tanam saja

Kamis, 23 April 2015

| | | 0 komentar




band indie lokal asal Bali
bernama nosstres
"tanam saja"

ngakak dulu ah...

Minggu, 19 April 2015

| | | 2 komentar
seminggu  yang lelah. 4 hari pelatihan p2mpk. apa sih p2mkp itu? itu loh PUSAT PELATIHAN MANDIRI KELAUTAN DAN PERIKANAN. .. 4 hari maennya bolak balik ke empang dan basecamp pelatihan.. nyuntik-nyuntik ikan.biar tu ikan2 bisa kawin. betelur dan menetaskan larva yang unyu-unyu :3..

selain itu juga bolak-balok Dinas Kesehatan kabupaten Bogor ngurus PIRT produk desa Bantarsari. dan harus ke jakarta juga untuk kuliah rutin pemikiran Islam dari ITJ Jakarta..

beberes rumah untuk siap-siap migrasi ke depok..

.........................
jadi hari minggu mau ketawa-ketawa dulu aaah
....................
apa yang bisa membuatmu refreshing menghilangkan saat di depan laptop? setiap orang beda2..
kalau aku sih baca2 komik strip yang menghibur..

salah satunya adalah mantengin komik strip coretan harian karya kak Febriyan yang biasa hadir di kolom ini https://www.facebook.com/coretanhariankomik


komik strip 4 panel yang ber genre kehidupan lelaki muda kadang bikin ngekek ngekek sendiri. tapi sarat makna .. cuuusss seruput kopi dulu silahkan dinikmati...



























Menyingkap Fakta Sejarah Indonesia, Antara Islam dan Adat Istiadat

Jumat, 17 April 2015

| | | 0 komentar
Sejak zaman kolonial Belanda, terdapat banyak peneliti dari barat yang sengaja didatangkan ke Indonesia untuk melakukan riset tentang kehidupan sosial masyarakat Indonesia, mereka menghasilkan berbagai karya dengan kepentingan memanipulasi sejarah bahwa Islam sangatlah jauh dari penerapan yang sempurna dikalangan masyarakat Indonesia. Dan mereka memiliki kesimpulan dangkal dari sudut pandang mereka sendiri bahwa Islam tidak bisa bersatu dengan adat istiadat yang telah mengakar di Indonesia.

Demikian sekelumit penjelasan Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum, pada perkuliahan ke tujuh Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL yang diadakan pada Kamis, 16 April 2015, bertempat di kantor Rumah Synergy di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan.
kuliah kali ini tentang Nativisasi, yaitu mengembalikan pemikiran Indonesia kepada yang aslinya. Peserta dibuat berpikir dengan pertanyaan ‘Jadi, adat aslinya Indonesia apa? Apakah memang jauh dari Islam?’.

“Thomas Stanford Rafless (1781-1826) dalam bukunya yang berjudul History Of Java menjelaskan bahwa agama Islam yang berkembang di Jawa hanya menekankan pelaksanaan dan penampakan saja, tidak mengakar pada hati mereka dan hanya didorong dengan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh Raja. Disini, terlihat bahwa Rafless hanya melihat agama Islam hanya sebelah mata saja, Islam itu berproses tidak bisa sim salabim langsung sempurna dan perilaku Islam tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya” Imbuh Tiar.

“Ada lagi Wiliam Masdern penulis buku The History of Sumatera yang dalam bukuny amenjelaskan bahwa adat sangatlah bertentangan dengan ajaran agama khususnya Islam. Adat menjadi karakter dasar masyarakat Sumatera, sedangkan Islam adalah benda Asing tidak dapat dipersatukan” lanjut Tiar

Selanjutnya Tiar juga menjelaskan bahwa fakta sebenarnya Syariat Islamlah yang telah mengakar kuat pada masyarakat Indonesia, sebagai bukti terdapat piagam Jakarta yang nomer satu isinya menyeru untuk menjalankan syariat Islam dan piagam Sumpah Satie Bukik Marapalam yang terdapat kesepakatan Adat Basandi Syarak, Syarak basanding Kitabullah yang berarti bahwa Adat didasarkan pada syariat agama Islam.

Komentar positif terlontar dari seorang peserta kuliah. “Ternyata perlu peninjauan ulang dibalik adat-adat yang kembali digembar-gemborkan, mungkin upaya nativisasi yang menjadi pemicunya, sehingga hal ini perlu diwaspadai karena merupakan upaya untuk menjauhkan ajaran Islam dan kembali kepada adat istiadat yang tidak sesuai dengan syariat Islam”, Ungkap Arini salah satu peserta SPI yang merupakan mahasiswa LIPIA.

“Sejarah sangatlah rentan dimanipulasi karena didalamnya rawan dengan banyak kepentingan. Sehingga menjadi hal yang wajib untuk mencari tau sejarah yang sebenarnya, terlebih tentang perkembangan Islam di Indonesia” sahut salah seorang peserta SPI lainnya selepas kuliah.

SPI #ITJ : Pertemuan ke VII
Reportase : Rosmayani Nor Latifah


Wido Supraha : Sekulerisasi Akar Kerusakan Alam

Selasa, 14 April 2015

| | | 0 komentar
Bahaya Sekulerisasi tak hanya berdampak buruk bagi pemikiran individu yang mempengaruhi terhadap pandangan hidup yang rusak bahkan berdampak pada lingkungan dan alam semesta. Karena salah satu dimensi sekulerisasi adalah membangun oikiran bahwa semesta alam ini terlihat biasa saja, tidak menakjubkan hingga pada akhirnya tidak ada lagi penghargaan terhadap alam. 

Demikian sekelumit penjelasan Wido Supraha, M.Si saat memberikan materi Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL Angkatan Kedua bertema “Sekularisme” yang digelar di Ruang Diskusi Rumah Shynergi dibilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (9/04/2015).

“Menurut M. Nauqib Al-Attas belum pernah alam semesta menjadi sedemikian rusak, sebelum revolusi industry. Perubahan yang dinamis dimasyarakat dari awalnya merupakan masyrakat agraris berubah menjadi revolusi industry pada awal abad ke -18 merupakan pemicu terjadinya sekulerisasi” ungkap Wido.

Selanjutnya wido menjelaskan bahwa menurut para ilmuwan barat seperti August Comte, Karl Marx dan Max Weber sekularisasi adalah efek dari modernisasi kearah pembangunan dengan melepaskan unsure nilai-nilai keagamaan. Pembangunan pada akhirnya dilakukan secara besar-besaran hingga tidak mempedulikan kelestarian alam dan lingkungan.

“Disenchantment of nature yang merupakan pikiran sekuler kecewa terhadap alam, bahwa alam ini tidak perlu dikagumi sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menyeru agar mencintai bumi dan seluruh makhluknya. Allah mengajarkan sikap lembut dan penuh kasih sayang hingga Islam merupakan agama Rahmatan lil alamin yaitu, memberikan Rahmat untuk alam semesta” Ungkap Wido yang merupakan salah satu peneliti INSIST.

Perkuliahan SPI Jakarta yang keenam ini disambut positif oleh para pesertanya. Terlihat dari antusias peserta yang memiliki banyak pertanyaan. Salah satu pertanyaan menarik adalah “Bagaimana Islam menyikapi pembangunan dan efek modernisasi agar tidak terjerumus dalam sekuler?” Menjawab pertanyaan tersebut Wido mengatakan bahwa Islam sangat berdamai dengan pembangunan dan modernisasi jika pembangunan tersebut dilaksanakan berdasarkan Islamic Worlview atau pandangan pembangunan berdasarkan nilai-nilai keislaman.

Kuliah ke VI SPI #ITJ

Reportase : Rosmayani Nor Latifah

rujak es krim

| | | 0 komentar
"yan. bikinin aku logo rujak es krim dong
mau buka kedai niih. hehehe"

sebuah pesan dari teman yang ku kenal setahun yang lalu....
semoga bermanfaat. dan bisa menjadi pemberat amal kelak
aamiin

apa yang saya pikirkan pertama kali setelah logo ini jadi?
langsung teringat logo salah satu klub bola ternama. yaitu AC milan hhhaaaa XD



akhirnya bikin lagi versi lain :



terinspirasi dari starbuck.. eeh tiba2 ada temen yang lewat dan bilang.. "yan itu kayak logo gresik united dah"..

ha?
langsung googling logo klub pesepak bola nasional itu..


hmmmm.. gak mirip iiihhh

kuberikan 2 logo rujak es krim tersebut.. dan temanku bingung....
"aduh yang mana ya yan hhee. dua-duanya aku sukaak XD "

hadeeee =="