Amalan unggulan. bikin poster?

Kamis, 15 Maret 2012

| | | 0 komentar
Bismillah...

sepertinya bikin poster memang jadi hobi baruku dalam waktu sekitar 2 tahun ini.. awalnya seh karena sering di todong jadi tim pubdok dalam setiap kegiatan-kegiatan kampus, entah LDK JMMI, Himpunan Planologi, LDJ As-Saabiquun hingga organisasi lainnya yang bahkan aku sendiri bukan anggotanya kayak LDJ Bahrul Ilmi teknik kelautan, posternya Chemistri Islamic Study punyanya Kimia MIPA ITS, de el el.. tapi lama-lama looh pesanan kog jadi makin banyak gak hanya poster,tapi juga merembet ke spanduk, mug, pin, kalender, buku profil sampai undangan pernikahannya pak. mafi dan mbak aziza =.='a

tapii gak papa deh, mungkin inilah caraku beramal jariyah.. hingga suatu saat temanku di KAMMI Komsat Sepuluh Nopember bilang

"subhanallah, kyanya bikin poster jadi amalan unggulan Yan Latifah ni ..
amalan unggulan yang memberikan efek pengganda (Ust. Anis Matta said)
ngegombal.com"


jiiah aslinya ada maunya tuuh minta dibikinin poster buat DM 1 nya hihi.. gk papa lah semoga saja hobi ini, memang bisa menjadi amal jariyahku yang turut diperhitungkan di akhirat kelak.. aamiiin




ini poster DM 1 komsat sepuluh nopember .. seger yaaaa ^^



ini poster marhalah 2 nya LDK JMMI ITS ~hasil edit sana-sini dari desain2 web blog~

daan masih banyak lagi kawan, kapan-kapan kan ku ceritakan pengalaman pertama kali pake corel draw langsung bikin undangan nikahnya pk. mafi n mba ziza .. hihi ^^

KOLONG LANGIT : QS. Al-Mulk; 19

Minggu, 11 Maret 2012

| | | 0 komentar

"selalu ada ibroh dalam setiap langkah dan nafas"

Hati-hati yang Berserakan

| | | 0 komentar



Persaudaraan adalah mu’jizat,wadah yang saling berikatan

Dengannya Allah persatukan hati-hati yg berserakan

Saling bersaudara ,saling merendah lagi memahami

Saling mencintai dan saling berlembut hati(Sayyid Qutb)


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus

| | | 0 komentar


“Dan antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-menunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.” [Al-Ahzab:33:23]

1. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka tidak akan banyak aktivis dakwah yang berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.

2. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan jarang terjadi.

3. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka sikap toleran akan semarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para aktivis dakwah akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.

4. Jika komitmen aktivis dakwah dakwah benar-benar tulus…, maka dia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau di barisan belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau dihormati.

5. Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka hati seorang aktivis dakwah akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak tersisa tempat sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.

6. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka sikap toleran dan saling memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum yang menyulut kebencian, menaruh dendam, dan amarah. Namun sebaliknya, semboyan yang diusung adalah ”Saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin Anda akan selalu memaafkan saya.”

7. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap aktivis dakwah, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena dia akan selalu menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan yang mencegah kemungkaran. Atau, menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta isterinya di rumah. Aktivis dakwah yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.

8. Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka setiap aktivis dakwah akan segera menunaikan kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.

9. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata. Tidak ada kata ‘YA’ untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata ‘YA’ untuk segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.

10. Jika komitmen para aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.

Sumber : Kitab ”Komitmen Da’i Sejati”, Muhammad Abduh

Keluarlah dari Kesendirianmu Saudaraku

| | | 0 komentar
Puisi Anis Matta;

“Keluarlah Saudaraku”


Saudaraku, kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu
Sudah berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah.... keluarlah... saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusu’an i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu

Keluarlah, keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah ruh sajadahmu ke jalan-jalan
Ke pasar-pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah dan pusat-pusat pengambilan keputusan

Keluarlah-keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini
Kumpulkanlah kembali tenaga-tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih
Di tengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya

Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari

(Puisi karya M. Anis Matta, Hidayatullah_edisi Juli 2003)

Puisi ini menjadi motivasi untuk senantiasa berkontribusi dimanapun ladang amal yang ditempuh. Karena semua membutuhkan kita, jangan tanya apa yang akan kamu dapat dari suatu aktivitas tapi tanya apa kontribusimu !!! apa yang sudah kau perbuat ?? apa yang sudah kau perjuangkan untuk dakwah ini??!!