karim lebih dari sepertiganya adalah kisah dan itu adalah kisah sejarah yang terjadi jauh sebelum Nabi Muhammad dilahirkan.apa hikmah besar di balik itu semua? Sepertiga itulah yang membentuk Rasul dan para sahabat menjadi umat yang terbaik" (ust. Budi Ashari, Lc)



Rekaman nya dapat di download pada link di bawah ini :

Episode 1 : Mengapa Belajar Sejarah

Episode 2 : Masa Kejahiliyahan

Episode 3 : Dimensi Dalam Belajar Sejarah




Episode 7 : Mengapa Nabi Orang Arab


Episode 9 : Literatur Siroh (Bagian ke - 2)

Episode 10 : Uswatun Hasanah

Episode 11: Hijrah (Bagian ke - 1)

sumber kajian : www.alfatih.tv