Hati-hati yang Berserakan

Minggu, 11 Maret 2012

| | | 0 komentar



Persaudaraan adalah mu’jizat,wadah yang saling berikatan

Dengannya Allah persatukan hati-hati yg berserakan

Saling bersaudara ,saling merendah lagi memahami

Saling mencintai dan saling berlembut hati(Sayyid Qutb)


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus

| | | 0 komentar


“Dan antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-menunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.” [Al-Ahzab:33:23]

1. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka tidak akan banyak aktivis dakwah yang berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.

2. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan jarang terjadi.

3. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka sikap toleran akan semarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para aktivis dakwah akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.

4. Jika komitmen aktivis dakwah dakwah benar-benar tulus…, maka dia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau di barisan belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau dihormati.

5. Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka hati seorang aktivis dakwah akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak tersisa tempat sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.

6. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka sikap toleran dan saling memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum yang menyulut kebencian, menaruh dendam, dan amarah. Namun sebaliknya, semboyan yang diusung adalah ”Saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin Anda akan selalu memaafkan saya.”

7. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap aktivis dakwah, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena dia akan selalu menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan yang mencegah kemungkaran. Atau, menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta isterinya di rumah. Aktivis dakwah yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.

8. Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka setiap aktivis dakwah akan segera menunaikan kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.

9. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata. Tidak ada kata ‘YA’ untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata ‘YA’ untuk segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.

10. Jika komitmen para aktivis dakwah benar-benar tulus…, maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.

Sumber : Kitab ”Komitmen Da’i Sejati”, Muhammad Abduh

Keluarlah dari Kesendirianmu Saudaraku

| | | 0 komentar
Puisi Anis Matta;

“Keluarlah Saudaraku”


Saudaraku, kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu
Sudah berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah.... keluarlah... saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusu’an i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu

Keluarlah, keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah ruh sajadahmu ke jalan-jalan
Ke pasar-pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah dan pusat-pusat pengambilan keputusan

Keluarlah-keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini
Kumpulkanlah kembali tenaga-tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih
Di tengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya

Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari

(Puisi karya M. Anis Matta, Hidayatullah_edisi Juli 2003)

Puisi ini menjadi motivasi untuk senantiasa berkontribusi dimanapun ladang amal yang ditempuh. Karena semua membutuhkan kita, jangan tanya apa yang akan kamu dapat dari suatu aktivitas tapi tanya apa kontribusimu !!! apa yang sudah kau perbuat ?? apa yang sudah kau perjuangkan untuk dakwah ini??!!

gambar orang gaya "pentol lidi"

Selasa, 07 Februari 2012

| | | 0 komentar
Would You Marry me?? (ups.... >,<)



ini juga request dari kawan. gambar gak jelas hihihi h_h

Kisah Konyol Dalam Hidupku Part #1

Jumat, 03 Februari 2012

| | | 0 komentar
Ini sebenarnya kisah sedih kawan, kisah meninggalnya calon kakakku ketika masih di kandungan. Tapi karena abah waktu cerita sambil “kurihing-kurihingin tambuk (bhsa kakak unda neh)” alias senyum-senyum keliatan gigi dengan wajah tanpa dosa (selalu…. Abah kan selalu nyante dan innocent beuutz XP) jadilah ni kisah jadi kayak cerita lucu…

Jadi gini sob, pada tahun 1989 mamakku ceritanya hamil lagi neh, anak ke dua setelah kelahiran kakakku di tahun 1984, so. Waktu itu kakakku berumur 5 tahun. Nah pada waktu mengandung 3 bulan lagi musim penghujan tuh, n waktu itu rumahku masih bentuk rumah panggung sob, rumah khas banjar yang berupa bumbungan tinggi berbahan dari kayu, punya tiang2 penyangga dan ada undak2an di depannya. Dan si vespa masih di luar alias belum di masukkan ke rumah, karena undak2annya tinggi banget dan kecil pula diameternya, ditambah dengan bobot vespa yang lumayan berat, abah kesulitan ngangkat sendirian hingga akhirnya minta tolong mamak yang sedang hamil 3 bulan tadi. “ uy mak, tulungi abah meangkat vespa pang kada kawa sorangan nah, pian dorongakan di belakang vespanya lah” (mak, tolong abah masukin vespa ke rumah, gak bisa angkat sendirian, mamak tolong dorong dari belakang).. karena mamakku ini istri yang berbakti sama suami ( cueileee ) mamak akhirnya menuruti permintaan abah untuk mendorong vespa tadi dari belakang untuk naik ke undak-undakkan. Namun apa yang terjadi kawan. Karena licin en hujan derees bangget, vespa tersebut jatuh/ merosot ke bawah undak-undakan dan menumbruk perut mamakku yang sedang hamil 3 bulan. Masya Allah.. tak bisa kubayangkan betapa sakitnya… tak hanya sakit fisik karena keguguran dan kandungannya harus di sterilkan sob, tapi juga sakit karena kehilangan sebuah harapan yang telah di idam-idamkan. Namun sepertinya kesabaran, keikhlasan dan kebesaran hati kedua orangku telah rela melepaskan kepergian calon buah hati mereka itu dan mereka selalu mengajarkan kepadaku Allah lah pemilik segala sesuatu dan haruslah selalu berserah diri kepada-Nya .. terbukti saat menceritakan cerita ini kepada kami (anak2nya) yang ada hanya senyum-senyum jenaka dari mereka berdua ^^

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(Q.S Ali ‘Imran : 14)