Saudara Seperjuangan

Jumat, 22 Februari 2013

| | |
dua hari ini, tepat ba'da isya mendapat telpon berturut-turut dari seorang saudara seperjuangan, bukan pejuang perang kemerdekaan tentunya karena aku pun belum lahir pada masa itu..bukan pula pejuang cinta yang semu.. yang sedang marak-maraknya pelegalan pernikahan sesama gender, para kaum homo dan lesbi yang menjamur bak jamur-jamur yang ramai mengembangkan payung di kala musim hujan.....tetapi kita dengan bangga menyatakan kamilah para pejuang dakwah..

 kamilah penolong agama Allah yang tidak mengharapkan apa-apa kecuali keRhidhoanNya (Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Q.S Muhammad : 7)

Woke, lanjut ketelpon "ukh, anti ngapain?"
  "heehe, lagi gunting kertas"..
"bikin buku panduan FSDA?"
"Nggak, nanti malem aja bikinnya. lagi pengen gunting2"
"bikin apaan sih?"
bikin kartu pop-up"
"udah makan belum?"
"sudah. hee"
"kapan?"
"tadi pagi"
"tuuh, kan anti ini selalu makan sehari sekali, kalau sakit gmna?"
"tenang ukh, sudah biasa dan Alhamdulillah Allah selalu memberikan nikmat sehat buat ana"
"iyaa. kan ana yang doa'in anti, biar sehat terus biar bisa nemenin ana"
"-_-"

==================================================================
keesokan harinya di jam yang  sama hp berdering
"Lagi ngapain Ukh?"
"lagi gunting2"
"Bikin kartu pop-up lagi?"
"bukan . ana bikin papper craft bentuk pesawat loooh ^_^"
 "weleh, buku panduannya sudah selesai"
"belum ukh, nanti malam aja ana kerjakan hehe"
"ukh, anti sudah makan?"
"hmmm... tadi shaum trus dikasih gorengan"
"jadi, belum makan nasi??"
"hehe. nanti saja lagi gak pengen makan nasi"
"hadeeeeh, ada ya orang kayak anti yang gak doyan nasi, habis ni makan loh ya. ana doakan anti sehat selalu biar bisa nemenin ana ^^"
"-_____-a"

 yaaah begitulah kenapa ukhti ku yang satu itu selalu ribut dengan pola makanku padahal seperti yang sudah ku bilang Alhamdulillah Allah telah memberikan nikmat sehat dan jasmani kuat , begitu khawatirnya saudariku kalau-kalau saja aku jatuh sakit.. dan apa alasan itu semua? apakah saudaraku tadi begitu paranoid dan khawatir?

jawabannya adalah

karena Perjuangan dan Dakwah tidak bisa tegak dengan seorang diri kawan,

 masihkah kau ingat cerita musa dan harun? masihkah kau ingat cerita Muhammad SAW dan Abu Bakar RA?.

teringat sebuah taujih...
Meskipun pejuang dakwah itu seorang yang Alim, Faqih & memiliki Azam yang kuat tetapi ia tetap manusia lemah & selalu membutuhkan saudaranya. Meskipun saudaranya itu memiliki banyak keterbatasab. karena itu, jagalah ia jangan kau sia-siakan, karena setidak-tidaknya  ia adalah orang yang selalu mendo'akanmu dalam setiap langkah-langkahmu.

pertama kali mendapat taujih ini ketika dulu masih kecil mungil  yang terpikir adalah memang ada ya orang yang mendo'akan orang lain secara spesifik padahal mempunyai ikatan darahpun tidak, hanya berlandaskan  sebuah kata-kata "saudara seperjuangan".. dan sekarang Allah telah telak menunjukkan padaku ternyata saudara seperjuangan itu begitu berarti, begitu hangat, saling membutuhkan dan sangat manis rasanya ketika semua itu berpadu dalam balutan ukhuwah yang Lillah, yang Lillah, Yang Lillah, Lillah, Lillah dan Lillah,

Karena Hakikat cinta adalah memberi dan berbagi karenaNya

Terpaut Do'a untuk seluruh saudara-saudaraku
Saudara di FSLDK, JMMI, KAMMI, Darul Ulum, ADK ITS, Asrama Ash-shulha, GL 66, dll

"Sesungguhnya Engkau tau bahwa hati ini tlah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu. bertemu dalam ketaatan bersatu dalam perjuangan menegakkan syariat dalam kehidupan.

Kuatkanlah ikatanNya, Kekalkanlah cintaNya. tunjukilah jalan-jalanNya, terangilah dengan cahyaMu yang tiada pernah padam Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami dengan karunia Iman dan indahnya tawakal padaMu hidupkan dengan Ma'rifatMu Matikan dalam syahid dijalanMu Engkaulah Pelindung dan Pembela"

(jiaaaaah ini do'a apa nasyidan eaaa?? hohohoho ^_^)


*Persaudaraan adalah mu’jizat,wadah yang saling berikatan Dengannya Allah persatukan hati-hati yg berserakan Saling bersaudara ,saling merendah lagi memahami Saling mencintai dan saling berlembut hati(Sayyid Qutb)*

0 komentar: