Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu

Kamis, 12 Desember 2013

| | | 0 komentar
Pesan Dari Majalah Ummi

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
Ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid.
Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia:

“Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman.

“Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair.
Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid.
Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya.
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.

Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.

Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.

Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.

Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah.
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya.

Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu.

Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya,panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”

Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya,
tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman.

Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan.

Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.

suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses.

Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.

Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya b03, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.

Yang Terserak

Selasa, 10 Desember 2013

| | | 0 komentar
Sudah hampir 2 bulan dirumah.. membuatku membuka lagi sisa "harta karun" yang berdebu,,, ada banyak kumpulan herbarium tulang daun yang ku kumpulkan sejak SD, nantilah kapan2 kan kuceritakan soal herbarium itu.. yang menarik adalah kumpulan kertas2 lusuh gambar2 komik yang kubuat sewaktu SMA ketika bergabung dengan tim majalah sekolah... 2 tahun selalu stagnan dalam posisi "ilustrator" tak apa aku menyukainya hingga akhirnya. benar-benar ingin memutuskan untuk menjadi ilustrator atau ahli desain atau komikus atau apa lah yang berbau dengan hal-hal seperti itu.... hmmmm.. sekarang? jelas masih bisa jika masih menginginkan impian itu hanya saja... maafkan aku... masih belum bisa lepas dari rasa malas ini hihihi


Yup WELCOME in my Zone... ( biasa lah masa SMA.. rada2 alay gitu wajar =D )





# Serial Xena.. tentang seorang kakak yang sifatnya masih sangat kekanak-kanakan mempunyai adik laki-laki yang sifatnya malah lebih dewasa.. sayang sekali scanner saya sedang "sakit" sodara-sodara jadi hanya bisa lewat foto. gak jelas tulisan dan gambarnya
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------








# Serial Bejo dan Lusi.. ini adalah serial wajib di majalah SOLUSI.. sudah ada sejak kakak-kakak seniar menerbitkan majalah pertama... cerita tentang kekonyolan anak2 SMA dengan tokoh utama bernama bejo dan lusi.. karena SMA kita adalah SMA yang ber asrama. dengan menerapkan pendidikan terpisah gedung laki-laki dan perempuan hingga tak pernah bisa saling bertemu langsung ada2 saja cerita konyol yang sering terjadi dan menjadi request di serial Bejo and Lusi ini.. 
------------------------------------------------------------------------------------------------




 " Segenap warga SOLUSI mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H"
( sekarang udeh 1435 H , artinya sudah 7 tahun lalu hmmm)


# Ini komik untuk Solusi corner yang tiap seminggu sekali di tempel di setiap kelas di seluruh SMA bisa berupa 1-2 lembar kertas HVS yang memberikan info dan isu terkini seputar sekolah, event, komik, hingga rubrik tisam2 (titip salam, ini ni yg paling rame biasanya ==")

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Dan masih banyak yang terserak lainnya.. =D semoga masih tetap terus berkarya dan bermanfaat












Filosofi Pelangi

| | | 2 komentar

Siang nulis tentang filosofi pelangi.. sorenya ketemu pelangi beneran =D Alhamdulillah... benar-benar Rindu yang kesampaian :) terimakasih Allah..

Ketika kau sudah merasa lelah berjalan,
Berhentilah sejenak
Lihatlah ke atas sana
Allah telah melukis pelangi untukmu..


Jalan menuju pelangi di bonceng kakak, kakakku yang guru kesenian.. aku belajar banyak darinya


Lewat salah satu tugu di Kota Pelaihari, Tanah kelahiran... Tugu ini mencerminkan salah satu sisi kehidupan sehari hari penduduk kota ini yang memelihara sapi dan bertanam jagung..


ini tepat di samping rumah, sebenarnya pelanginya sedang penuh kelihatan setengah lingkaran, dan ada dua pelangi.(coba perhatikan baik2) . subhanallah.. tapi karena terbatas kamera dan kurang ahli fotography jadi hasil jepret2nya =="




Sudah gelap karena sudah 18.18 WITA 




Mengenang 26 tahun INTIFADHAH

| | | 0 komentar