Retorika?
atau
Kerja Nyata?
Surat Untuk Adikku Tersayang
Maaf adik, kakakmu ini begitu pengecut mencurahkan isi hatinya. tak tau suatu saat kau membaca ini atau tidak :)
Hai adik apa kabarmu di asrama yang baru?
Apa kabarmu dengan kelas baru?
Apa kabarmu dengan teman-teman baru?
Ku harap tak ada lagi yang usil mengganggumu seperti yang
kau ceritakan dulu
Ku harap kau bisa lebih nyaman di tempat baru
Sekarang kau sudah beranjak menjadi anak kelas SMA
Ku harap kau tak ikut-ikutan ababil seperti anak SMA dengan
cap cabe-caben jaman sekarang
Ah. Aku begitu mengkhawatirkanmu
Semoga sekolah yang sekarang benar-benar bisa mendidikmu
tumbuh menjadi seorang gadis muslimah sholehah
Hai adik
Aku begitu khawatir ketika kau mulai menggandrungi film-film
korea itu
Nanti akan kuberikan film-film sarat hikmah tentang
perjuangan Rasul, sahabat dan tabi’in melalui emailmub. Ku harap kau bisa
sedikit demi sedikit berhenti mejadi maniak film—film korea itu.
Hai adik
Sudah sampai mana pelajaranmu sekarang? Apa yang menjadi
kesulitanmu selama ini?
Fisika? Ah maafkan aku yang hanya bisa separuh mengajarimu
tentang perhitungan perpindahan energy
Kimia? Ah, maafkan aku yang belum mengecek ingatanmu tentang
perbedaan senyawa, molekul dan kawan-kawannya
Seni? Ah, maafkan aku yang hanya sempat mencontohkan
menggambar bangun ruang berikut warna gradasi gelap terangnya. Tak sempat membimbingmu
saat mengerjakannya
Aku berharap bisa segera pulang untuk segera menjawab apa
yang tak kau mengerti
Hai adik
Kau tau betapa senangnya aku saat kau bilang ingin
sepertiku, menggunakan jilbab lebar dan mulai meninggalkan celana jeans mu
Kau tau betapa senangnya aku saat kau mulai membaca
buku-buku yang aku baca dan aktif bertanya.
Hai adik
Aku sebenarnya sangatlah malu saat kau begitu membanggakan
kakakmu ini di depan teman-temanmu
“kakakku seorang perancang kota”
“lihat ini gambar dan
kerajinan bikinan kakakku”
“kakakku bisa membuat gantungan kunci yang ada potomu kau
mau pesan?”
Aku tak sehebat yang kau bayangkan adikku sayang.
Sungguh miris hati kecilku berkata “aku belum pantas untuk kau
banggakan”
Sungguh maafkan kakakmu ini
Hai adik
Sungguh aku sangat ingin memperhatikanmu lebih
Sungguh banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu
Sungguh banyak tempat yang ingin ku jelajahi bersamamu
Sungguh aku sangat mengkhawatirkanmu
Tunggulah aku pulang sebentar lagi
Tu titipkan dirimu pada Sang Pemilik Jiwa
Semoga kau menjadi muslimah yang sholehah
#Untuk adikku Nur Annisa Fitri
Apapun Asal Ente Senang..
Apapun asal ente senang
Kata2 yg sering kuucapkan, saat bercanda ria dengan kawan. Tetapi memiliki makna yang dalam
Apapun asal ente senang
Yah. Membuat orang lain senang, tersenyum bahkan tertawa riang itu menyenangkan kawan. Karena ketulusan itu menular. Kebahagiaan itu menjangkit. Dan kesedihan sejenak terlupakan.
Apapun asal ente senang
Karena hidup kadang tak sesuai harapan. Tak ada manusia yang benar-benar bahagia. Yang ada hanya mereka yang pandai menutupi kesedihan. Kemarilah kawan, ceritakan duka laramu. Pundakku senantiasa ada saat kau sendu.
Apapun asal ente senang
Sekali-kali keluar dari keterpurukan diri sendiri. Rumit hidupmu masih jauh dibandingkan dengan yang berada diluar sana. Sekali-kali buatlah dirimu menjadi alasan untuk orang lain tersenyum. Karena aku percaya ketika telah berhasil membahagiakan orang lain. Allah lah yang akan membahagiakanku.
Apapun asal ente senang
Kesedihanku adalah saat menjadi yang terlupakan. Temani aku insomnia malam ini kawan. Ah, sepertinya semua sudah lelah.Sepertinya semua telah terlelap. Biarlah secangkir kopi, sebatang pena dan selembar kertas yang menemaniku. selamat beristirahat kawan. Semoga kalian semua bahagia di alam mimpi sana. Barakallahu fiikum
Kata2 yg sering kuucapkan, saat bercanda ria dengan kawan. Tetapi memiliki makna yang dalam
Apapun asal ente senang
Yah. Membuat orang lain senang, tersenyum bahkan tertawa riang itu menyenangkan kawan. Karena ketulusan itu menular. Kebahagiaan itu menjangkit. Dan kesedihan sejenak terlupakan.
Apapun asal ente senang
Karena hidup kadang tak sesuai harapan. Tak ada manusia yang benar-benar bahagia. Yang ada hanya mereka yang pandai menutupi kesedihan. Kemarilah kawan, ceritakan duka laramu. Pundakku senantiasa ada saat kau sendu.
Apapun asal ente senang
Sekali-kali keluar dari keterpurukan diri sendiri. Rumit hidupmu masih jauh dibandingkan dengan yang berada diluar sana. Sekali-kali buatlah dirimu menjadi alasan untuk orang lain tersenyum. Karena aku percaya ketika telah berhasil membahagiakan orang lain. Allah lah yang akan membahagiakanku.
Apapun asal ente senang
Kesedihanku adalah saat menjadi yang terlupakan. Temani aku insomnia malam ini kawan. Ah, sepertinya semua sudah lelah.Sepertinya semua telah terlelap. Biarlah secangkir kopi, sebatang pena dan selembar kertas yang menemaniku. selamat beristirahat kawan. Semoga kalian semua bahagia di alam mimpi sana. Barakallahu fiikum
#Entahlah 4
Banyak
menuntut memang seringkali membuat orang lupa, kalau ternyata; masih
banyak hal yang harus diperbaiki dari dirinya sendiri.
___ Genap, Nazrul Anwar
okeh. saatnya untuk terus memperbaiki diri, menjadi manusia yang mulia dengan menebar manfaat sebanyak-banyaknya, thanks to : kucing di sekret (poto menyusul) sekarang aku menjadi kawanmu :)
___ Genap, Nazrul Anwar
okeh. saatnya untuk terus memperbaiki diri, menjadi manusia yang mulia dengan menebar manfaat sebanyak-banyaknya, thanks to : kucing di sekret (poto menyusul) sekarang aku menjadi kawanmu :)
#Entahlah 3
tak ada kawan atau lawan yang abadi. semua hanya karena kepentingan belaka. kawan terbaik adalah mengingat kematian.
Langganan:
Postingan (Atom)
